Pages

Merk Patung Kuda di Patung Ikan Lele


Sore tadi saya ke Tlogosari, sebuah Dusun di Kecamatan Sempu dimana dusun ini dekat dengan lereng pegunungan, banyak jalan yang belum teraspal, karenanya sering orang “tersesat” ketika pertama kali kesana disebabkan banyaknya perempatan yang nyaris sama. Karenanya penduduk setempat berinisiatif memberikan tanda pada beberapa perempatan tersebut dengan patung atau tugu, sehingga lebih mudah untuk dikenali. Meskipun kita juga akan dibuat bingung dengan patung tersebut karena ada satu patung dimana antara patung dan namanya tidak sama.
Saya mencari rekan yang juga seorang kepala Guru Madrasah. Saya sampai pada perempatan yang ada patungnya, dimana patung tersebuut tertulis “Patung Kuda”, tetapi patung tersebut adalah patung dua ekor Ikan lele. Entahlah apa merasuki pembuat ide patung tersebut, kenapa “merk” dan barangnya tidak sama. Sehingga ketika saya telpon teman saya mengenai posisi saya, harus menjelaskannya bahwa saya di dekat patung bertuliskan Patung Kuda tapi patungnya Ikan lele. Sungguh sebuah kalimat yang tidak efektif untuk menunjukkan sebuah tempat. Tapi setelah saya pikir unik juga ide sang pembuatnya. Seperti merk susu sapi dengan gambar beruang saja, ditambah iklannya pakai Naga.
Meskipun di pelosok, tetapi Iklan calon wakil rakyat juga bertebaran disana, mungkin yang punya ide pembuat patung juga terinpirasi dengan janji kaum politisi, meskipun saya juga bingunng apa hubungan patung Lele merk patung Kuda dengan janji janji politik para politisi tersebut. Aapa hhubungannya Tulisan Patung Kuda pada patung lele tersebut. Dan apa pula hubungannya janji politisi dengan fakta setelah dia jadi. Mungkin memang tidak ada kaitannya patung lele bertuliskan patung kuda dengan kampanye dan janji politisi. Mungkin hanya saya saja yang memaksakan diri untuk menyambungkan hubungan antar keduanya.
Suatu ketika Saya mendengarkan percakapan dua orang yang membicarakan calon pemimpin mereka, saya diam saja dan berusaha menjadi pendengar yang baik dari keduanya. Mereka sama sama mempunyai alasan pembenar atas dukungannya. Meskioun dalam hati “terpaksa” saya tersenyum kecut mendengarnya.
“Dia itu dulu waktu kampanye banyak janji, namun setelah jadi di ingkari” celetuk salah satu teman. “Kampanye itu biasa bro, untuk menarik masa” ungkap teman satunya nbnggak mau kalah. “Kita beli Mi Instan yang kemasannya ada gambar Telur atau paha ayam dan setellah kita buka Mie Instan satu karton nggak ada telur dan paha ayamnya kita nggak marah dan tetap membelinya kok” ungkapnya lagi.
Selamat bertahir pekan, Toh Meskiun Patung lele bertuliskan Patung kuda tersebut sama sama patungnya, dan jika dianggap nggak nyambung, itu hanya penafsiran saja. sekali kali bolehlah kita memaksakan "penafsiran pembenar" kita kepada orang lain.

Sagu Sabu Kemenag Kab. Banyuwangi dari Media Guru


MGMP jenjang MA dan MTs Kabupaten Banyuwangi mengadakan Workshop menulis dengan menghadirkan Narsumber dari Media Guru Senin (16/12) bertempat di aula bawah Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi hingga selasa (17/12) diikuti oleh 140 Guru dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan beberapa guru SD, SMP dan SMP dan SMK di Kabupaten Banyuwangi serta beberapa Kabupaten disekitarnya.

Ketua MGMP jenjang MA, H. Anwaruddin selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya hanya mampu menampung 140 peserta dan terpaksa menolak pendaftaran peserta setelah pendaftar ke 140 dengan mengingat tempat yang hanya mempu menampung 140 peserta. Pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan serupa jika dikehendaki oleh para guru.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan MGMP tersebut. “Niat yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa” ungkapnya. Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut melihat antusias para guru mengikuti Workshop Guru menulis.” Imam Syafii dan para Imam Madzhab dan Imam lainnya masih kita kenang karena karya tulisnya” ungkapnya. Lebih lanjut mantan Guru MAN 1 Banyuwangi ini berharap paga guru yang mengikuti Workshop ini mampu menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Pada kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap guru yang sudah menghasilkan karya tulis dan telah dibukukan. Beliau juga terispirasi dengan salah satu judul buku yang ditulis salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah tentang Guru berdedikasi. “Guru besar kita yang mengispirasi banyak orang dan mampu mendidik putranya yakni Nabi Ibrahim, dimana anaknya yang juga siswanya bukan hanya cerdas dibidang IQ dan EQ, namun juga cerdas dibidang ESQ” ungkapnya. Lebih lanjut H Slamet juga menyinggung peran seorang istri yang juga disebut sebagai Asisten Guru Besar dimana mampu menggantikan peran suami ketika tidak ada ditempat. “Siti Hajar mampu menggantikan posisi suami sebagai guru besar dalam mendidik Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail cerdas dengan menggunakan hatinya” ungkapnya.
Workshop Satu Guru Satu Buku yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online, sehingga peserta mampu menghasilkan satu produk buku. Peserta diajarkan bagaimana menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.”sebenarnya banyak yang ingin dituliskan, namun kita tidak bisa menyampaikan dalam bentuk karya tulis” ungkap Hadi Suwito, salah satu Peserta yang juga Kepala MTsN tersebut.
MGMP jenjang MA dan MTs Kabupaten Banyuwangi mengadakan Workshop menulis dengan menghadirkan Narsumber dari Media Guru Senin (16/12) bertempat di aula bawah Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi hingga selasa (17/12) diikuti oleh 140 Guru dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan beberapa guru SD, SMP dan SMP dan SMK di Kabupaten Banyuwangi serta beberapa Kabupaten disekitarnya.
Ketua MGMP jenjang MA, H. Anwaruddin selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya hanya mampu menampung 140 peserta dan terpaksa menolak pendaftaran peserta setelah pendaftar ke 140 dengan mengingat tempat yang hanya mempu menampung 140 peserta. Pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan serupa jika dikehendaki oleh para guru.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H.Slamet memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan MGMP tersebut. “Niat yang kuat akan menghasilkan karya yang luar biasa” ungkapnya. Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso tersebut melihat antusias para guru mengikuti Workshop Guru menulis.” Imam Syafii dan para Imam Madzhab dan Imam lainnya masih kita kenang karena karya tulisnya” ungkapnya. Lebih lanjut mantan Guru MAN 1 Banyuwangi ini berharap paga guru yang mengikuti Workshop ini mampu menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Pada kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap guru yang sudah menghasilkan karya tulis dan telah dibukukan. Beliau juga terispirasi dengan salah satu judul buku yang ditulis salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah tentang Guru berdedikasi. “Guru besar kita yang mengispirasi banyak orang dan mampu mendidik putranya yakni Nabi Ibrahim, dimana anaknya yang juga siswanya bukan hanya cerdas dibidang IQ dan EQ, namun juga cerdas dibidang ESQ” ungkapnya. Lebih lanjut H Slamet juga menyinggung peran seorang istri yang juga disebut sebagai Asisten Guru Besar dimana mampu menggantikan peran suami ketika tidak ada ditempat. “Siti Hajar mampu menggantikan posisi suami sebagai guru besar dalam mendidik Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail cerdas dengan menggunakan hatinya” ungkapnya.
Workshop Satu Guru Satu Buku yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online, sehingga peserta mampu menghasilkan satu produk buku. Peserta diajarkan bagaimana menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.”sebenarnya banyak yang ingin dituliskan, namun kita tidak bisa menyampaikan dalam bentuk karya tulis” ungkap Hadi Suwito, salah satu Peserta yang juga Kepala MTsN tersebut.

Sebuah kegiatan untuk memantik kemampuan berkarya di dunia literasi.  Kegiatan pelatihan penulisan buku ini sebagai upaya membangkitkan dunia literasi khususnya di kabupaten Banyuwangi dengan menghadirkan Nara sumber M. Ihsan, CEO Media Guru Indonesia dan Drs. Murman, M.pd Instruktur Nasional Media Indonesia. Dalam Kesempatan tersebut H. Slamet juga memberikan apresiasi terhadap karya Tulis Guru di Kabupaten Banyuwangi yang telah menghasilkan buku seperti buku Asmara Mantra buku kumpulan puisi karya Nur Khofifah, Keyakinanan Hati Sireng sebuah novel karya Uswatun Hasanah, Guru Berdedikasi Murid Berprestasi karya Azizah Masrukhah.

Lipsyne Karyawan Kemenag Kabupaten Banyuwangi


Aula Bawah Kantor Kementerian agama Kabupaten Banyuwangi siang itu, Kamis (12/12) nampak meriah dengan lagu lagu terbaru yang terdengar dan dinikmati pengunjung yang nyaris penuh memadati aula tersebut.  Para peserta seolah penyanyi ternama ketika melakukan lipsyne membawakan lagu lagu yanhg telah dipersiapkan panitia, ada yang tampil solo, ada pula yang membawa beberapa penari latar.
Juri dalam lomba Tersebut, Ivan Ardiansyah menyampaikan bahwa dengan lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan HAB kementerian Agama tersebut bukan hanya diikuti oleh karyawan dilingkungan kementerian agama saja, tetapi juga para kepala KUA dan Penyuluh Agama.
Dari Kantor Urusan Agama Kecamatan, Ghufron Musthofa, Kepala KUA Kecamatan sempu tampil memukau dengan didampingi dua penari latar yang juga Kepala KUA. Ghufron Musthofa menyampaikan bahwa dalam lomba ini perwakilan dari KUA memang yang ditunjuk adalah kepala KUA, sebagai salah satu wujut rasa pedulu terhadap memeriahkan HAB Kementerian Agama. ”Asyik juga bermain Lypsine seperti ini, kita seperti seorang penyanyi beneran” ungkapnya.

Para Pejabat Berkreasi Dalam Festival Nasi Goreng Kemenag Banyuwangi


Para pejabat pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Kamis (12/112) melaksanakan kegiatan yang tidak biasanya. Dengan pakaian ala Chef ternama, dengan didampingi seorang asisten, para pejabat tersebut beradu kreasi dalam festival Nasi Goreng yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari amal Bhakti (HAB) kementerian Agama ke 74.

Kegiatan yang diilaksanakan di teras Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut berlangsug meriah. Beberapa menu nasi goring dengan nama nama yang unik disajikan oleh para Chef yang terdiri dari para Pejabat dilingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan satker Kementerian Agama yang ada    di Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet berkeliling melihat kelihaian para kasi dan penyelenggara dalam memasak nasi goreng. Seperti yang dilakukan Kasi pendidikan madrasah yang memasak Nasi Goreng dengan Tema Nasi Goreng K.13 dimana Nasi Goreng tersebut dimasak tanpa tambahan MSG. “Kita memang memasak Nasi Goreng tanpa MSG, namun rasanya tak kalah dengan masakan Chef hotel” ungkapnya.
Panitai menyediakan enam tempat untuk memasak nasi goring tersebut, sehingga kegiatan harus dibagi dalam beberapa sesi karena tempatnya bergantian.

Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan anggaran berbasis SMART Irjen Kemenag di Banyuwangi


Tim Inspektorat Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja anggaran berbasis SMART pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi selama 4 hari terhitung Rabu (11/12) sampai dengan Sabtu (14/12).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet ketika memberikan sambutan pada pendampingan yang dilaksanakan di aula atas Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa saat ini semua menggunakan aplikasi, dan dengan aplikasi tersebut kerja semakin cepat, data dan pemantauan semakin akurat. “pada awalnya penggunaan aplikasi dirasa berat, namun pada akhirnya akan mempercepat dan memperingan pekerjaan” ungkapnya.
Tim Inspektorat Jenderal yang dipimpin Mohammad Yusup, Kepala Subbagian Verifikasi dan Pelaporan Keuangan, Bagian Keuangan dan Barang Milik Sekretariat Inspektorat Jenderal kementerian Agama akan melakukan pendampingan terhadap penggunaan Aplikasi Smart. “Aplikasi SMART adalah aplikasi berbasis web yang dibangun guna memudahkan satuan kerja dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, operator dari 12 Madrasah Tsanawiyah Negeri dan 4 Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun yang diundang hanya satu operator setiap lembaga, namun rata rata setiap lembaga mengirimkan dua orang operator untuk mengikuti kegiatan tersebut, hal ini dilakukan agar setiap lembaga benar benar ada yang dapat menguasai aplikasi tersebut.

Aneka Lomba HAB Kemenag di Banyuwangi


Kamis pagi (12/1) menjadi hari yang istimewa dan berbeda dihalaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, apel pagi diikuti peserta dengan berbagai kostum olahraga. Hal ini berkaitan dengan pembukaan berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 74.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ketika memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa berbagai macam lomba tersebut dilakukan dalam rangka memeriahkan HAb Kementerian Agama. “Meskipun banyak kegiatan, seperti AKKM (Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah) serta kegiatan lainnya, namun lomba dalam rangka HAB tetap berlangsung” ungkapnya.
Pagi ini itu ada beberapa lomba hiburan yang diselenggaran panitia seperti Lomba memasak bagi bapak bapak, Lomba Lypsinc serta makan kerupuk dengan cara yang unik yang dapat diikuti ibu ibu maupun bapak bapak.
Dalam berbagai lomba tersebut bukan hanya diikuti oleh PNS dilingkungan Kementerian Agama saja, namun juga guru guru dibawah lembaga binaan kementerian Agama seperti RA, MI, MTs maupun MA swasta.

Koordinas Penerapan Pelaksanaan Pelayanan Publik Kemenag RI di Kabupaten Banyuwangi



22 Pejabat dari Eselon I kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan Study Banding ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, baik dari Biro Ortala, Dirjen Pendis,Dirjen Katholik, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Budha serta Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri. Kehadiran para Pejabat tersebut disambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi di aula bawah Kantor tersebut hari Rabu (11/12).

H. Slamet selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyambut Kedatangan para pejabat yang melakukan study banding di Kabupaten yang berjuluk The Sun Rise Of Java. H. Slamet menyampaikan bahwa sebagai Kabupaten yang pertama kali menikmati sinar matahari di Pulau Jawa saat ini banyak menerima kunjungan study banding dari berbagai instansi. Hal ini mengingat beberapa inovasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Lebih lanjut H. Slamet menyampaikan bahwa di Banyuwangi bukan hanya Pemerintah Kabupaten saja yang melakukan inovasi dalam layanan, namun juga Kementerian Agama dimana Kementerian Agama juga membuka layanan konsultasi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kementerian Agama yang terletak di mall Layanan public.
Sementara itu rombongan dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang dipimpin Dona Aplilida Badroen, Kabag Tata Laksana pada Biro Organisasi dan tata laksana didampingi Thobib Al Asyhar, Kepala bagian Kerja sama luar Negeri Biro Hukum dan Kerja sama luar negeri menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan banyak inovasi dalam layanan masyarakat, dimana dengan inovasi tersebut memudahkan dalam layanan kepada masyarakat. “ Kita ingin study banding pada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam hal inovasi layanan public” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, sebelum rombongan Kementerian Agama Rebuplik Indonesia menuju Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, melakukan ramah tamah dengan karyawan kementerian agama Kabupaten Banyuwangi, terkait inovasi yang dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dimana dari Dirjen Pendidikan Islam sangat tertarik dengan Aplikasi E-SPJ dana BOS yang dibuat oleh inter Kementerian agama Kabupaten Banyuwangi. Ketertarikan pada Aplikasi tersebut karena dengan menggunakan E-SPJ tersebut bukan hanya dapat digunakan bendahara dalam pembuatan SPJ, namun juga sebagai Kontrol Kementerian Agama dalam penggunaan dana BOS pada Madrasah swasta.

GURU MAN 4 BANYUWANGI TEMBUS NOMINATOR 5 BESAR LOMBA MENULIS TINGKAT NASIONAL 2019


Jelang akhir tahun 2019 giliran guru MAN 4 Banyuwangi ikut bagian menunjukkan kemampuanya di ajang kompetisi Nasional. Lomba yang diselenggaran Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dilaksanakan mulai akhir November sampai 10 Desember 2019. Diawali informasi via WA dariKasi GTK Kementerian Agama Prov. Jawa Timur langsung menyebar keseluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Guru guru Seluruh Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan secara berjentang ini mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) melombakan Penulisan Best Practice pengelolaan KKG/MGMP/MGBK di MGMP masing-masing di tiap Kabupaten.
Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap, yakni sesi seleksi naskah dan sesi presentasi. Setelah diadakan Penjurian Seleksi naskah yang dilaksanakan tanggal 5-6 Desember 2019 dan hasil pengumumanya secara resmi diumumkan 5 besar Nominator jam 14.00 tanggal 6 November 2019 secara Online kemasing masing kantor kementerian Kabupaten/Kota.


Dilanjutkan secara marathon seluruh Nominator dari masing-masing tingkat KKG/MGMP/MGBK di undang di Hotel Swiss Tunjungan Surabaya untuk mempresentasikan dan menyajikan Naskah yang sudah terseleksi dihadapan dewan Juri. Setelah melalui seleksi yang ketat selama 3 hari mulai tanggal 7-9 Desember 2019 akhirnya diumumkan dan sekaligus penganugrahan yang langsung di berikan oleh Direktur GTK Kemenag RI di Aula Kanwil Kementerian Agama ProvinsiJawaTimur Prof. Dr. Suyitno, MA.
Sebagai Juara Dingkat MGMP MA Adalah Juara 1 Moh.Rodli (MGMP Bahasa Inggris - MAN 2 Mojokerto) Juara2 Subkan (MGMP Fisika - MAN 2 Mojokerto),  Juara 3 Kiswanto (MGMP FisikaMAN 4 Bojonegoro), Juara Harapan adalah Susanto (MGMP Kimia - MAN 4 Banyuwangi) dan Hanik Fauziyah (MGMP Geografi - MAN 1 Bojonegoro).
Susanto berharap masuknya guru Kabupaten Banyuwangi meskipun dalam ajangkompetisi nasional ini belum bisa menjadi yang terbaik bias menjadi inipirasi dan motivasi seluruh guru di Kabupaten Banyuwangi khususnya di MAN 4 Banyuwangi. “Selaras dengan program pemerintah dan kementerian Agama tentang program literasi guru guru harus sudah memulai dan membiasakan menulis” ujar guru yang juga pernah menjadi juara 2 nasional Menulis Essay Nasional tentang Forensik yang diselenggarakan Pasca Sarjana Universitas Airlangga ini. (S.Chimi)


Satu Guru Satu Buku Kemenag Kabupaten Banyuwangi


Apresiasi diberikan oleh Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dengan terbitnya beberapa buku karya Guru Madrasah di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu Guru yang telah berhasil menerbitkan Buku tersebut adalah Uswatun Hasanah, Guru Muda pada Madrasah Ibtidaiyah swasta Miftahul Huda Kecamatan Gambiran. Buku dengan judul “Keyakinan Hati Sireng” tersebut diserahkan ke Kemenag Kabupaten Banyuwangi yang diterima Kepala seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Banyuwangi Zaenal Abidin.
Bu Us (panggilan akrab Guru tersebut) menyampaikan bahwa dirinya termotivasi menulis Buku dengan mengikuti berbagai Workshop penulisan buku bagi Guru, baik yang dilaksanakan oleh dinas maupun swadaya. “ Alhamdulillah workshop yang saya ikuti dengan pendampingan dapat menghasilkan buku” ungkapnya. Lebih lanjut Bu Us menyampaikan bahwa saat ini ada 8 Guru madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Banyuwangi yyang sudah menerbitkan buku.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi terus mendorong para guru disemua tingkatan untuk menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk buku, karena dengan karya tulis itulah ide dan gagasan tersebut dapat dengan mudah tersampaikan kepada orang lain hingga lintas generasi. “jika sudah terbiasa menulis, maka menulis bukanlah hal yang sulit” ungkap mantan Kasubag Tata Usaha tersebut.

Operator Baru Madrasah Kab. Banyuwangi dibekali Materi Aplikasi Madrasah


Bertempat di aula Cluring Waterpack, operator lembaga baru dari mulai RA hingga MA di Kabupaten Banyuwangi mengikuti Workshop  penguatan data EMIS hari kamis (5/11) kegiatan yang dilaksanakan di wahana yang dilengkapi kolam renang ini dihadiri oleh 50 orang operator RA dan Madrasah baru se Kabupaten Banyuwangi.
Panitia Pelaksana Kegiatan,Syafaat yang juga Analis data dan Informasi pendidik dan Tenaga kependidikan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut para operator bukan hanya diberi materi tentang EMIS saja, tetapiu semua Aplikasi yang dipergunakan pada kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi seperti Simsarpras, Simpatika dan E-SPJ. “Operator juga kitab perkenalkan dengan E-SPJ sebagai aplikasi pembuatan SPJ dana BOS dimana dalam aplikasi ini admin Kemenag dapat melakukan validasi terhadapt SPJ yang dibuat Kemenag.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwagi H. Slamet ketika membuka acara yang memberikan materi menyampaikan bahwa akurasi data sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan. “Data yang akurat sangat penting dalam pengambilan keputusan” ungkapnya. Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang mengawali kariernya menjadi guru madrasah tersebut juga memberikan motivasi kepada para operator pada lembaga bagu untuk bekerja secara maksimal untuk kemajuan madrasahnya.
 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger