Pages

epala Kantor Kementerian Agama Kab. Banyuwangi, Jabatan Strategis Masa Revolusi

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Banyuwangi, Jabatan Strategis Masa Revolusi

Oleh : Syafaat

Berdirinya Kementerian Agama pada 3 Januari 1946, sekitar  lima bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan kecuali berakar dari sifat dasar dan karakteristik bangsa Indonesia tersebut di atas juga sekaligus sebagai realisasi dan penjabaran ideologi pancasila dan UUD 1945. ketentuan juridis tentang agama tertuang dalam UUD 1945 BAB XI pasal 29 tentang Agama ayat (1) dan (2). Berbunyi (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Khususnya di Kabupaten Banyuwangi, maka urusan pemerintahan dibidang agama tentu setelah adanya pembentukan Kabupaten Banyuwangi Dengan diterbitkanya UU No. 2 tahun 1950. Tentang pembentukan Provinsi Jawa Timur, instansi ini merupakan jawatan Agama yang secara terus menerus mengalami perubahan nama sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku yaitu  Kantor Urusan Agama Kabupaten atau Kantor Kenaiban, Inspeksi Urusan Agama / Insura, sedang bidang kependidikan yaitu Inspeksi Pendidikan Agama  / Inspendag. Kemudian berubah nama menjadi, Dinas Urusan Agama / Dinura, untuk bidang kependidikan yaitu Dinas Pendidikan Agama  / Dipenda dan kemudian berubah lagi, Kantor Pendidikan Agama / Kapendag, berubah menjadi Kantor Departemen Agama / Kandepag  hingga Kantor Kementerian Agama./ Kankemenag Kabupaten Banyuwangi.

Pada awalnya gedung Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berada bersebelahan dengan Masjid Agung Baiturrahman (Dulu Masjid Jami Baiturrahman), pada awal berdirinya, Jawatan Agama yang juga terdapat Kantor Urusan Agama serta Pengadilan Agama berada di utara Masjid, setelah tahun 1955 berada di sebelah selatan Masjid hingga tahun 1975, bersebelahan dengan gedung bioskop Srikandi,yang juga tutup pada pertengahan tahun 1970-an. Pada tahun tersebut kawasan Masjid Jami merupakan salah satu kawasan titik keramaian  pusat kota diantara dua kawasan titik keramaian lainnya seperti kawasan simpang lima dan pecinan (China Town) di Timur Stasiun Kereta Api (lama) di Karangrejo. Tidak berlebihan jika pusat keramaian berada disekitar Taman Sritanjung sekarang, hal ini dengan mengingat kawasan tersebut dijadikan pusat pemerintahan, sebagaimana konsep perkotaan dengan konsep jawa kuno, yakni di depan pendopo sebagai rumah Adipati, kemudian di sebelah kiri merupakan pusat keamanan (Kantor Polisi) dan penjara,, sedangkan di sebelah kanan Tempat Ibadan, den di depannya adalah pasar, terlebi di depat Masjid Jami saat itu merupakan terminal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada masa revolusi mempunyai peran yang sangat strategis, hal ini dibuktikan dengan ditempatkanya Raden Mas (RM) Ali Manshur yang lebih dikenal dengan nama KH Ali Manshur yang sebelumnya menjabat sebagai anggota konstitunte, ditugaskan sebagai Inspeksi Urusan Agama (Djawatan Agama) Kabupaten Banyuwangi dari tahun 1959 hingga tahun 1965. Wilayah ujung timur pulau Jawa ini dianggap mempunyai peran yang sangat strategis dalam perkembangan politik di Indonesia. Terlebih diwilayah ini kekuatan politik berimbang antara yang berhaluan kiri (komunis) dengan yang berhaluan kanan (Religius). Hal ini dapat kita lihat dari komposisi keanggotaan DPRD Kabupaten Banyuwangi pada era Revolusi yakni DPRD Kabupaten Banyuwang dari partai besar, NU mendapatkan kursi 15, disusul degan PKI 12 kursi, PNI 9 kursi.

Konstituante adalah sebuah lembaga yang pernah ada di Indonesia masa demokrasi liberal. Lembaga ini didirikan pada tanggal 09 November 1956 dan dibubarkan pada tanggal 5 Juli 1959. Lembaga yang berisi 514 orang anggota ini dipilih melalui pemilihan umum 1955 (pemilu 1955) yang pada tanggal 15 Desember 1955. Lembaga Konstituante sendiri merupakan lembaga yang sudah diamanatkan oleh UUDS 1950. Pasalnya, UUDS 1950 itu sendiri disusun dalam waktu yang sangat mendadak untuk memenuhi tuntutan pergolakan dalam negeri atas penyatuan kembali Indonesia. Para daerah yang ingin segera kembali bersatu dalam negara kesatuan menyadari bahwa mereka masih memerlukan undang-undang dasar yang mereka sepakati bersama, namun waktu hanya cukup untuk menciptakan dasar hukum yang bisa menggabungkan mereka kembali kepada negara kesatuan. Untuk itulah, dalam pasal 134 UUDS 1950 itu sendiri terdapat amanat agar di kemudian hari, perlu dibentuk sebuah lembaga bernama Konstituante dalam rangka menyusun undang-undang dasar yang baru bagi Republik Indonesia. RM Ali Manshur menjadi anggota Konsituante mewakili wilayah Nusa Tenggara dari Nahdlatul Ulama. Beliau kembali ke Kementerian Agama setelah Konstituante dibubarkan dengan Dekrit presiden.

Yang menarik dari pergolakan politik di Kabupaten Banyuwangi, yang sebelumnya tidak ada tanda-tanda penggunaan kekerasan dalam penyelesaian maupun mempengaruhi massa hingga pertengahan tahun 1960-an. Proses saling mempengaruhi massa dengan menggunakan pendekatan seni dan budaya yang hidup dalam masyarakat Banyuwangi yang dikenal dengan keaneragaman seni dan budayanya. Penggunaan seni dan budaya dalam pertarungan memperebutkan pengaruh politik ini mengakibatan seni dan budaya seakan terbelah dan menjadi identitas partai maupun golongan tertentu.

Proses terciptanya Shalawat Badar, sebagaimana disampaikan KH. Siddik Ali (Putra keempat KH. Ali Mansur), penuh dengan misteri dan teka-teki. Konon, pada suatu malam, KH. Ali Mansur yang gemar menulis ini tidak bisa tidur. Hatinya merasa gelisah karena terus menerus memikirkan situasi politik yang semakin tidak menguntungkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang ia pimpin selain menjabat sebagai Kepalkla Djawatan Agama Kabupaten Banyuwangi. Orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) semakin leluasa mendominasi kekuasaan dan berani membunuh kiai-kiai di pedesaan. Sebagai pesaing utama PKI saat itu. Sambil merenung, Kiai Ali Mansur terus memainkan penanya diatas kertas, menulis syair-syair dalam bahasa arab. Beliau menulis di banyak kertas dan membuangnya ketempat sampah dari beberapa tulisan yang dianggap kurang pas. Dia memang dikenal mahir membuatsyair sajak ketika masih belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kegelisahan Kiai Ali Mansur yang beberapa kali dipanggil KH. Idham Kholid di Jakarta ini berbaur dengan rasa heran, karena pada malam sebelumnya bermimpi didatangi para habib berjubah putih-hijau. Semakin mengherankan lagi, karena pada saat yang sama, menurut penuturan Putra keempatnya yang saat ini berdomisili di Kelurahan Gombengsari, bahwa uminya  (istri KH. Ali Manshur) bermimpi melihat KH. Ali Manshur dipeluk oleh Rasulullah SAW. Keheranan muncul lagi karena keesokan harinya banyak tetangganya di Kelurahan Karangrejo, tempat kediaman beliau saat itu yang datang kerumahnya sambil mebawa beras, daging, dan lain sebagainya, layaknya akan mendatangi orang yang akan punya hajat mantu. Mereka bercerita, bahwa pagi-pagi buta pintu rumah mereka didatangi orang berjubah putih yang memberitahukan bahwa dirumah Kiai Ali Mansur akan ada kegiatan besar. Mereka diminta membantu. Maka mereka pun membantu sesuai dengan kemampuannya.

Yang mengherankan adalah, siapa orang berjubah putih yang mendatangi tetangganya itu, memang sebelumnya KH. Ali Manshur mendatangi Habib Hadi Al-Haddar Banyuwangi perihal mimpinya didatangi para habib berjubah putih-putih. Habib Hadi menjawab: “ Itu Ahli Badar, ya Akhy.” Kedua mimpi aneh dan terjadi secara bersamaan itulah yang mendorong dirinya menulis syair, yang kemudian dikenal dengan Shalawat Badar. malam itu banyak orang bekerja di dapur untuk menyambut kedatangan tamu, yang mereka sendiri tidak tahu siapa, dari mana dan untuk apa.? Menjelang matahari terbit, serombongan habib berjubah putih- hijau dipimpin oleh Habib Ali bin Abdurrahman al- Habsyi dari Kwitang Jakarta, datang kerumah Kia Ali Mansur.

“Alhamdulillah………,” ucap kiai Ali Mansur ketika melihat rombongan yang datang adalah para habaib yang sangat dihormati keluaganya.

Setelah berbincang basa-basi sebagai pengantar, membahas perkembangan PKI dan kondisi politik nasional yang semakin tidak menguntungkan, Habib Ali menanyakan topik lain yang tidak diduga oleh Kiai Ali Mansur: “ Ya Akhy! Mana Syair yang ente buat kemarin? Tolong ente bacakan dan lagukan di hadapan kami-kami ini!” Tentu saja Kiai Ali Mansur terkejut, sebab Habib Ali tahu apa yang dikerjakannya semalam. Namun ia memaklumi, mungkin itulah karomah yang diberikan Allah kepadanya. Sebab dalam dunia kewalian, pemandangan seperti itu bukanlah perkara aneh dan perlu dicurigai. Segera saja Kiai Ali Mansur mengambil kertas yang berisi Shalawat Badar hasil gubahannya semalam, lalu melagukannya dihadapan mereka. Secara kebetulan Kiai Ali Mansur juga memiliki suara bagus. Ditengah alunan suara Shalawat Badar itu para Habaib mendengarkannya dengan khusyuk.

K.H. Ali manshur menjabat di Kabupaten Banyuwangi hingga tahun 1965, atau setahun setelah beliau menulis syair Shalawat Badar untuk kemudian ditugaskan di Mojokerjo. Meskipun beliau pindah tugas, namun di Kabupaten Banyuwangi, terutama di Kelurahan Karangrejo, Shalawat Badar tetap dilantunkan oleh kelompok pengajian diwilayah tersebut, terutama oleh keluarga KH. Ali manshur sendiri.

Diangkatnya KH Ali Mansur Kepala Kantor Kementerian Agama (Djawatan Agama) Kabupaten Banyuwangi di masa pergolakan politik tahun 1960-an di bumi bekas Kerajaan Blambangan ini menunjukkan bahwa wilayah yang saat ini berjuluk The Sunrise of Java ini mempunyai peran penting dalam pemerintahan di Nusantara sejak dulu kala. Karenanya tidak berlebiohan jika saat itu mantan anggota konstituante yang merupakan jabatan politik yang bertugas membentuk Undang-Undang Dasar, ditunjuk menjadi orang nomor satu di jajaran kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, selain jabatan belliau dalam Oeganisasi nahdlatul Ulama.

*Penulis adalah ASN pada Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Banyuwangi

Komet Online HAB Kemenag Kab Banyuwangi

 


Komet Online HAB Kemenag Kab Banyuwangi

Komtetisi Matematika terintegrasi online jenjang Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Banyuwangi akan digelar Senin, 13 Desember 2021, hal ini disampaikan H. Saeroji selalu Koordinator sub seksi Lomba Akademik HAB ke 76 Kementerian Agama Tahun 2022 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diruang Kepala MAN 1 Banyuwangi Jumat (03/12/2021).

Kepala MAN 1 Banyuwangi tersebut menyampaikan bahwa Komet Online ini dapat diikuti oleh siswa kelas lima maupun Kelas enam MI baik swasta atau Negeri di Kabupaten Banyuwangi. 'kita menyiapkan soal yang dibuat oleh tim independen" ungkapnya. Lebih lanjut Ketua MWC NU Kecamatan Bangorejo ini menyampaikan bahwa pengumuman dapat dilihat di  https://bit.ly/KOMETHAB76MI

Sementara itu tem IT Komet Online dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Syafaat menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan inj dilaksanakan secara serentak, peseeta dapat didaftarkan oleh prmbina di masing masing madrasah dengan alamat link :

https://bit.ly/DaftarKOMET_MI_HAB76

Menyinggung masalah adanya kecurangan, Syafaat menyampaikan bahwa kemungkinan kecurangan dinanapun ada, namun dirinya telah menyiapkan aplikasi khusus yang dapat memantau jika ada kecurangan.

Ketua HAB ke 76 Dimyati menyampaikan bahwa tahun ini hampir seluruh lomba adalah online dan dititik beratkan kepada pengembangan potensi.

"ada puluhan lomba online yang kita siapkan yang kesemuanya mengarah kepada pengemban kompetensi, baik untuk siswa maupun ASN" ungkap Kasi PAIS ini.(Staf)

MTsN 1 Banyuwangi Juara English Reading and Speech Contest.

 MTsN 1 Banyuwangi Juara English Reading and Speech Contest.



 Almer Lazuardi NIibras Salam dan Inavo Pramudita Poli dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banyuwangi berhasil menjadi juara satu dan tiga dalam English Reading and Speech Contest yang diselenggarakan Lembaga Anti Narkoba (LAN) Banyuwangi yang Final dilaksanakan di Hedon Excelso Cafe and Resto Banyuwangi, Sabtu (27/11/2021).

Ketua LAN Banyuwangi Hijratul Hadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini disamping memberikan semangat kepada para siswa untuk mengasah prestasi, juga sebagai salah satu sarana untuk mensosialisasikan gerakan anti narkoba dikalangan pelajar.

Dalam Grand Final tersebut disamping siswa MTsN 1 Banyuwangi yang mendapat juara, juga dari Siswa MTsN 4 Banyuwangi yang masuk Grand Final. Meskipun belum mendapatkan juara,  dari MTsN 4 Banyuwangi juga merasa sangat bersyukur, karena di usia yang sangat belia, siswa kelas tujuh yang baru menginjak usia 12 tahun ini akan terus belajar dan berlatih agar nantinya juga bisa menjadi juara. Hal ini disampaikan Lulu Anwariyah, guru pembimbing yang mendampingi siswanya tampil di acara tersebut.

Ditempat terpisah Kepala MTsN 1 Banyuwangi menyambut baik kemenangan yang diperoleh kedua siswanya.

Ketua LAN Banyuwangi memberikan apresiasi tersendiri kepada MTsN Banyuwangi karena dua siswanya menjadi juara pertama dan ketiga. "Selamat untuk MTsN 1 Banyuwangi" ungkapnya.

Almer Lazuardi NIibras Salam merasa gembira bisa menjadi yang terbaik dalam acara bergengsi yang sangat independen ini. "Sebelumnya kita mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan hari Rabu kemarin" ungkapnya.(Syafaat)

Diklat Jurnalistik MTsN 4 Banyuwangi


 Diklat Jurnalistik MTsN 4 Banyuwangi


Sebagai madrasah riset dan madrasah literasi, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Banyuwangi mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik bagi siswa sejak Senin (15/11/2021) hingga Selesai (16/11/2021) di aula MTsN 4 Banyuwangi di Sumberberas.

Panitia pelaksana kegiatan yang juga Kepala Perpustakaan Lulu Anwariyah menyampaikan bahwa Tahun ini MTsN 4 Banyuwangi merupakan satu satunya tahun ini yang menyelenggarakan Diklat jurnalistik.

Kepala MTsN 4 Banyuwangi Hadi Suwito ketika membuka Diklat dengan tema "Membangun insan liyerat dalam berkarya" menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan dengan narasumber Yasin Alibi, pranata Humas pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan Syafaat diharapkan adanya peningkatan kemampuan siswa dibidang Literasi. 

"Duta perpustakaan dibebtuk bukan sebagai pelayan perpustakaan, tetapi diharapkan menjadi penulis yang bercirikan keagamaan' ungkapnya.

Lebih lanjut Hadi Suwito menyampaikan bahwa dengan adanya Karya Tulis maha buah pikiran kita akan dibaca oleh generasi selanjutnya, yang dalam hal ini adalah adik kelas dari yang saat ini mengikuti Diklat.

Dalam paparannya, kedua narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya tersebut menyampaikan berbagai trik penulisan berita hingga penulisan essai populer.

Sebagaimana yang disampaikan Syafaat yang juga ketua Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama (Lentera Sastra) bahwa pelatihan penulisan ini akan terus diadakan pendampingan secara online hingga peserta dapat menerbitkan buku ber ISBN.(syafaat)

Bimtek Penyuluh Produk Halal

 Bimtek Penyuluh Produk Halal



Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi kembali mengadakan bimbingan teknis Sertifikasi halal kepada Penyuluh bidang produk halal, Kamis (11/12021) di aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Rogojampi.

Penyelenggara zakat dan wakaf Kemenag Kab Banyuwangi Imam Muklis menyampaikan bahwa penguasaan materi tentang bagaimana yang dimaksud dengan produk halal dan siapa penanggung jawabnya sangat penting sebagai jaminan masyarakat bahwa produk yang di konsumsi, terutama yang bersertifikat halal benar benar halal, karenanya disetiap produsen harus ada penyelia halal dengan persyaratan harus beragama Islam. 

Lebih lanjut Imam Muklis menyampaikan bahwa Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan harus benar benar mampu melakukan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengajukan sertifikat halal, terutama UMKM. "para pelaku usaha UMKM banyak yang gagap teknologi dan usaha perorangan yang butuh pendampingan dan babtuan dalam pengurusan produk halal" ungkapnya.

Syafaat dari seksi Bimas Islam memberikan materi tentang bagaimana mengajukan sertifikat halal secara online. Dalam Bimtek tersebut bukan hanya praktek pengajuan sertifikat halal dan berkas-berkas yang dibutuhkan dan dibunggah saja, namun juga tentang bagaimana mengajukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) secara online dan pengajian Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui oss.go.id.

"Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi tentang sertifikasi halal bagi masyarakat, karenanya Penyuluh harus faham tentang mekanisme pengajuan sertifikat halal melalui BPJH Kementerian Agama" ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada tahun 2021 ini sudah ada 45 pelaku usaha UMKM yang mengajukan sertifikat halal secara gratis (sehati) dari Kabupaten Banyuwangi, Bimtek yang dilakukan bagi penyuluh dimaksudkan agar jika ada yang mengajukan sertifikat halal secara mandiri dapat didampingi oleh penyuluh agama Islam pada KUA Kecamatan, dan pada tahun 2022 pengajuan sehati lebih maksimal (syafaat)

Sosialisasi Sertifikat Halal QFish Muncar.

 Sosialisasi Sertifikat Halal

QFish Muncar.


Bertempat di aula KUA Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Sabtu


(06/11/2021), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi mengadakan sosialisasi sertifikat halal kepada Pelaku Usaha UMKM diwilayah Kecamatan Muncar dan sekitarnya.

plt. Penyelenggara Syariah Imam Muklis menyampaikan bahwa saat ini sertifikat halal menjadi kewenangan Kementerian Agama, Yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, dan disetiap Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan ada Penyuluh Agama Islam yang salah satu tugasnya adalah penyuluhan produk halal pada masyarakat. 


"Ada program Sehati, atau Sertifikat Halal Gratis yang difasilitasi ada juga yang mandiri dan berbayar, UMKM diharapkan bisa mengakses sehati" ungkap Imam Muklis.

Sementara itu Syafaat dari Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama menyampaikan tentang tatacara pendaftaran sertifikat halal melalui online, beserta tatacara pengisian berkas yang harus diunggah sebagai lampiran pengajuan.

Dalam kesempatan tersebut sebagian besar peserta berasal dari komunitas Star Up QFish Muncar, yakni komunitas pelaku usaha UMKM yang hasil usahanya berbahan baku dari hasil laut. "Kita lebih mudah membersihkan sosialisasi dan pendampingan kepada mereka, karena ada komunitasys, terlebih beberapa mahasiswa dan pemuda bergabung didalamnya" ungkap Syafaat.

Lebih lanjut disampaikan oleh staf Bimas ini bahwa dalam pendampingan tersebut bukan hanya tentang bagaimana mendaftar sertifikat halal secara online, tetapi juga bagaimana cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang juga dilakukan secara online.

Para pelaku usaha dari UMKM diwilayah pelabuhan terbesar di Pulau Jawa tersebut sangat antusias mengikuti pendampingan, hal ini dengan mengingat pentingnya sertifikat halal untuk pemasaran produk mereka yang harus bersaing dengan pengusaha besar, seperti yang disampaikan Julfia Rasya Putri, Mahasiswa semester lima Fakultas Agrobisnis yang juga memulai usahanya, gadis cantik berkacamata ini menyampaikan bahwa dirinya dan para pelaku usaha UMKM yang bergabung dalam QFish Muncar yang sebagian besar anggotanya para emak-emak ini sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama kabupaten Banyuwangi yang dengan sabar memberikan pendampingan. "Kita akan kesulitan jika tidak ada pendampingan seperti ini, terlebih pelaku usaha perorangan ini banyak yang gaptek dan sebagian besar sudah emak emak yang juga harus mengurus rumah tangga" ungkapnya.

Lebih lanjut Syafaat menyampaikan bahwa para pelaku usaha UMKM memang disarankan untuk membentuk kelompok agar lebih mudah dalam komunikasi bdan meningkatkan kualitas produk.

"Dalam pengurusan sertifikat halal dan beberapa persyaratan administrasi lainnya, mereka dapat saling membantu" ungkapnya.

QFish Muncar merupakan wadah bagi pelaku usaha perorangan dari warga yang melakukan usaha rumahan dari bahan baku hasil laut, meskipun demikian produk mereka telah diperdagangkan secara online hingga ke manca negara, karenanya sertifikat halal ini sangat penting untuk pengembangan usaha mereka.

Kakanwil Kemenag Prov. Jatim Apresiasi Juara Robotik Internasional.

 Kakanwil Kemenag Prov. Jatim Apresiasi Juara Robotik Internasional.


Tim Robotik MAN 1 Banyuwangi yang menjadi juara Robotik yang diadakan di


Hongkong mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram, Sabtu (30/10/2021). Apresiasi tersebut disampaikan Husnul Maram ketika mengunjungi stand Pameran Kanwil Kemenag Prop Jawa Timur dalam Ajang Pameran Hari Aksara Internasional Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Hotel El Royal Kabupaten Banyuwangi.

Didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet, Kakanwil berharap kemampuan riset dibidang robotik terus ditingkatkan. "Kita tidak dapat lepas dari perkembangan tekhnologi, karenanya riset dibidang robotik perlu kita tingkatkan" ungkapnya.

Ketua Team Robotik MAN 1 Banyuwangi Muhsinul Wafa menyampaikan bahwa dia bersama teamnya yakni Hendika Putra Anugerah, Dinda Rima Rachcita, dan meyriza Widya pranata pada awalnya mengikuti seleksi ditingkat Nasional secara virtual, dan setelah masuk final Nasional, maka diadu ditingkat Internasional. "Semua dilaksanakan secara virtual" ungkapnya.

Sementara Itu Kankemenag Kabupaten Banyuwangi H. Slamet menyampaikan bahwa selain menang pada lomba Robotik yang dilaksanakan di Hongkong secara virtual tersebut, team robotik MAN 1 Banyuwangi juga menang dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh salah satu negara di Afrika."Pandemi covid-19 memberikan dampak positif bagi siswa, karena banyak kompetisi yang dilaksanakan secara virtual" ungkapnya. (Syaf)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger