Pages

Tampilkan postingan dengan label Warta Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Berita. Tampilkan semua postingan

Lapas Banyuwangi Tampilkan Tari Tradisional Warga Binaan, Perkuat Mental Sekaligus Rawat Budaya Lokal

BANYUWANGI (Warga Blambangan) Upaya pembinaan kepribadian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan bernilai budaya. Salah satunya diwujudkan lewat penampilan seni tari tradisional yang diperagakan oleh warga binaan di lapangan Griya Blambangan Lapas Banyuwangi, Sabtu (23/5).

Pertunjukan tersebut menghadirkan suasana berbeda di lingkungan lapas. Di tengah kegiatan makan siang bersama, ratusan warga binaan disuguhkan atraksi seni yang memadukan gerak tari tradisional dengan iringan musik gamelan yang dimainkan secara langsung oleh sesama warga binaan. Penampilan itu pun mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para penonton yang hadir.


Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, hadir langsung menyaksikan kegiatan bersama jajaran pejabat struktural. Ia menegaskan bahwa pertunjukan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan yang bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mengasah kesiapan mental warga binaan untuk tampil di ruang publik.

Menurut Solichin, panggung sederhana di dalam lapas sengaja dijadikan ruang latihan mental agar warga binaan terbiasa tampil di depan banyak orang. Dengan demikian, ketika terdapat kesempatan mengisi agenda resmi atau kegiatan seni di luar lapas, mereka telah memiliki kesiapan yang memadai.

“Pembinaan ini kami arahkan agar mereka memiliki mental yang kuat dan rasa percaya diri. Jadi, ketika dibutuhkan untuk tampil dalam kegiatan resmi maupun pertunjukan lainnya, mereka sudah siap,” ujarnya.

Lebih jauh, Solichin menjelaskan bahwa pembinaan seni tradisional tidak hanya menyasar aspek hiburan. Program tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter positif, melatih disiplin, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah.


Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, keberadaan seni tradisional dinilai perlu terus dirawat agar tidak tergerus perubahan. Karena itu, Lapas Banyuwangi berkomitmen memasukkan unsur kebudayaan sebagai bagian penting dalam pola pembinaan warga binaan.

“Harapan kami, saat kembali ke masyarakat nanti mereka tidak hanya berubah menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga mampu ikut menjaga dan mengenalkan budaya bangsa,” pungkas Solichin.

Warga Cantuk Sambut Pembangunan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda, Ditandai Peletakan Batu Pertama Musholla

 BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Masyarakat Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, menyambut antusias dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda yang diprakarsai keluarga H. Fauzi, pengusaha rumah makan Seblang Singojuruh. Langkah awal pembangunan lembaga pendidikan berbasis pesantren tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama musholla pondok pada Minggu (24/5/2026).


Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang dihadiri para ulama, tokoh agama, serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi hadir bersama pengurus lainnya, didampingi sejumlah masyayikh, kiai sepuh, dan ulama dari berbagai wilayah Banyuwangi.

Sejak awal acara, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan. Kehadiran para tokoh agama dinilai menjadi suntikan semangat bagi warga yang berharap hadirnya pondok pesantren dapat memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan Desa Cantuk.

KH. Abdul Gofar yang mewakili keluarga pendiri menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda. Ia menilai kehadiran pesantren tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan Islam yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan kehadiran para masyayikh serta seluruh masyarakat. Semoga pembangunan pondok pesantren ini berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi umat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menegaskan pentingnya keberadaan pesantren sebagai ruang pendidikan yang menanamkan nilai keislaman sekaligus menjaga harmoni kehidupan sosial.

Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter moderat dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat.

Ia menambahkan, Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendukung tumbuhnya lembaga pendidikan yang berpijak pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta sejalan dengan kultur sosial masyarakat.

“Pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga persatuan,” tegasnya.

Sementara itu, KH. Abdillah As’ad selaku penasihat pendiri Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda mengungkapkan bahwa gagasan pendirian pesantren tersebut telah dipersiapkan dalam waktu yang panjang. Menurutnya, cita-cita membangun lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an telah dirancang keluarga H. Fauzi bersama masyarakat sekitar selama kurang lebih 15 tahun.

Ia menyebut pembangunan pesantren bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga menyiapkan ruang pembinaan generasi masa depan yang memiliki akhlak, adab, dan pemahaman agama yang kuat.

“Harapannya, pesantren ini mampu menjadi tempat tumbuhnya generasi yang memiliki ilmu, karakter, dan kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh KH. Hisyam Syafaat bersama Katib Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Qosim. Dalam kesempatan itu, KH. Hisyam mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan optimisme dalam mendukung pembangunan pesantren.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta peletakan batu pertama secara bergantian oleh para ulama dan tokoh masyarakat. Warga berharap Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda kelak berkembang menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya di Kecamatan Singojuruh dan sekitarnya.

Pengunjung dan Pelapak di Taman Blambangan Meningkat, BCM Pastikan Penataan Tetap Rapi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ketua Banyuwangi Creative Market (BCM) Taman Blambangan, Rahmat, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung dan pelapak di Taman Blambangan terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan pada Minggu pagi, 24 Mei 2025, jumlah pelapak yang berjualan disebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasanya. Hingga siang hari, area taman masih dipadati masyarakat yang datang untuk berolahraga sekaligus menikmati aneka kuliner dan produk yang dijajakan para pedagang.

Tira Yulian, salah satu pengunjung asal Kecamatan Singojuruh, mengaku merasa nyaman berkunjung ke Taman Blambangan karena suasananya yang sejuk dan tidak terlalu panas. Menurutnya, masyarakat dapat berolahraga mengelilingi taman tanpa perlu membawa bekal makanan maupun minuman dari rumah.


“Di sini suasananya nyaman, masyarakat bisa olahraga sambil menikmati jajanan yang dijual para pelapak. Jadi tidak perlu repot membawa bekal,” ujarnya.

Para pedagang yang tergabung dalam Banyuwangi Creative Market (BCM) menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman yang diminati pengunjung. Meski pada waktu yang sama terdapat lokasi lain yang juga membuka lapak dagangan, antusiasme masyarakat di Taman Blambangan tetap tinggi bahkan terus bertambah.

Rahmat mengaku bersyukur atas meningkatnya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu. Menurutnya, kondisi tersebut membawa dampak positif bagi para pelapak yang berjualan di kawasan taman.

“Alhamdulillah, semakin hari semakin banyak pengunjung yang datang dan menikmati dagangan yang ada di Taman Blambangan,” katanya.

Rahmat menjelaskan bahwa pelapak yang berada di bawah area bambu, tepatnya di depan Gedung Gesibu, bukan merupakan pedagang yang tergabung dalam Banyuwangi Creative Market (BCM). Ia menyebutkan bahwa sejak dahulu para pedagang anggota BCM berada di selatan lurung bambu karena area lurung bambu awalnya diperuntukkan sebagai arena permainan.

Karena itu, pihak BCM tidak dapat mengoordinasi para pedagang yang berada di luar kelompok tersebut. Rahmat menegaskan bahwa apabila terdapat hal-hal tertentu yang dilakukan oleh pelapak nonanggota BCM, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab pihak BCM.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan bahwa setiap Minggu para pelapak anggota BCM selalu meninggalkan lokasi dalam kondisi bersih karena tersedia petugas khusus kebersihan. Sementara untuk area yang ditempati pedagang di luar anggota BCM, kebersihan dan penataannya bukan lagi menjadi tanggung jawab BCM.

Menurut Rahmat, BCM telah bertahun-tahun hadir di Taman Blambangan dengan organisasi yang solid dan terbuka. Seluruh pelapak anggota BCM diatur penempatannya agar terlihat rapi dan tertata dengan baik.

Lapas Banyuwangi Perkuat Kohesi Sosial Warga Binaan Melalui Program Makan Siang Bersama

 BANYUWANGI (Warta Blambangan) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menginisiasi kegiatan makan siang bersama yang melibatkan ratusan warga binaan sebagai bagian dari upaya penguatan kohesi sosial dan pembinaan berbasis pendekatan humanis, Sabtu (23/5). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Blok Griya Blambangan tersebut menjadi salah satu strategi institusi dalam membangun iklim pemasyarakatan yang kondusif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter warga binaan.


Harlah Ke-80 Muslimat NU Banyuwangi Jadi Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyuwangi berlangsung khidmat di Banyuwangi Park, Ahad (24/5/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah Muslimat tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perempuan, khususnya kader Muslimat NU, dalam bidang pendidikan, pemberdayaan umat, dan pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan harlah diisi dengan agenda keagamaan dan sosial sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Muslimat NU dalam mengabdi kepada masyarakat serta memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan bangsa.


Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muslimat NU dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, Muslimat NU memiliki posisi strategis karena keberadaannya menjangkau hingga tingkat desa dan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa usai menghadiri kegiatan tersebut dirinya dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk mewakili Kabupaten Banyuwangi menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas capaian Banyuwangi sebagai daerah dengan angka anak tidak sekolah terendah di Indonesia.

“Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bersama bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu menghasilkan kinerja pembangunan yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, tema Harlah Muslimat NU ke-80 yang menekankan penguatan peran umat dan bangsa memiliki relevansi dengan berbagai tantangan pembangunan saat ini. Oleh karena itu, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat NU, dinilai penting dalam memperkuat sektor pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, peran perempuan, khususnya para ibu, memiliki posisi fundamental dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan keluarga, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing.

“Muslimat NU memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan pesan tentang pentingnya memperkuat peran ibu dalam pendidikan keluarga serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah perkembangan zaman.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi, Hj. Istianah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan Harlah Muslimat NU ke-80.

Ia berharap momentum harlah dapat semakin memperkuat semangat pengabdian Muslimat NU dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi, Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Timur Hj. Masruroh Wahid, serta Hj. Siti Maryam Baharudin.

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

LP Ma’arif Banyuwangi Perkuat Konsolidasi Pendidikan NU Melalui Sapa Warga di Tegaldlimo

TEGALDLIMO (Warta Blambangan) Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Banyuwangi terus memperkuat konsolidasi pendidikan Nahdlatul Ulama melalui kegiatan Sapa Warga Pendidikan Ma’arif yang digelar di Kantor MWC NU Tegaldlimo, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti unsur pengurus MWC NU Tegaldlimo, MWC LP Ma’arif, BP3MNU, kepala lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, serta badan otonom NU se-Kecamatan Tegaldlimo.

Forum tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus koordinasi untuk memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan di bawah naungan NU. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai langkah strategis dalam membangun tata kelola pendidikan Ma’arif yang lebih tertata, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.


Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa Tegaldlimo merupakan salah satu wilayah yang dinilai konsisten dalam menjalankan sistem organisasi, khususnya terkait penguatan peran BP3MNU. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan pendidikan Ma’arif di tingkat kecamatan.

Ia mengakui bahwa LP Ma’arif saat ini tengah menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam membenahi persoalan kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu, dibutuhkan kesungguhan seluruh elemen pendidikan NU untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Ma’arif.

“Lembaga pendidikan NU harus menjadi pilihan utama warga Nahdliyin. Dukungan dari warga NU sendiri menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Ma’arif,” ujarnya.

Saeroji juga menegaskan pentingnya membangun budaya kolaboratif antarlembaga pendidikan agar mampu bersaing secara sehat di tengah dinamika pendidikan modern. Ia menilai penguatan mutu pendidikan, profesionalitas manajemen, dan tata kelola organisasi menjadi kunci kebangkitan pendidikan Ma’arif di Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, seluruh peserta turut diajak mendukung pembaruan database lembaga pendidikan Ma’arif secara berkala sebagai bagian dari penguatan sistem administrasi organisasi. Selain itu, para kepala sekolah dan kepala madrasah juga didorong mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi kepemimpinan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi berharap tercipta gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah yang lebih maju, solid, dan berdaya saing di Kabupaten Banyuwangi. (URF)

PERGUNU Banyuwangi Perkuat Basis Organisasi, PAC Kalipuro Jalani Restrukturisasi Kepengurusan

 KALIPURO (Warta Blambangan) Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Banyuwangi terus melakukan penguatan organisasi melalui pembenahan struktur kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Upaya tersebut dimulai dari Kecamatan Kalipuro dalam kegiatan restrukturisasi yang berlangsung di MTs NU Gombengsari, Sabtu (23/5/2026).

Langkah pembaruan struktur organisasi ini menjadi bagian dari strategi percepatan konsolidasi internal sekaligus memperkuat peran PERGUNU sebagai organisasi profesi guru Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.


Dalam forum tersebut, Abdul Qadir yang juga menjabat Kepala MI Darussalam 1 Kalipuro dipercaya memimpin PAC PERGUNU Kecamatan Kalipuro. Kehadirannya diharapkan mampu membawa energi baru dalam memperkuat peran organisasi, khususnya dalam merespons tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Ketua PC PERGUNU Banyuwangi, H. Wijanarko, menegaskan bahwa penataan kepengurusan merupakan langkah strategis agar organisasi dapat bergerak lebih efektif dan terarah.

“Restrukturisasi ini kami harapkan mampu menghadirkan semangat baru sehingga organisasi semakin solid, aktif, dan optimal dalam menjalankan program-program PERGUNU,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Rois Syuriah MWC NU Kalipuro, KH Abdul Majid, serta diikuti para anggota PERGUNU se-Kecamatan Kalipuro yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, RA, TK, MI/SD, MTs/SMP hingga SMA/MA. Kehadiran para pendidik itu mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan guru NU dalam membangun organisasi yang semakin kokoh.

Dalam kesempatan yang sama, Haikal Kafili yang hadir mewakili PCNU Banyuwangi menekankan pentingnya membangun organisasi dengan landasan niat perjuangan dan nilai keberkahan sebagaimana diajarkan para muassis Nahdlatul Ulama.

Ia mengingatkan bahwa aktivitas berorganisasi di lingkungan NU bukan semata urusan administrasi, melainkan bagian dari khidmat perjuangan yang berakar pada nilai-nilai yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari melalui Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

“Kita hadir dan berhimpun dalam organisasi ini sebagai bagian dari perjuangan dan ikhtiar meraih keberkahan. Semangat itu yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Haikal juga menegaskan bahwa keberhasilan program organisasi sangat bergantung pada kekuatan struktur kepengurusan yang tertata dari tingkat cabang hingga anak cabang.

Menurutnya, berbagai gagasan dan program tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung sistem organisasi yang lengkap, aktif, dan solid.

Restrukturisasi PAC Kalipuro menjadi bagian dari agenda besar PC PERGUNU Banyuwangi dalam memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh wilayah kecamatan. Langkah ini sekaligus menjadi ikhtiar memperkuat peran guru Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di Banyuwangi.

LKNU Banyuwangi Mulai Bergerak, Musyaker Perdana Bahas Peta Jalan Kesehatan Umat

 BANYUWANGI (Warta Blambangan) Kepengurusan baru Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 mulai mengambil langkah cepat dengan menggelar Musyawarah Kerja I (Musyaker I) di Hall Lantai 2 Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi, Sabtu (23/05/2026).

Meski kepengurusan tersebut belum resmi dikukuhkan, semangat untuk segera menjalankan amanah organisasi telah ditunjukkan melalui forum musyawarah perdana yang menjadi dasar penyusunan arah gerak organisasi lima tahun ke depan.

Pelaksanaan Musyaker I mengacu pada Surat Keputusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi Nomor 76/PC.01/A.II.01.17/1612/05/2026 tentang Pengesahan Pengurus LKNU Banyuwangi yang ditetapkan pada 18 Mei 2026. Dalam keputusan tersebut, para pengurus didorong untuk segera mengaktifkan tugas kelembagaan agar program kerja dapat terlaksana secara optimal.

Musyawarah dipimpin Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, bersama Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes. Forum tersebut difokuskan pada penyusunan program-program strategis yang akan menjadi pedoman organisasi selama masa khidmat 2026–2031.

Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang kesehatan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, LKNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup warga.

Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, mengatakan bahwa Musyaker menjadi ruang konsolidasi sekaligus langkah awal menyatukan gagasan seluruh pengurus.

“Melalui Musyaker I ini, kami ingin menyatukan visi serta menyusun program yang nyata dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Merawat Jagat Membangun Peradaban,” katanya.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dari berbagai unsur profesi kesehatan dan sosial. Sejumlah tenaga medis yang hadir di antaranya dr. Hj. Zuwwidatul Husna, dr. Ilham Zulkifli Wahab dari Klinik As Syifa Blokagung, dr. Agus Anang Faton dari RS Ar Rohmah Jajag, serta sejumlah aktivis kesehatan lainnya.

Keberagaman latar belakang pengurus dipandang sebagai kekuatan tersendiri dalam melahirkan berbagai program pelayanan kesehatan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Beberapa program yang mulai dibahas antara lain edukasi kesehatan, upaya penanganan stunting, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, serta perluasan akses kesehatan bagi masyarakat.

Di hadapan media, dr. Sabit juga menyampaikan bahwa LKNU Banyuwangi dalam waktu dekat akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai lembaga di lingkungan PCNU Banyuwangi maupun instansi pemerintah terkait untuk memperkuat kolaborasi program.

Hal senada disampaikan Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., yang juga Direktur Klinik Dokter Didik Sulasmono (KDS) Rogojampi. Menurutnya, sebagai organisasi kemasyarakatan besar, Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“NU memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan manfaat bagi umat, termasuk memberikan perhatian terhadap kesehatan para santri di pondok pesantren. Sebab kesehatan merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul,” ujarnya.

Melalui langkah awal tersebut, LKNU Banyuwangi berharap dapat menghadirkan program kesehatan yang tidak hanya bersifat formalitas organisasi, namun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat hingga lapisan paling bawah.

Ijen Geopark Run Buka Geopark Run Series 2026, Banyuwangi Kian Diperkuat sebagai Destinasi Sport Tourism

 JAKARTA, (Warta Blambangan)  Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat panggung nasional di sektor pariwisata olahraga. Kementerian Pariwisata resmi menunjuk Banyuwangi sebagai lokasi pembuka rangkaian Geopark Run Series 2026/2027 melalui event Ijen Geopark Run yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.

Peluncuran agenda nasional tersebut dilakukan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Jakarta, Jumat (22/5), dan dihadiri langsung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Banyuwangi menjadi titik awal penyelenggaraan sebelum berlanjut ke sejumlah kawasan geopark lainnya di Indonesia, seperti Minang, Ciletuh, dan Belitong.


Menteri Pariwisata menyampaikan, Geopark Run Series dirancang sebagai ajang sport tourism yang memadukan olahraga lari dengan promosi kekayaan geopark nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi strategi memperluas daya tarik wisata Indonesia melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem sport tourism nasional sekaligus memperkenalkan kawasan geopark Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara,” ujar Widiyanti.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan event tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal wisatawan melalui pengalaman wisata berbasis alam, olahraga, dan budaya lokal. Dampaknya diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, mulai akomodasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Banyuwangi dipilih sebagai seri pembuka karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur serta rekam jejak kuat dalam menyelenggarakan event olahraga berbasis wisata. Selama beberapa tahun terakhir, daerah berjuluk Sunrise of Java itu dikenal konsisten mengembangkan sport tourism melalui berbagai agenda nasional maupun internasional.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Banyuwangi sebagai titik awal Geopark Run Series. Menurutnya, momentum tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas promosi kawasan Geopark Ijen sekaligus memperkenalkan potensi wisata Banyuwangi ke tingkat yang lebih luas.

“Ini menjadi kesempatan penting untuk semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism sekaligus mengenalkan kekayaan alam daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, Banyuwangi telah memiliki pengalaman panjang menggelar berbagai event olahraga berbasis destinasi wisata. Sejumlah agenda seperti lomba lari, balap sepeda internasional, hingga event petualangan alam terus dikembangkan di kawasan Geopark Ijen maupun wilayah konservasi lainnya.

Selain Ijen Geopark Run, pengembangan wisata olahraga juga dilakukan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo melalui berbagai agenda seperti lomba lari lintas alam dan duathlon. Banyuwangi juga dikenal rutin menggelar ajang balap sepeda internasional yang melintasi kawasan geopark sebagai bagian promosi wisata berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Geopark Run Series 2026/2027, Ihsan Ramadhi Putra, menjelaskan bahwa pendaftaran peserta Ijen Geopark Run dibuka mulai 22 Mei hingga 19 Juli 2026. Pengambilan race pack collection dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Agustus, sementara pelaksanaan lomba akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi.

Usai seri pembuka di Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series akan dilanjutkan ke Minang pada November 2026, kemudian Ciletuh pada Januari 2027, dan Belitong pada April 2027.


Pengurus LP Ma’arif NU Banyuwangi Dikukuhkan, Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Banyuwangi resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Kantor LP Ma’arif Cabang Banyuwangi, Kecamatan Srono, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi pendidikan Nahdlatul Ulama guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Pengukuhan dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, pengurus LP Ma’arif NU, tokoh pendidikan, serta seluruh MWC LP Ma’arif se-Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk penguatan koordinasi dan sinergi dalam pengembangan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam kepengurusan yang baru, Saeroji dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua LP Ma’arif NU Cabang Banyuwangi. Selain menjabat Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bangorejo, saat ini ia juga bertugas sebagai Kepala MAN 2 Banyuwangi.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Ahmad Turmudzi, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kepengurusan LP Ma’arif yang baru mampu memperkuat peran lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Karena diisi oleh orang-orang yang kompeten, LP Ma’arif harus bisa menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat Banyuwangi, fokus pada peningkatan kualitas SDM guru, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Ahmad Turmudzi.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penguatan kompetensi pengurus, serta tata kelola kelembagaan yang profesional perlu terus dilakukan agar lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif semakin berkembang dan memiliki daya saing.

Selain itu, perhatian terhadap kualitas guru dinilai menjadi aspek strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH Fahrudin Manan, menegaskan bahwa pengabdian di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya memuliakan umat dan membangun generasi yang berkarakter.

“Salah satu wujud untuk menjadi kekasih Allah adalah melakukan pelayanan pendidikan serta pengabdian yang tinggi dalam memuliakan umat,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk akhlak, menanamkan nilai-nilai keislaman, serta membangun kepedulian sosial.

Melalui pengukuhan tersebut, LP Ma’arif NU Banyuwangi diharapkan semakin memperkuat koordinasi antar-lembaga pendidikan di bawah naungannya sehingga mampu mewujudkan pendidikan yang unggul, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Banyuwangi.

Puluhan Jamaah Diduga Jadi Korban, Polresta Banyuwangi Selidiki Kasus Umroh Ilegal

 BANYUWANGI (Warta Blambangan) Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mengungkap dugaan tindak pidana penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh tanpa izin resmi yang menyebabkan sejumlah jamaah mengalami kerugian. Dalam pengungkapan kasus tersebut, dua perempuan berinisial KIC dan ARM ditetapkan sebagai tersangka.


Direktur Klinik Pratama KDS Rogojampi Ikuti Upacara Hardiknas 2026, Kuntulan Ewon Semarakkan Taman Blambangan

BANYUWANGI, (Lensa Banyuwangi)  Direktur Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS), Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., Ch., menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jumat (2/5/2026).

Klinik Pratama KDS yang berada di Jl. Alisakti No. 06, Gitik, Rogojampi, dikenal sebagai salah satu layanan kesehatan masyarakat di wilayah Banyuwangi selatan. Kehadiran jajaran klinik dalam agenda tersebut menunjukkan dukungan terhadap dunia pendidikan dan kemajuan generasi bangsa.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebagai inspektur upacara. Turut hadir unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan instansi, tokoh masyarakat, pelajar, serta ribuan warga yang memadati kawasan Taman Blambangan.


Suasana semakin meriah saat acara dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal Kuntulan Ewon. Kesenian tradisional khas Banyuwangi itu memadukan gerakan kompak, tabuhan rebana, serta lantunan shalawat yang menggema di tengah lapangan.

Penonton semakin terpukau ketika vokalis MAN 3 Banyuwangi, Damar Aji, melantunkan shalawat dengan suara merdu dan penuh penghayatan. Penampilan tersebut sukses memikat perhatian para tamu undangan, mulai Forkopimda, kepala dinas, hingga masyarakat umum yang hadir.

Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi pun menjadi momen istimewa, karena tidak hanya meneguhkan semangat pendidikan, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya lokal bernuansa religius yang mendapat sambutan hangat masyarakat.

Beraksi di 6 Kecamatan, Pencuri Meteran Air Banyuwangi Akhirnya Ditangkap

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berhasil mengungkap kasus pencurian meteran air milik PUDAM yang sempat meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, di Mapolsek Banyuwangi Kota, Rabu (22/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan satu orang pelaku berinisial P.A.A.P. (29), warga Kecamatan Songgon. Pelaku diketahui menjalankan aksinya secara mandiri dengan menyasar rumah yang ditinggal pemiliknya.


“Targetnya rumah kosong, sehingga memudahkan pelaku saat menjalankan aksinya,” ujar Kompol Lanang.

Untuk menghindari kecurigaan, pelaku menggunakan modus berpura-pura sebagai petugas resmi PUDAM. Dengan alasan pemeriksaan instalasi, pelaku membongkar meteran air yang terpasang di rumah warga.

Setelah itu, pelaku mengambil bagian dalam meteran yang mengandung logam bernilai tinggi.

“Komponen yang diambil berupa kuningan dan tembaga. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp71,7 juta,” jelasnya.

Kerugian tersebut dihitung berdasarkan hasil verifikasi bersama pihak PUDAM Banyuwangi.

Polisi juga mengungkap bahwa aksi pencurian ini tidak terjadi di satu lokasi saja. Pelaku tercatat beroperasi di enam kecamatan berbeda di wilayah Banyuwangi dengan pola serupa.

Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan penadah yang menampung hasil curian tersebut.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk alat yang digunakan untuk membongkar meteran serta sisa komponen perangkat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman pidana penjara. (**)

Hari Kartini, Bupati Ipuk Gelar “Rembug Perempuan” Serap Aspirasi untuk Kebijakan Pembangunan

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Peringatan Hari Kartini tiap 21 April, dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah. Salah satunya dengan menggelar “Rembug Perempuan” yang merupakan forum menyerap aspirasi untuk merancang kebijakan pembangunan tahun mendatang.

Kegiatan ini diikuti puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga komunitas literasi dan pendamping sosial, yang berlangsung di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwagi, Selasa (21/4/2026).

Di antaranya Penggia


t PKK Kabupaten dan Kecamatan, organisasi keagamaan Islam Aisyiyah (Muhammadiyah) dan Muslimat (Nahdatul Ulama), Perkumpulan Perempuan Katolik, Hindu dan Budha serta Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Turut hadir perwakilan Kepaka Desa dan Sekretaris Desa Perempuan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pegiat Literasi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Travel, Kader Posyandu, Migrant Care hingga pelaku UMKM perempuan daerah.

“Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan, dan martabat perempuan,” kata Ipuk. 

Ipuk mengatakan perempuan memiliki peran yang sangat besar, bukan hanya di keluarga, tetapi juga di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, bahkan kepemimpinan. Forum ini untuk mendengar suara perempuan, menyerap aspirasi, dan merumuskan langkah dalam pembangunan daerah.

“Melalui rembuk ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Suyanto Waspotondo, dalam Rembug Perempuan ini dibagi empat kelompok perwakilan perempuan dalam empat tema utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan serta bisnis dan ekonomi kreatif.

“Sebelumnya para perwakilan telah melakukan kunjungan ke OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk mendapat  insight dan mengumpulkan materi. Lalu setiap kelompok berdiskusi dengan didampingi oleh fasilitator selanjutnya  merumuskan masukan-masukan perencanaan,” kata Suyanto.

Dalam forum tersebut muncul banyak aspirasi dari para peserta. Seperti perwakilan perempuan Zulfi Zumala dari KUPI, yang berharap ada pelatihan bagi anak dan orang tua tentang literasi digital, adanya saluran konsultasi dan pengaduan terhadap kasus kekerasan digital, mitigasi terkait kekerasan digital berbasis multi pihak.

“Untuk mendukung produktifitas perempuan kami juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas penggunaan medsos untuk produktivitas, pelatihan literasi keuangan dan pelatihan keamanan digital bagi perempuan,” ujar Zulfi.

Berbagai usulan lainnya juga muncul. Mulai dari pemberdayaan perempuan dengan penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi Kepala Keluarga Perempuan melalui program “Kanggo Riko” yang telah digulirkan Pemkab Banyuwangi, penguatan mental health perempuan dan anak, hotline kesehatan, pelatihan ekonomi kreatif, dan lainnya. (*)

Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB untuk Warga Miskin

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Mulai tahun ini Pemkab Banyuwangi menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk 6.836 warga miskin. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, kebijakan ini sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Ada 6 ribu lebih rumah warga miskin yang akan kita gratiskan PBB-nya tahun ini. Semoga ini bisa mengurangi beban mereka,” kata Ipuk, dalam acara High Level Meeting Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Senin (20/4/2026).


Ditambahkan Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Samsudin, kebijakan pembebasan PBB ini untuk warga yang masuk dalam Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Data bisa kita lihat di DTSEN, otomatis akan terdeteksi siapa yang berada di desil 1-4 dan berhak untuk mendapatkan pembebasan PBB,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab tetap melakukan validasi dan verifikasi untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran. Proses verifikasi dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama pemerintah desa dan kelurahan.

Bapenda mendistribusikan surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) calon sasaran ke masing-masing desa/kelurahan untuk dilakukan pengecekan di lapangan.

Jika ternyata ditemukan warga yang tidak layak menerima, akan segera dilaporkan kepada Bapenda untuk dibatalkan.

“Sebaliknya, jika ditemukan warga miskin baru yang belum terdata, bisa langsung diusulkan. Selama mereka masih berada di desil 1- 4, nantinya akan terus mendapatkan pembebasan PBB di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya. (*)

Bantuan Armada Truk untuk Koperasi Merah Putih Tiba di Banyuwangi

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Bantuan armada truk untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah tiba di Banyuwangi. Terdapat 18 truk telah diserahkan kepada ketua KDKMP serta kepala desa penerima bantuan, di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi, Rabu pagi (22/4/2026).


Penyerahan dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Komandan Kodim (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Bupati Ipuk berpesan agar bantuan dari Presiden Prabowo Subianto ini dirawat dengan baik serta digunakan secara optimal dan produktif.

"Saya minta bantuan truk operasional ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kinerja. Tolong dirawat secara rutin agar masa pakainya panjang," pesan Ipuk.

Ipuk menambahkan bantuan tersebut untuk mendorong pengembangan ekonomi di wilayah KDKMP, terutama dalam memperlancar jalur distribusi.

"Bapak Presiden berharap Koperasi Merah Putih menjadi simpul ekonomi desa/kelurahan yang menghubungkan produksi hasil rakyat. Dengan begitu, keberadaan armada ini memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar koperasi," tutur Ipuk.

Ditambahkan Dandim Banyuwangi, penyaluran 18 truk ini merupakan bagian dari tahap awal. Dari total 217 KDKMP yang ada di Banyuwangi, bantuan akan diberikan secara bertahap.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 27 KDKMP yang selesai 100 persen dalam pembentukan koperasi, sementara sisanya masih dalam proses kelengkapan.

"Bantuan armada disalurkan secara bertahap seiring dengan kesiapan masing-masing Koperasi Merah Putih di lapangan," kata Dandim.

Ia menambahkan, armada ini berfungsi sebagai stimulus untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

"Kepada kepala desa dan ketua KDKMP, negara menitipkan aset ini. Anggaplah kendaraan ini sebagai amanah yang harus dijaga dan dirawat. Pastikan armada ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga di wilayah masing-masing," tambah Dandim. (*)

Buka MUSDA VIII, Bupati Ipuk Sebut LDII Mitra Strategis Pembangunan Banyuwangi

BANYUWANGI (Lensa Banyuwangi)  Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (22/4/2026). Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan posisi LDII sebagai mitra strategis dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Kemajuan Banyuwangi saat ini tidak terlepas dari peran penting LDII. Organisasi ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan,” ujar Bupati Ipuk dalam sambutannya.


Bupati Ipuk juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Ketua DPD LDII Banyuwangi, KH. Astro Junaedi. Ia menilai, di bawah kepemimpinan KH. Astro, LDII konsisten menunjukkan dukungannya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah secara harmonis tanpa gesekan internal.

"Saya berharap Musda ini menjadi ajang pemersatu. Saya yakin setiap kegiatan LDII selalu berjalan kondusif," imbuhnya.

Mengutip pernyataan Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, Bupati Ipuk menekankan bahwa dakwah LDII harus terus memperkuat karakter bangsa dan memberikan kontribusi nyata. Secara khusus, ia meminta Musda VIII ini merumuskan program yang selaras dengan visi "Banyuwangi Asri".

Di tengah efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah, Bupati Ipuk menekankan pentingnya konsep kolaborasi atau tandang bareng.

"Program dari Pak Astro yang sudah baik wajib dilanjutkan. Mengingat adanya efisiensi anggaran saat ini, kita harus mengedepankan konsep 'tandang bareng' (kerja bersama) dalam setiap program pembangunan," tegas Ipuk hingga tiga kali dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch Amrodji Konawi, mengungkapkan adanya dinamika suksesi dalam organisasi. Amrodji menyebut awalnya berniat mencalonkan kembali KH. Astro Junaedi mengingat keberhasilannya, namun yang bersangkutan telah menyatakan pamit untuk tidak dicalonkan kembali.

Amrodji menjelaskan bahwa Musda merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi program lima tahun terakhir sekaligus menyusun rencana kerja strategis ke depan.

“Fokus kami adalah meningkatkan kualitas SDM yang profesional dan religius. LDII berkomitmen berkontribusi dalam pembinaan generasi muda dan siap bersinergi penuh dengan pemerintah daerah,” tutur Amrodji.

Musda VIII LDII Kabupaten Banyuwangi kali ini mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing untuk Pembangunan Berkelanjutan Menuju Banyuwangi Sejahtera." Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus LDII dari tingkat kecamatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. (**)

Musancab PDI Perjuangan Banyuwangi Jadikan Anak Muda sebagai Penerus Kepemimpinan Partai

BANYUWANGI (Warta Blambangan)  Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan) Banyuwangi resmi menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak pada Rabu (22/04/2026).

Pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang serentak oleh 25 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se Banyuwangi ini dibagi menjadi dua Lokasi. Untuk PAC di wilayah daerah pemilihan (Dapil) Banyuwangi 1,2,7 dan 8 bertempat di Hotel Aston. Sedangkan untuk PAC di wilayah Dapil 3,4,5 dan 6 atau wilayah Banyuwangi Selatan bertempat di Havana Waterpark,Jajag Kecamatan Gambiran.


Agenda lima tahunan partai berlambang banteng moncong putih ini dilaksanakan sebagai langkah strategis PDI Perjuangan untuk menjamin keberlanjutan kepemimpinan partai dan memperluas basis dukungan di akar rumput dengan focus meningkatkan keterwakilan kader muda (Gen Z) serta Perempuan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati menyampaikan, Musancab ini merupakan tindak lanjut instruksi partai yang dilakukan serentak untuk menyusun kepengurusan baru di tingkat kecamatan.

“ Musancab menjadi momen strategis untuk membentuk struktur kepengurusan PAC yang solid sekaligus memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan/ desa dan anak ranting atau setingkat dusun, “ ucap Ana Aniati.

Pada kesempatan itu, Ia menekankan pentingnya soliditas antar kader partai dari tingkat DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting sebagai kunci dalam melaksanakan kerja kerja politik untuk kepentingan rakyat sekaligus juga menghadapi kontestasi Pemilu mendatang.

“ Kekompakan internal, kepatuhan dalam satu komando dan konsolidasi yang kuat dari Tingkat DPC hingga Anak Ranting menjadi modal dasar untuk meraih kemenangan , “ tegasnya.

Ana Aniati juga menegaskan komitmennya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z untuk terlibat aktif di kancah politik guna merespons perubahan demografi pemilih yang didominasi kalangan muda.

“ PDI Perjuangan tidak hanya menjadi anak muda sebagai pemilih,tetapi juga sebagai penerus perjuangan partai, “ ucapnya.

Sebelum Musancab dibuka secara resmi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa penguatan peran perempuan dan anak muda bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan struktural yang mengikat. 

Setiap kepengurusan hasil Musancab di tingkat PAC diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan generasi muda atau Gen Z minimal 20 persen.

"Semua kita wajibkan, salah satu dari mereka harus menjadi Ketua, Sekretaris, atau Bendahara. Ini bukan sekadar pelengkap, tapi posisi strategis dalam kepengurusan," ucap Deni saat ditemui di sela-sela agenda Musancab.

Menurut Deni, kebijakan ini menjadi pondasi awal bagi regenerasi kepemimpinan partai di tingkat akar rumput. PAC sebagai ujung tombak pergerakan partai dituntut mampu membaca situasi sosial, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus merespons tantangan masa depan dengan cermat.

“Kehadiran generasi muda sangat krusial untuk membawa perspektif baru, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat,” pungkasnya. (**)

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Kemenangan PDI Perjuangan Banyuwangi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi menegaskan pentingnya soliditas internal dalam menghadapi kontestasi politik ke depan. Hal ini disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda , saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di wilayah Banyuwangi Utara, Rabu (23/4/2026).


Musancab yang digelar di Ballroom Hotel Aston tersebut diikuti Pengurus Anak Cabang (PAC) dari daerah pemilihan (Dapil) 1, 2, 7, dan 8. Dalam sambutannya, Ficky menekankan bahwa kekuatan utama partai terletak pada sinergi tiga pilar, yakni struktur partai, legislatif, dan eksekutif.

“Soliditas tiga pilar menjadi kunci utama untuk menjaga kemenangan di setiap kontestasi, baik Pemilu, Pilkada, maupun Pilpres,” ujarnya.Ia menyebut PDI Perjuangan Banyuwangi memiliki modal politik yang kuat, mulai dari keberadaan kader di eksekutif, dominasi kursi legislatif, hingga struktur organisasi yang lengkap hingga tingkat akar rumputDengan kekuatan tersebut, partai menargetkan capaian suara minimal 20 persen dalam pemilu mendatang.

“Kita punya amunisi yang lengkap. Tinggal bagaimana menjaga kekompakan dan kerja kolektif untuk mencapai target,” kata Ficky.Selain itu, ia menegaskan pentingnya disiplin kader terhadap keputusan partai, termasuk dalam penetapan kepengurusan PAC hasil Musancab.

“Keputusan partai bukan diambil secara sembarangan. Semua harus patuh dan menjaga soliditas,” tegasnya.

Ficky juga menyinggung pentingnya dukungan sumber daya bagi operasional partai, termasuk harapan adanya peningkatan bantuan keuangan partai politik (Banpol) di tengah kondisi efisiensi anggaran.Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, mengingatkan bahwa pengurus PAC yang terpilih harus bekerja secara nyata dan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif.“Pengurus PAC harus aktif, solid, dan benar-benar bekerja di tengah masyarakat untuk memenangkan partai,” ujarnya.

Ia optimistis kader yang terpilih merupakan figur yang siap menjalankan tugas politik di wilayah masing-masing.Ke depan, kepengurusan PAC periode 2026–2031 akan melanjutkan konsolidasi melalui Musyawarah Ranting dan Anak Ranting sebagai bagian dari penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah. (fj)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger