Banyuwangi (Warta Blambangan) Duka menyelimuti Banyuwangi. Khusnan Abadi, tokoh yang dikenal luas sebagai mantan anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) petang.
Kabar wafatnya Khusnan dengan cepat menyebar melalui berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Ucapan belasungkawa pun berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, aktivis, ulama, hingga para jurnalis yang pernah bekerja dan berjuang bersama almarhum.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Khusnan Abadi, mantan anggota DPRD Banyuwangi, Sekretaris DPC PKB Banyuwangi, sekaligus mantan wartawan Radar Banyuwangi," demikian salah satu pesan yang beredar luas di tengah masyarakat.
Khusnan bukanlah sosok asing di Banyuwangi. Namanya dikenal dalam berbagai bidang pengabdian. Semasa muda, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah memimpin PMII Cabang Banyuwangi. Kiprahnya berlanjut di dunia jurnalistik sebelum akhirnya memilih jalan pengabdian melalui dunia politik. Ia juga mengemban amanah sebagai Ketua LAZISNU MWCNU Genteng.
Sebagai jurnalis, Khusnan dikenal dekat dengan berbagai persoalan masyarakat. Pengalamannya di lapangan membentuk karakter kepemimpinan yang peka terhadap kebutuhan rakyat. Bekal itulah yang kemudian dibawanya saat dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Banyuwangi.
Selama beberapa periode duduk di kursi legislatif, Khusnan menjadi salah satu kader senior PKB yang cukup berpengaruh. Ia pernah menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Banyuwangi dan mengemban tugas sebagai Sekretaris DPC PKB Banyuwangi. Di parlemen, ia banyak terlibat dalam pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta pembangunan desa.
Berbagai isu kerakyatan menjadi perhatian almarhum. Salah satunya adalah perjuangan agar perangkat desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Ia juga dikenal aktif menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat dalam forum-forum resmi DPRD.
Peran dan pengaruhnya di internal PKB terlihat ketika namanya masuk dalam bursa bakal calon bupati yang diusulkan partai menjelang Pilkada Banyuwangi 2024. Meski pada Pemilu Legislatif 2024 ia tidak kembali terpilih menjadi anggota DPRD, Khusnan tetap menjadi salah satu tokoh yang diperhitungkan dalam dinamika politik daerah.
Namun lebih dari jabatan dan posisi politik yang pernah diembannya, banyak orang mengenang Khusnan sebagai pribadi yang hangat, sederhana, dan mudah menjalin persahabatan. Ia dikenal terbuka terhadap berbagai kalangan dan tetap menjaga hubungan baik dengan sahabat maupun lawan politiknya.
Kepergian Khusnan Abadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat Banyuwangi. Sosok yang mengabdikan hidupnya di dunia organisasi, jurnalistik, dan politik itu kini telah berpulang, meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang.
Selamat jalan, Khusnan Abadi. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdianmu serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar