Pages

BSM Banyuwangi Sumbang Biaya Operasional Penyembelihan Hewan Qurban

 Bank Mandiri Syariah Banyuwangi memberikan sumbangan untuk operasional penyembelihan hewan qurban yang diselenggarakan kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Rabu (7/8) di Kantor kemenag Kabupaten Banyuwangi. Bantuan tersebut dimaksudkan agar dalam penyembelihan hewan qurban yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tidak kesulitan dalam penyediaan operasional.
Perwakilan Panitia Penyembelihan hewan qurban Achlis Yusrianto menyampaikan bahwa dalam penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, semua yang ada dan dapat ditasarufkan dari hewan qurban tersebut (termasuk kulit), akan ditasarufkan sesuai dengan peruntukannya. “biaya operasional termasuk wadah pembagian yang ramah lingkungan tidak kita bebankan pada pengqurban” ungkapnya.
Bukanh hanya penyembelihan hewan qurban saja BSM memberikan bantuannya, dalam pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Banyuwangi, BSM juga memberikan seragam untuk Panitia pemberangkatan haji tingkat Kabupaten. “Selain membantu panitia, pemberian kaos untuk panitia pemberangkatan haji juga sebagai salah satu media promosi” ungkap Lia, pimpinan Cabang BSM Rogojampi. Lebih lanjut Lia menyampaikan bahwa Kementerian Agama merupakan salah satu mitra kerja terdepan dalam ikut mempromosikan pembiayaan syariah di Indonesia.

Pembentukan Kader Ramaja Putri Anti Anemia (Si Jari Merah)



Bertempat di aula dr M Rasad Oesman Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Selasa (06/08) dibentuk Kader Remaja Remaja Putri Dalam Rangka pemberian Tablet Tambah darah pada Siswi SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyuwangi. Slogan Si jari Merah (Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah) menjadi andalan dalam program pencegahan anemi di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sambutan pembukaan, dr. Indah Sri Lestari, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa saat ini prevalensi anemia di Indonesia masih tingi, terutama kekurangan zat besi. Padahal Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan aneka bahan makanan yang dapat tercukupi gizinya. “Pemerintah Indonesia menanggulangi kekurangan zat besi tersebut melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) melalui institusi sekolah” ungkapnya. Lebih lanjut dr. Indah juga menyampaikan terima kasih kepada kementerian Agama dan cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang telah mensuport kegiatan pemberian TTD di Sekolah dan Madrasah.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa di kabupaten Banyuwangi, Remaja yang terkena anemia 53,5 %, sebuah angka yang perlu ditanggulangi dengan sungguh sungguh oleh semua pihak. Bersama dengan 9 Kabupaten lainnya, Banyuwangi mendapatkan pendampingan dari Nutrition Internasional untuk penanggulangan anemia pada Remaja Putri melalui lembaga pendidikan.
Sementara itu Mbak Riris, panggilan akrab Rizqya Giajeng dari Nutrition International menyampaikan materi tentang gejala anemia dan penanganannya pada Remaja Putri. Mbak Riris mengajak para kader remaja putri yang ada di setiap sekolah dan madrasah agar mensuport rekan rekannya sesame siswi agar mau dan sadar serda benar dalam minum TTD, karena minum TTD dengan cara yang salah akan mengurangi bahkan menghilangkan fungsi TTD bagi tubuh manusia. “ Minum TTD tidak boleh dengan menggunakan air The, Kopi, dan Susu "Minum obat tablet penambah darah atau makan makanan hewani tinggi zat besi dengan teh hitam atau kopi dapat menghambat penyerapan zat besi karena kandungan tannin. Zat lain seperti fosfor, serat, fitat, juga menghambat penyerapan zat besi. Jadi, kalau Anda harus minum obat anemia, air putih atau air bervitamin C yang terbaik," pungkasnya.
Lebih Lanjut Mbak Riris yang sudah lama sebagai tenaga pendamping Nutrition International ini mengajak diskusi dengan Kader, Guru pendamping dan petugas gizi pada puskesmas diskusi mengenai anemia. “Anemia adalah kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin(hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal” ungkapnya.  lebih lanjut disampaikan bahwa ada beberapa kesalahan pengertian antara anemia dan kurang darah, sehingga ada yang takut minum TTD yang dianggap mengakibatkan tekanan darah tinggi. Karenanya menurut Mbak Riris, dengan diskusi tersebut penmgertian yang salah tersebut dapat diluruskan.
Sementara itu Analis data dan Informasi Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Syafaat  yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik pembentukan kader kesehatan yang ada disetiap Sekolah dan Madrasah. “kementerian menyambut baik dan mendukung upaya penanggulangan anemia pada remaja” ungkapnya. Lembih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah membuat edaran kepada seluruh Kepala MTs dan MA se Kabupaten Banyuwangi agar melaksanakan minum TTD bersama dan memastikan bahwa TTD tersebut benar benar diminum oleh para siswa.

PMA Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Jabatan Kepala Madrasah

Pasal 6 Peraturan Menteri Agama nomor 24 Tahun 2018 mengatur persaratan menjadi Kepala Madrasah Sebagai berikut :
(1) Calon Kepala Madrasah harus memenuhi persyaratan:
a. beragama Islam;
b. memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an;
c. berpendidikan paling rendah sarjana atau diploma empat kependidikan atau bukan kependidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
d. memiliki pengalaman manajerial di Madrasah;
e. memiliki sertifikat pendidik;
f. berusia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat diangkat;
g. memiliki pengalaman mengajar paling singkat 9 (sembilan) tahun pada Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan 6 (enam) tahun pada Madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat;
h. memiliki golongan ruang paling rendah III/c bagi guru pegawai negeri sipil dan memiliki golongan ruang atau pangkat yang disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan/lembaga yang berwenang dibuktikan dengan keputusan inpassing bagi guru bukan pegawai negeri sipil;
i. sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah;
j. tidak sedang dikenakan sanksi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
k. memiliki nilai prestasi kerja dan nilai kinerja guru paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
l. diutamakan memiliki sertifikat Kepala Madrasah sesuai dengan jenjangnya untuk Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah.
(2) Sertifikat Kepala Madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan
Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama dan/atau lembaga lain yang berwenang.
(3) Kepala Madrasah pada Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah yang sudah
menjabat dan belum memiliki sertifikat Kepala Madrasah, paling lama 3 (tiga) tahun wajib memiliki sertifikat Kepala Madrasah.
(4) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan huruf h, dikecualikan bagi pengangkatan calon Kepala Madrasah berstatus bukan pegawai negeri sipil pada Madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
(5) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, huruf e, huruf g, huruf h, dan huruf k dikecualikan bagi pengangkatan calon Kepala Madrasah berstatus bukan pegawai negeri sipil pada Madrasah baru yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Selengkapnya silahkan klik DISINI

MTs Mambaul Huda Krasak Borong Juara di Aksioma




Madrasah Tsnawiyah (MTs) Mambaul Huda Krasak Kecamatan Tegalsari borong juara dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Jenjang MTs Tngkat Kabuaten Banyuwangi Sabtu (3/8). Kegiatan yang digelar di kota Banyuwangi tersebut  dibagi dalam 9 bidang olahraga dan 8 bidang seni.Tidak kurang dari 14 orang siswa MTs Mambaul Huda mendapakan juara dari ajang tahunan tersebut.
Kontingen Porseni yang dibagi dalam 12 KKM sesuai dengan jumlah MTs Negeri yang ada di Kabupaten Banyuwangi tersebut mejadi salah satu sarana unjuk bakat dan kemampun dari siswa MTs baik Negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Banyuwangi. “Sebelum ke tingkat Kabupaten, peserta mengkuti seleksi di masing masing KKM” ungkap Yeni Siswanti, Guru Pembimbing pada MTs Mmbaul Huda.
Prestasi siswa MTs Mambaul Huda dibawah binaan Pondok Pesantren Mambaul Huda dibidang keagamaa sudah tidak diragukan lagi. Hal ini terkait pendidian terpadu yang dilakukan pihak Madrasah dengan pesantren. Ditempat terpisah, Kepala MTs Mambaul Huda H. Nurul Huda menyampaikan bahwa kurikulum yang diterapkan di Madrasahya serta kalender akademikya disesukan dengan pesantren. “ada banyak materi tambahan dan terpadu yang diterapkan pada lembaga pendidikan dilingkungan Pondok Pesantren Mambaul Huda” ungkapnya.
Selesai kegiatan Aksioma yang dipusatkan di MTsN 1 Banyuwagi dan Uniba Banyuwan, peserta dan official MTs Mambaul Huda refresing di pantai Bom Banyuwangi. Beberapa siswa sangat menikmati suasana pantai menjelang senja tersebut. “para siswa kita bawa ke pantai i usai mengikuti lomba” ungkap Anis, Offcial MTs Mambaul Huda
Hasil lengkap yang diperoleh siswa MTs Mambaul Huda tersebut adalah :1.Makinun : Juara 1 Pa Pidato Bahasa Indonesia 2.M.Alfin : Juara 3 pa MTQ 3.Ataya Adia : Juara 2 pi Tahfdzul Quran 4.Vito uki  : juara 3 pa pidato Bahasa inggris 5. M.mutamakin : juara 2 pa pidato Bahasa Arab 6. Vina Khusnul : juara 3 pi pidato Bahasa Arab 7.Neila Qurota  harapan 1 pidato Bahasa Inggris 8.bulu tangkis ganda putra harapan 1 9. Lari 400 m Harapan 1 : hani sofia 10. Tolak pluru Juara 2 : Fatimatul Azka Harapan 1 : Anggun Mawangi 11. Kaligrafi Juara 3 : Mario Malindar 12. Singer Juara 3 : Nadiatul Muflikhah Harapan 2: M. Yusron Khoirul Anam (Penulis:Anis)

Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Kabupaten Banyuwangi


            Kegiatan Ajang Kreasi Seni dam Olahraga Madrasah tsanawiyah Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan hari sabti (3/8). Kegiatan yang diikuti oleh 728 siswa madrasah Tsanawiyah dari perwakilan 12 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) tersebut untuk memilih yang terbaik dari 9 cabang olahraga dan 8 cabang seni yang dilombakan kemudian berhak mewakili Kabupaten Banyuwangi pada ajang sejenis tingkat Propinsi Jawa Timur.
Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwaangi ketika membuka acara tersebut dihalaman MTsN 1 Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan kompetisi olahraga dan seni sangat bermanfaat untuk menunjukkan kemampuan dan kwalitas dari siswa madrasah “ dengan seni kita akan menjadi sehat, dengan seni kita akan menambah bahagia” ungkapnya. Menyinggung perkembangan Madrasah, Kasubag tata Usaha yang lama menjabat sebagai kasi mapenda tersebut juga menyampaikan bahwa dalam perkembangan pendidikan, madrasah patut diacungi jempol, salah satunya terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer (UANBN-BK) dimana MTs dapat melaksanakan ujian tersebut secara mandiri.
Ketua Panitia pelaksana Salman yang juga Kepala MTsN 1 Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 317 orang siswa dan 251 orang siswi dalam bidang olahraga, serta dibidang seni diikuti peserta 80 orang siswa dan 81 orang siswi yang sebelumnya sudah diseleksi di masing masing KKM. “Ajang ditingkat kabupaten merupakan seleksi lanjutan dari seleksi yang dilakukan di masing masing KKM” ungkapnya.
Yang menarik dari apel dalam rangka pembukaan Ajang Kreasi seni dan Olahraga Madrasah ini bukan hanya Pembina upacara dari Plh Kepala Kantor Kemenag Kab. Banyuwangi yang dijabat ibu suciningsih, namun semua petugas apel yang diambilkan dari Siswi MTsN 1 Banyuwangi yang semuanya adalah perempuan, dari mulai Pembawa acara, Pemimpin Apel hingga pembaca doa.

Pelaksanaan kegiatan olahraga dan seni jenjang Madrasah Tsanawiyah ini dilaksanakan di Ruang kelas MTsN 1 Banyuwangi dan Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), hal ini dikarenakan fasilitas olahraga yang ada di Universitas yang mempunyai Fakultas olahraga dan Rekreasi tersebut relative lengkap, dan untuk Gelanggang Olahraga (GOR) Tawangalun masih dipakai untuk kegiatan serupa jenjang madrasah Ibtidaiyah.


Plh. Kankemanag Kab. Banyuwangi Buka Porseni MI Kab. Banyuwangi



Plh Kepala Kantor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Suciningsih membuka Pekan Olahraga dan seni Jenjang madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh 25 kontingen dari masing masing Kecamatan. Pembukaan Porseni yang dipusatkan pada Gelanggang Olahraga (GOR) Tawangalun Banyuwangi ini dihadiri Kepala Seksi pendidikan madrasah dan seluruh Kepala MI se Kabupaten Banyuwangi, Jumat (02/08)
Ketua Panitia Suyanto menyampaikan bahwa Porseni yang diadakan sampai sabtu tersebut dibagi dalam 4 Kejuaraan Olahraga dan 8 Seni. Masing masing Olahraga yang dilombakan adalah 1. Lari 2. Bulutangkis 3. Tenesmeja 4. Catur serta seni diantaranya 1. MTQ 2. Tahfid 3. Kaligrafi 4. Pidato Bahasa Indonesia, 5. Pidato Bahasa Arab, 6. Pidato Bahasa  Inggris 7. Puisi  8. Lukis. “Sebagian besar kegiatan seni kita laksanakan di Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi “ ungkap Guru Olahraga MI Roudlotul Ulum Panderejo ini.
Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Suciningsih dalam sambutannya memberikan motivasi kepada 580 peserta yang akan bertanding untuk memperebutkan yang terbaik tersebut, “Siapapun yang menjadi juara adalah siswa madrasah” ungkap Plh yang juga Kasubag Tata Usaha Kankemenag Kab Banyuwangi. “Banyak prestasi yang membanggakan yang telah ditorehkan siswa Madrasah baik pertandingan yang bersifat motorik maupun prestasi akademik” ungkap Suciningsih lagi.
Suciningsih juga menyinggung pelaksanaan Ujian yang dilaksanakan pada madrasah dimana Madrasah sudah siap dengan pelaksanaan ujian berbasis komputer untuk semua jenjang. Sementara itu Zaenal Abidin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah menyampaikan bahwa dalam Kegiatan Banyuwangi Festival, Madrasah banyak menyumbangkan kegiatan dan ptrestasi dalam kegiatan tersebut, diantaranya dalam Festival Drumban Etnik Nusantara, Banyak prestasi yang ditorehkan Madrasah.
Kegiatan ditutup dengan Parade Semua Kontongen yang disaksikan oleh Pejabat kementerian Agama, dimana dalam parade ini disamping diikuti oleh peserta, juga semua official dari guru pembimbing juga ikut dalam parade tersebut.

Madrasah Drumband Community (MDC) Sabet Juara Umum Drumband Etnik Nusantara 2019


Banyuwangi – PDBI(Persatuan Drum Band Indonesia) menggelar kegiatan Banyuwangi Drum Band Etnik Nusantara dalam rangkaian B’fest 2019, Rabu s.d. Kamis(31 Juli 2019 s.d. 1 Agustus 2019).

Kegiatan diikuti oleh 19 satuan drum band dari unsur TK, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA se kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk wadah adu prestasi dan merawat musik etnik nusantara bagi generasi muda khususnya Banyuwangi.

Madrasah Drum Band Community (MDC) yang merupakan juara umum kelas non-bras ivent ini ditahun 2018, kembali mengirimkan tiga satuan terbaiknya yang terdiri atas Satuan merah, Satuan putih, dan Satuan Gita Fajar Drumb Corp MTs Al Islah Muncar Banyuwangidengan mengusung konsep pagelaran puputan bayu, Bhineka Tunggal Ika, dan seblang dikemas dalam gelaran musikalitas Drum Band.

Maksum Syafi’i mengatakan, MDC menargetkan trhopy juara umum untuk semua satuan yang dikirimkan, Kelas SD/MI non brass dan kelas MTs/SMP brass.

“MDC hadir sebagai representasi satuan madrasah dibawah Kementerian Agama mengirimkan pesan bahwa madrasahpun juga mampu berkompetisi, tidak hanya diruang-ruang keagamaan namum juga diruang seni dan olahraga seperti pada even ini,” kata Maksum.

Dia menambahkan, Drum Band merupakan cabang olahraga yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas siswa, karena semua modalitas belajar baik siswa, auditori, dan kinestetik, serta otak kiri dan otak kanan dilibatkan dalam proses berlatihnya.

“Unsur musik etnik diyakini sebagai salah satu instrumen kuat yang setara dengan musik klasik.Didunia barat yang berfungsi meningkatkan kapsaitas kecerdasan siswa baik intelektual, emosional maupun spriritual,”lanjutMaksum.

Rofiudin,Kepala Satuan Gita Fajar Dram Corp MTs Al Islah Muncar, Banyuwangi menambahkan, ‘Madrasah hebat penuh martabat salah satunya diterjemahkan dengan aktifnya satuan madrasah di festival ini.

“Persiapan kegiatan ini telah dilakukan sejak jauh-jauh hari dalam rangka memberikan pagelaran terbaik. Kedepannya satuan drum band madrasah wajib mengambil peran yang lebih besar dan menunjukkan kualitas terbaiknya dilevel manapun tak terkecuali di even yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi tahun ini, pungkas Rofi.

Penulis:
Siti Atminah


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger