Pages

Penempuhan TKK MTs Kebunrejo Genteng


Genteng,(25/05)Madrasah tsanawiyah(MTS) kebunrejo mengadakan kegiatan penempuhan TKK.penempuhan ini di ikuti oleh kepengurusan dewan galang (DG) MTS Kebunrejo.kegiatan ini di laksanakan di gedung MTS Kebunrejo.di mulai pada sepulang sekolah dan berakhir sampai esok hari.semua anggota DG sangat bersemangat dan antusias saat mengikuti kegiatan penempuhan TKK ini meski dalam keadaan puasa.dan TKK yang di tempuh tersebut berjumlah 8 yang salah satunya berisi tentang menghafal ayat ayat suci al-qur'an.
saya senang dan bangga dapat memjadi anggota DG MTS Kebunrejo.saya berharap untuk DG selanjutnya untuk lebih baik lagi dan selalu semangat.kegiatan ini sangat berkesan bagi saya karna banyak pengalaman yang saya dapat mulai belajar kilat dan kebersamaan yg sangat mengena dalam ingatan saya.ujar khusnul
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan anak anak dalam mencintai terutama pramuka.dan terutama kita juga mengamalkan dasa darma yang pertama taqwa terhadap tuhan yang maha esa sekaliguspenempuhan TKK."saya berharap dengan kegiatan ini dapat menciptakan generasi yang lebih baik dan ber ahlaqkul karimah".ujar khoirudin

PRETEST PPG MAPEL UMUM DI HARI LIBUR


              Pelaksanaan pretest Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan di Kabupaten Banyuwangi yang dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi di Srono diikuti oleh 482 peserta. Kegiatan yang berlamngsung selama dua hari tersebut dilaksanakan bebasis Komputer dilaksanakan pada ruangan Laboratorium Komputer madrasah tersebut.
Pada hari kedua, Rabu (30/5) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pretes tersbut. Slamet berharap peserta yang mengikuti kegiatan pretes dapat nilai yang memuaskan dan mengikuti tahapan berikutnya. Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso ini juga memberikan motivasi kepada peserta dalam mengerjakan soal, hal ini dilakukan sebelum pelaksanaan pretest dimulai.
Admin Simpatika Kemenag Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa untuk maple umum, kegiatan dilaksanakan dalam satu lokasi, berbeda dengan saat pelaksanaan pretes PPG Daljab maple Agama dan Guru Kelas yang dilaksanakan pada tiga lokasi yang berbeda. “Kita memilih MAN 3 Banyuwangi di Srono dengan mengingat disamping mempunyai jumlah computer yang mencukupi, juga lokasi yang mudah dijangkau oleh peserta” ungkapnya.
Menurut Syafaat di Kabupaten Banyuwangi, guru yang mendaftar mengikuti Pretest PPG Daljab melalui aplikasi simpatika berjumlah 996 orang meliputi Guru pada RA hingga guru pada Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta. PPG tersebut sebuah proses bagi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik sebagai salah satu guru mendapatkan Tunjangan Profesi Guru.

Dalam Sehari, PPDB MTs mambaul Huda Telah Terpenuhi


Antusias masyararakat untuk menyerahkan pendidikan pada Madrasah salah satunya dapat dilihat dari yang mendaftar pada Madrasah Tsanawiyah Mambaul Huda Krasak Kecamatan Tegalsari, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilaksanakan Rabu (15/5) tersebut dapat terpenuhi 10 Rombongan Belajar dengan kapasitas 32 orang anak setiap rombongan belajarnya.
MTs mambaul Huda tidak menerapkan tes bagi siswa yang berkeinginan mengembangkan diri melalui lembaga tersebut, hal ini sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan dibawah Yayasan Mambaul Huda. “kami tidak melakukan tes untuk mendapatkan peserta didik, pendaftaran hanya kita batasi untuk 320 anak, dan setelah terpenuhi kuota tersebut pendaftaran kita tutup” ungkap Nurul Huda, Kepala MTs tersebut.
Nurul huda juga menyampaikan alasan untuk membuka PPDB lebih awal, karena menurutnya Ada 3 alasan utama mengapa Mts Mambaul Huda yang disingkat MTs mada membuka PPDB lebih awal dari sekolah/madrasah lain (1) uji publik untuk mengukur sejauh mana kepercayaan masyarakat pada MTs mada (2) increasing dignity of institution /meningkatkan harga diri madrasah secara umum khususnya pada Mts mada agar tidak dianggap sebagai lembaga pendidikan kelas 2 (30 kalender yayasan/pondok tahun ajaran baru ini maju yaitu pada tgl 23  juni 2019(19 syawal) KBM dah dimulai(hari pertama masuk pondok)
Ditanya tentang tidak adanya tes bagi calon PPDB dimana MTs Mada disetiap tahunnya selalu menolak calon siswa yang ingin sekolah dilembaga tersebut setelah terpenuhi kuota, Nurul huda menyampaikan bahwa tujuan dari lembaga pendidikan adalah mendidik siswa agar lebih pandai, karenanya atidak elok jika hanya menerima siswa dengan grade kemampuan tertentu. “tugas Guru/Ustad untuk mencerdaskan anak bangsa, karenanya semua yang berkeinginan ,menuntut ilmui di lembaganya harus diterima” ungkapnya. “Namun karena daya tampung terbatas, maka dibatasi bagi pendaftar yanng awal hingga mencukupi kuota saja yang diterima” ungkapnya lagi.
Terkait dengan tes yang akan dilakukannya. Pada MTs Mambaul Huda menerapkan tes untuk penentuan kelas, dimana pada Madfrasah ini ada Kelas unggulan dan kelas reguler. “Uji kompetensi mapel IPA dan Agama tetap ada untuk penentuan pembagian kelas” ungkap Guru Negeri DPK Kemenag Kabupaten Banyuwangi ini. Lebih lanjut Kepala MTs dilingkungan Pondok Pesantren mambaul huda ini menyampaikan bahwa di Madrasahya kelender pendidikan disesuaikan dengan kalender yayasan dan pesantren.

Pembinaan Guru RA Kemenag Kab. Banyuwangi


Kemampuan guru di Era digital harus bukan hanya sebagai penikmat saja, namun dituntut untuk dapat menggunakan media tersebut untuk peningkatan media pembelajaran. Hal ini disampaikan Ketua PD IGRA Kabupaten Banyuwangi Marifatul Kamila di aula Kantor Kementeria Agama Kabupaten Banyuwangi, Kamis (2/5) dihadapan Kepala RA se Kabupaten Banyuwangi.
Pendidikan pada RA dimana dalam pendidikan tersebut lebih dikedepankan permainan untuk pengembangan bakat peserta didik, nnamun permainan yang diterapkan merupakan permainan yang mengarah kepada pendidikan, dan saat ini kita sulit untuk terlepas dari peran dunia digital ndalam kehidupan sehari hari, karenanya pendidikan dengan memanfaatkan dunia ndigital, sehingga masyarakat dapat mempergunakan media tersebuut dengan haln yang positif sangat diperlukan. Hal ini disampaikan salah satu narasumber dari analis Data dan Informasi PTK Kemenag Kabupaten Banyuwangi Syafaat.
Sementara itu narasumber yang lain yang juga dari Seksi Pendidikan Madrasah , Zainur Rohman dalam kesempatan tersebut banyak menyampaikan mengenai proses akreditasi yang harus dilakukan disetiap jenjang pendidikan. “Akreditasi sebagai salah satu cara untuk menjaga mutu pendidikan’ ungkapnya.
Pembinaan rutin yang dilakukan terhadap guru RA secara rutin tersebut diikuti oleh 118 Kepala RA se Kabupaten Banyuwangi, dimana salah satu tujuannya sebagaimana disampaikan ketua PD IGRA adalah untuk peningkatan mutu pendidikan pada RA dimana dalam pendidikan formal paling rendah tersebut guru dituntut untuk menyiapkan peserta didik untuk siap menerima materi pelajaran, karenanya dalam pendidikan pada jenjang RA lebih terhadap penyiapan mental siswa,

Siswa MTs di Banyuwangi Ujian Susulan di Rumah




Dengan kondisi yang masih lemas, Khoirul Mutamam, siswa MTs mambaul Huda Desa Krasak Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Ujian Nasional Susulan berbasis Kertas di rumahnya, senin (29/4) dan Selasa (30/4). Hal ini dilakukan karena ketika pelaksanaan UNBK siswa ini harus dirawat dirumah sakit karena rerserabg Demam berdarah. Yang bersangkutan juga tidak memungkinkan untuk mengikuti UNBK susulan karena badannya juga masih lemas.
Kepala MTs Mambaul Huda, Nurul Huda membenarkan bahwa siswanya tersebut tidak dapat mengikuti UNBK. “pada awalnya siswa ini kita daftarkan UNBK susulan, namun satu hari sebelum pelaksanaan, ternyata kondisinya masih lemas”, ungkapnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementeran Agama Kabupaten Banyuwangi Zaenal Abidin menyampaikan bahwa disamping UNKP susulan tersebut, ada 3 tempat yang melaksanakan kegiatan UNBK susulan dengan alasan siswa yang mengikuti UNBK susulan tersebut berhalangan untuk mengikuti UNBK Utama.
Ditempat terpisah, Sekretaris Rayon Ujian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Syafaat menyampaikan bahwa Ujian Nasional Paper Based Test (UNPBT) dimana siswa dapat mengerjakan soal ujian tidak dilokasi sekolah merupkan solusi terbaik bagi siswa yang sakit untuk mengikuti ujian. Dalam pelaksanaan Ujian ini, pengawasan ujian langsung dilaksanakan dari tingkat kabupaten, disamping juga panitia dari madrasah penyelenggara.
Sebagaimana disampaikan Edy Suprapto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, dalam ujian tersebut telah memenuhi standar pelaksanaan yang sudah diatur, yang bobotnya juga seimbang dengan UNBK, begitupun dengan kerahasiaan soal, dimana soal UNBK baru diterima beberapa menit sebelum pelaksanaan ujian, dan setelah ujian berlaangsung, soal ujian dimusnahkan.

Siswa MAN 1 Banyuwangi Juara 02 Lomba Fotografi AGSI Jawa Timur


Sulaiman Ali Satief, Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi berhasil menjadi juara 02 dalam Lomba Fotografi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dalam rangka Hari pendidikan Nasional tersebut diikuti oleh peserta dari SMA, SMK dan MA se Propinsi Jawa Timur.
Dalam Lomba tersebut siswa MAN 1 Banyuwangi menampilkan foto sejarah gandrung, dimana tari tradisional ini sudah menjadi ikon bagi Kabupaten paling ujung Pulau Jawa ini. Ditemui dikampusnya, Sulaiman Ali Satief menyampaikan bahwa dirinya memang hoby fotografi, terlebih lomba yang diikuti berkaitan dengan sejarah dan budaya, dimana di Banyuwangi sangat banyak budaya, terlebih Gandrung dimana kesenian gandrung dulu jjuga digunakan untuk alat perjuangan merebut kemerdekaan.
Kepala MAN 1 Banyuwangi Saeroji menyampaikan bahwa Madrasah menfasilitasi semua semampuan siswanya untuk berkembang, baik intra maupun ekstra kulikuler. “Kesenian gandrung yang ada di Kab7upaten Banyuwangi dijadikan objek fotografi oleh siswa dan Alhamdulillah mendapat juara 02” ungkapnya.

Lebih lanjut Saeroji juga menyampaikan bahwa siswanya tersebut akan diundang dalam puncak acara Hardiknas yang akan dilaksanakan penyerahan hadiahnya pada Hari Rabu (24/4) mendatang di Museum Trowulan Mojokerto.
Sementara itu Sulaiman Ali Satief menceritakan Tari Gandrung yang menjadi objek fotografinya dimana Sejarah kesenian gandrung Banyuwangi muncul setelah kekalahan rakyat Blambangan melawan VOC yang mengakibatkan rakyat Blambangan tercerai-berai.
Kesenian tari Gandrung Banyuwangi diciptakan dengan tujuan untuk mempersatukan kembali rakyat Blambangan. Tari gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dengan diiringi instrumen gendang. Sekitar tahun 1890an, Gandrung laki-laki ini lambat laun digantikan oleh gandrung perempuan seiring dengan berkembangnya ajaran Islam di Blambangan.
Pada mulanya gandrung hanya boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun sejak tahun 1970-an banyak gadis-gadis muda yang diperbolehkan mempelajari tarian ini.Kesenian ini kemudian terus di kembangkan oleh pemerintah Banyuwangi.


(Diklat PERTOLONGAN PERTAMA PMR WIRA MAN 2 Banyuwangi)



Madrasah Aliyah Negeri 2 banyuwangi mengadakan diklat pertolongan pertama yang di laksanakan di markas PMI Kab. banyuwangi.  kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari (18-19/4)
dan di fasilitatori langsung oleh KSR PMI Kab.Banyuwangi yang bersertifikasi. kegiatan ini di ikuti oleh siswa siswi MAN 2 Banyuangi yang berlokasi di Kecamatan Genteng, dimana para siswa yang mengikuti Diklat ini merupakan siswa yang mengikuti extrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR) Kelompok WIRA. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan  materi serta praktek langsung guna dapat di praktekkan ketika dibutuhkan, terutama dalam lingkup kampus.
Materi demi materi berlangsung dengan tertib dan di ikuti dengan seksama oleh siswa siswi, pada tiap tiap materi langsung di berikan praktek cara penangan dari semua pertolongan pertama. Materi yang di dapat para siswa langsung dilakukan simulasi penanganan pertolongan pertama di lapangan.(a) mulai masuk ke area pertolongan. (b)penilaian terhadap diri korban apakah dapat di salmatkan atau tidak.(c)tim efakuasi segera mengambil korban yang mengancam nyawa.(d) tim medis segera menangani korban di area aman.(e)efakuasi seluruh korban yang ada di lapangan.
Salah seorang peserta menyamp[aikan bahwa Kegiatan ini sangat seru karna fasilitator yang sangat ramah dan juga asyik, sehingga materi yang kami dapat sangat mudah di fahami.dan yang paling mengesankan kami dapat melihat langsung alat alat medis yang di miliki oleh PMI Kab.Banyuwangi. ”saya berharap adik adik dapat mengamalkan ilmu yang telah di dapat dari markas PMI ini”.ujar nanik(siswa kelas 11)
Begitu juga dengan kesan Halimah KSR PMI Kab.Banyuwangi “Sebuah kehormatan bagi saya sehingga bisa memberikan sedikit ilmu kepada adik-adik PMR WIRA MAN 2 Banyuwangi sehingga ilmu yang saya dapat bisa manfaat dan barokah bagi semua”.pembelajaran ini bertujuan untuk malakukan perubahan karakter pada anak anak sehingga menjadi siswa yang benar – benar peduli terhadap diri sendiri dan diri orang lain.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger