Pages

Pengunjung dan Pelapak di Taman Blambangan Meningkat, BCM Pastikan Penataan Tetap Rapi

Banyuwangi (Warta Blambangan) Ketua Banyuwangi Creative Market (BCM) Taman Blambangan, Rahmat, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung dan pelapak di Taman Blambangan terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan pada Minggu pagi, 24 Mei 2025, jumlah pelapak yang berjualan disebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasanya. Hingga siang hari, area taman masih dipadati masyarakat yang datang untuk berolahraga sekaligus menikmati aneka kuliner dan produk yang dijajakan para pedagang.

Tira Yulian, salah satu pengunjung asal Kecamatan Singojuruh, mengaku merasa nyaman berkunjung ke Taman Blambangan karena suasananya yang sejuk dan tidak terlalu panas. Menurutnya, masyarakat dapat berolahraga mengelilingi taman tanpa perlu membawa bekal makanan maupun minuman dari rumah.


“Di sini suasananya nyaman, masyarakat bisa olahraga sambil menikmati jajanan yang dijual para pelapak. Jadi tidak perlu repot membawa bekal,” ujarnya.

Para pedagang yang tergabung dalam Banyuwangi Creative Market (BCM) menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman yang diminati pengunjung. Meski pada waktu yang sama terdapat lokasi lain yang juga membuka lapak dagangan, antusiasme masyarakat di Taman Blambangan tetap tinggi bahkan terus bertambah.

Rahmat mengaku bersyukur atas meningkatnya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu. Menurutnya, kondisi tersebut membawa dampak positif bagi para pelapak yang berjualan di kawasan taman.

“Alhamdulillah, semakin hari semakin banyak pengunjung yang datang dan menikmati dagangan yang ada di Taman Blambangan,” katanya.

Rahmat menjelaskan bahwa pelapak yang berada di bawah area bambu, tepatnya di depan Gedung Gesibu, bukan merupakan pedagang yang tergabung dalam Banyuwangi Creative Market (BCM). Ia menyebutkan bahwa sejak dahulu para pedagang anggota BCM berada di selatan lurung bambu karena area lurung bambu awalnya diperuntukkan sebagai arena permainan.

Karena itu, pihak BCM tidak dapat mengoordinasi para pedagang yang berada di luar kelompok tersebut. Rahmat menegaskan bahwa apabila terdapat hal-hal tertentu yang dilakukan oleh pelapak nonanggota BCM, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab pihak BCM.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan bahwa setiap Minggu para pelapak anggota BCM selalu meninggalkan lokasi dalam kondisi bersih karena tersedia petugas khusus kebersihan. Sementara untuk area yang ditempati pedagang di luar anggota BCM, kebersihan dan penataannya bukan lagi menjadi tanggung jawab BCM.

Menurut Rahmat, BCM telah bertahun-tahun hadir di Taman Blambangan dengan organisasi yang solid dan terbuka. Seluruh pelapak anggota BCM diatur penempatannya agar terlihat rapi dan tertata dengan baik.

Lapas Banyuwangi Perkuat Kohesi Sosial Warga Binaan Melalui Program Makan Siang Bersama

 BANYUWANGI (Warta Blambangan) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menginisiasi kegiatan makan siang bersama yang melibatkan ratusan warga binaan sebagai bagian dari upaya penguatan kohesi sosial dan pembinaan berbasis pendekatan humanis, Sabtu (23/5). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Blok Griya Blambangan tersebut menjadi salah satu strategi institusi dalam membangun iklim pemasyarakatan yang kondusif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter warga binaan.


Harlah Ke-80 Muslimat NU Banyuwangi Jadi Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyuwangi berlangsung khidmat di Banyuwangi Park, Ahad (24/5/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah Muslimat tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perempuan, khususnya kader Muslimat NU, dalam bidang pendidikan, pemberdayaan umat, dan pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan harlah diisi dengan agenda keagamaan dan sosial sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Muslimat NU dalam mengabdi kepada masyarakat serta memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan bangsa.


Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muslimat NU dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, Muslimat NU memiliki posisi strategis karena keberadaannya menjangkau hingga tingkat desa dan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa usai menghadiri kegiatan tersebut dirinya dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk mewakili Kabupaten Banyuwangi menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas capaian Banyuwangi sebagai daerah dengan angka anak tidak sekolah terendah di Indonesia.

“Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bersama bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu menghasilkan kinerja pembangunan yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, tema Harlah Muslimat NU ke-80 yang menekankan penguatan peran umat dan bangsa memiliki relevansi dengan berbagai tantangan pembangunan saat ini. Oleh karena itu, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat NU, dinilai penting dalam memperkuat sektor pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, peran perempuan, khususnya para ibu, memiliki posisi fundamental dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan keluarga, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing.

“Muslimat NU memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan pesan tentang pentingnya memperkuat peran ibu dalam pendidikan keluarga serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah perkembangan zaman.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi, Hj. Istianah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan Harlah Muslimat NU ke-80.

Ia berharap momentum harlah dapat semakin memperkuat semangat pengabdian Muslimat NU dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi, Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Timur Hj. Masruroh Wahid, serta Hj. Siti Maryam Baharudin.

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

LP Ma’arif Banyuwangi Perkuat Konsolidasi Pendidikan NU Melalui Sapa Warga di Tegaldlimo

TEGALDLIMO (Warta Blambangan) Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Banyuwangi terus memperkuat konsolidasi pendidikan Nahdlatul Ulama melalui kegiatan Sapa Warga Pendidikan Ma’arif yang digelar di Kantor MWC NU Tegaldlimo, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti unsur pengurus MWC NU Tegaldlimo, MWC LP Ma’arif, BP3MNU, kepala lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, serta badan otonom NU se-Kecamatan Tegaldlimo.

Forum tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus koordinasi untuk memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan di bawah naungan NU. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai langkah strategis dalam membangun tata kelola pendidikan Ma’arif yang lebih tertata, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.


Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa Tegaldlimo merupakan salah satu wilayah yang dinilai konsisten dalam menjalankan sistem organisasi, khususnya terkait penguatan peran BP3MNU. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan pendidikan Ma’arif di tingkat kecamatan.

Ia mengakui bahwa LP Ma’arif saat ini tengah menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam membenahi persoalan kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu, dibutuhkan kesungguhan seluruh elemen pendidikan NU untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Ma’arif.

“Lembaga pendidikan NU harus menjadi pilihan utama warga Nahdliyin. Dukungan dari warga NU sendiri menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Ma’arif,” ujarnya.

Saeroji juga menegaskan pentingnya membangun budaya kolaboratif antarlembaga pendidikan agar mampu bersaing secara sehat di tengah dinamika pendidikan modern. Ia menilai penguatan mutu pendidikan, profesionalitas manajemen, dan tata kelola organisasi menjadi kunci kebangkitan pendidikan Ma’arif di Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, seluruh peserta turut diajak mendukung pembaruan database lembaga pendidikan Ma’arif secara berkala sebagai bagian dari penguatan sistem administrasi organisasi. Selain itu, para kepala sekolah dan kepala madrasah juga didorong mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi kepemimpinan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi berharap tercipta gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah yang lebih maju, solid, dan berdaya saing di Kabupaten Banyuwangi. (URF)

PERGUNU Banyuwangi Perkuat Basis Organisasi, PAC Kalipuro Jalani Restrukturisasi Kepengurusan

 KALIPURO (Warta Blambangan) Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Banyuwangi terus melakukan penguatan organisasi melalui pembenahan struktur kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Upaya tersebut dimulai dari Kecamatan Kalipuro dalam kegiatan restrukturisasi yang berlangsung di MTs NU Gombengsari, Sabtu (23/5/2026).

Langkah pembaruan struktur organisasi ini menjadi bagian dari strategi percepatan konsolidasi internal sekaligus memperkuat peran PERGUNU sebagai organisasi profesi guru Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.


Dalam forum tersebut, Abdul Qadir yang juga menjabat Kepala MI Darussalam 1 Kalipuro dipercaya memimpin PAC PERGUNU Kecamatan Kalipuro. Kehadirannya diharapkan mampu membawa energi baru dalam memperkuat peran organisasi, khususnya dalam merespons tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Ketua PC PERGUNU Banyuwangi, H. Wijanarko, menegaskan bahwa penataan kepengurusan merupakan langkah strategis agar organisasi dapat bergerak lebih efektif dan terarah.

“Restrukturisasi ini kami harapkan mampu menghadirkan semangat baru sehingga organisasi semakin solid, aktif, dan optimal dalam menjalankan program-program PERGUNU,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Rois Syuriah MWC NU Kalipuro, KH Abdul Majid, serta diikuti para anggota PERGUNU se-Kecamatan Kalipuro yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, RA, TK, MI/SD, MTs/SMP hingga SMA/MA. Kehadiran para pendidik itu mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan guru NU dalam membangun organisasi yang semakin kokoh.

Dalam kesempatan yang sama, Haikal Kafili yang hadir mewakili PCNU Banyuwangi menekankan pentingnya membangun organisasi dengan landasan niat perjuangan dan nilai keberkahan sebagaimana diajarkan para muassis Nahdlatul Ulama.

Ia mengingatkan bahwa aktivitas berorganisasi di lingkungan NU bukan semata urusan administrasi, melainkan bagian dari khidmat perjuangan yang berakar pada nilai-nilai yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari melalui Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

“Kita hadir dan berhimpun dalam organisasi ini sebagai bagian dari perjuangan dan ikhtiar meraih keberkahan. Semangat itu yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Haikal juga menegaskan bahwa keberhasilan program organisasi sangat bergantung pada kekuatan struktur kepengurusan yang tertata dari tingkat cabang hingga anak cabang.

Menurutnya, berbagai gagasan dan program tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung sistem organisasi yang lengkap, aktif, dan solid.

Restrukturisasi PAC Kalipuro menjadi bagian dari agenda besar PC PERGUNU Banyuwangi dalam memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh wilayah kecamatan. Langkah ini sekaligus menjadi ikhtiar memperkuat peran guru Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di Banyuwangi.

LKNU Banyuwangi Mulai Bergerak, Musyaker Perdana Bahas Peta Jalan Kesehatan Umat

 BANYUWANGI (Warta Blambangan) Kepengurusan baru Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 mulai mengambil langkah cepat dengan menggelar Musyawarah Kerja I (Musyaker I) di Hall Lantai 2 Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi, Sabtu (23/05/2026).

Meski kepengurusan tersebut belum resmi dikukuhkan, semangat untuk segera menjalankan amanah organisasi telah ditunjukkan melalui forum musyawarah perdana yang menjadi dasar penyusunan arah gerak organisasi lima tahun ke depan.

Pelaksanaan Musyaker I mengacu pada Surat Keputusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi Nomor 76/PC.01/A.II.01.17/1612/05/2026 tentang Pengesahan Pengurus LKNU Banyuwangi yang ditetapkan pada 18 Mei 2026. Dalam keputusan tersebut, para pengurus didorong untuk segera mengaktifkan tugas kelembagaan agar program kerja dapat terlaksana secara optimal.

Musyawarah dipimpin Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, bersama Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes. Forum tersebut difokuskan pada penyusunan program-program strategis yang akan menjadi pedoman organisasi selama masa khidmat 2026–2031.

Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang kesehatan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, LKNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup warga.

Ketua LKNU Banyuwangi, dr. Sabit Purnomo, mengatakan bahwa Musyaker menjadi ruang konsolidasi sekaligus langkah awal menyatukan gagasan seluruh pengurus.

“Melalui Musyaker I ini, kami ingin menyatukan visi serta menyusun program yang nyata dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Merawat Jagat Membangun Peradaban,” katanya.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dari berbagai unsur profesi kesehatan dan sosial. Sejumlah tenaga medis yang hadir di antaranya dr. Hj. Zuwwidatul Husna, dr. Ilham Zulkifli Wahab dari Klinik As Syifa Blokagung, dr. Agus Anang Faton dari RS Ar Rohmah Jajag, serta sejumlah aktivis kesehatan lainnya.

Keberagaman latar belakang pengurus dipandang sebagai kekuatan tersendiri dalam melahirkan berbagai program pelayanan kesehatan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Beberapa program yang mulai dibahas antara lain edukasi kesehatan, upaya penanganan stunting, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, serta perluasan akses kesehatan bagi masyarakat.

Di hadapan media, dr. Sabit juga menyampaikan bahwa LKNU Banyuwangi dalam waktu dekat akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai lembaga di lingkungan PCNU Banyuwangi maupun instansi pemerintah terkait untuk memperkuat kolaborasi program.

Hal senada disampaikan Sekretaris LKNU Banyuwangi, Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., yang juga Direktur Klinik Dokter Didik Sulasmono (KDS) Rogojampi. Menurutnya, sebagai organisasi kemasyarakatan besar, Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“NU memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan manfaat bagi umat, termasuk memberikan perhatian terhadap kesehatan para santri di pondok pesantren. Sebab kesehatan merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul,” ujarnya.

Melalui langkah awal tersebut, LKNU Banyuwangi berharap dapat menghadirkan program kesehatan yang tidak hanya bersifat formalitas organisasi, namun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat hingga lapisan paling bawah.

Ijen Geopark Run Buka Geopark Run Series 2026, Banyuwangi Kian Diperkuat sebagai Destinasi Sport Tourism

 JAKARTA, (Warta Blambangan)  Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat panggung nasional di sektor pariwisata olahraga. Kementerian Pariwisata resmi menunjuk Banyuwangi sebagai lokasi pembuka rangkaian Geopark Run Series 2026/2027 melalui event Ijen Geopark Run yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.

Peluncuran agenda nasional tersebut dilakukan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Jakarta, Jumat (22/5), dan dihadiri langsung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Banyuwangi menjadi titik awal penyelenggaraan sebelum berlanjut ke sejumlah kawasan geopark lainnya di Indonesia, seperti Minang, Ciletuh, dan Belitong.


Menteri Pariwisata menyampaikan, Geopark Run Series dirancang sebagai ajang sport tourism yang memadukan olahraga lari dengan promosi kekayaan geopark nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi strategi memperluas daya tarik wisata Indonesia melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem sport tourism nasional sekaligus memperkenalkan kawasan geopark Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara,” ujar Widiyanti.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan event tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal wisatawan melalui pengalaman wisata berbasis alam, olahraga, dan budaya lokal. Dampaknya diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, mulai akomodasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Banyuwangi dipilih sebagai seri pembuka karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur serta rekam jejak kuat dalam menyelenggarakan event olahraga berbasis wisata. Selama beberapa tahun terakhir, daerah berjuluk Sunrise of Java itu dikenal konsisten mengembangkan sport tourism melalui berbagai agenda nasional maupun internasional.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Banyuwangi sebagai titik awal Geopark Run Series. Menurutnya, momentum tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas promosi kawasan Geopark Ijen sekaligus memperkenalkan potensi wisata Banyuwangi ke tingkat yang lebih luas.

“Ini menjadi kesempatan penting untuk semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism sekaligus mengenalkan kekayaan alam daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, Banyuwangi telah memiliki pengalaman panjang menggelar berbagai event olahraga berbasis destinasi wisata. Sejumlah agenda seperti lomba lari, balap sepeda internasional, hingga event petualangan alam terus dikembangkan di kawasan Geopark Ijen maupun wilayah konservasi lainnya.

Selain Ijen Geopark Run, pengembangan wisata olahraga juga dilakukan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo melalui berbagai agenda seperti lomba lari lintas alam dan duathlon. Banyuwangi juga dikenal rutin menggelar ajang balap sepeda internasional yang melintasi kawasan geopark sebagai bagian promosi wisata berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Geopark Run Series 2026/2027, Ihsan Ramadhi Putra, menjelaskan bahwa pendaftaran peserta Ijen Geopark Run dibuka mulai 22 Mei hingga 19 Juli 2026. Pengambilan race pack collection dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Agustus, sementara pelaksanaan lomba akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi.

Usai seri pembuka di Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series akan dilanjutkan ke Minang pada November 2026, kemudian Ciletuh pada Januari 2027, dan Belitong pada April 2027.


 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger