Pages

7/28/2024

KBIHU Al Mabrur Adakan Reuni Haji 2024


Banyuwangi (Warta Blambangan) Jamaah haji Kabupaten Banyuwangi Kloter SUB-58 dari KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) Al-mabrur Banyuwangi, Ahad (28/07/2024) di Masjid Babussalam Desa Ketapang dengan dihadiri tim Kloter SUB-58.

Ketua KBIHU Al Mabrur KH. Abdul Qodir menyampaikan bahwa sengaja mengundang tim Kloter SUB-58 dan menyampaikan banyak terimakasih atas bimbingan dan layanan yang sudah dilakukan dan sangat memuaskan.

Kekompakan jamaah bukan hanya ketika melakukan ibadah haji saja, tetapi juga pasca haji kekeluargaan tersebut masih terasa.

dr. Hj. Zuwwidatul Husna yang saat pelaksanaan ibadah haji menjadi dokter kloter menyampaikan bahwa tugas haji selain ibadah juga menambah saudara, saling bersilaturahim antar jamaah.

" kita sudah seperti saudara yang sudah kenal lama" kata Ning Wida.

Hal ini juga dibenarkan H. Ainur Rofiq yang saat haji menjadi Ketua Rombongan, yang memimpin acara, juga menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi semua tim kloter.

" saat pertama kali umrah sunnah, ketua rombongan diajak oleh ketua kloter SUB-58 ke miqot terdekat, dan selanjutnya para ketua rombongan dapat mengajak jamaahnya, yang kadangkala juga masih tetap didampingi tim kloter" katanya.

Hal ini bertujuan agar bagi jamaah haji yang ingin umrah sunnah dapat dilakukan secara mandiri, dan bagi yang sehat, mereka dapat melaksanakan umrah berkali-kali.

Kepedulian tim Kloter SUB-58 bukan hanya masalah ibadah saja, bahkan ketika jamaah membutuhkan penukaran real, juga dibantu oleh ketua kloter dengan kurs yang murah dibandingkan penukaran rupiah di luar.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat yang juga hadir dalam reuni menyampaikan bahwa kesuksesan pelaksanaan ibadah haji, terutama kloter SUB-58 adalah adanya kekompakan dan saling peduli terhadap sesama.

"para jamaah saling membantu, terutama bagi jamaah haji ketika di hotel, terlebih ada layanan khusus konsumsi lansia yang dapat request melalui ketua rombongan" kata Syafaat.(syaf)

7/27/2024

Ditampar Ibu-ibu Dalam Lift

 Ditampar Ibu-ibu Dalam Lift



Masuk kedalam lift, sudah ada ibu paroh baya sendirian, nampak sisa-sisa kecantikan yang tak mau pudar tergambar jelas dari aura wajahnya, dia sedikit kaget ketika saya memasukinya. Kita hanya berdua saja, hanya hening sesaat perempuan itu memandang wajahku,  saya diam saja tak sempat menyapa, hingga tamparan tangannya mendarat di pipiku, tak tahu apa salahku, untungnya tamparannya tak membuat pipiku memerah, namun pipi perempuan itu yang memerah yang membuat wajahnya semakin terlihat cantik.

Belum sempat sepatah kata keluar dari mulutku, dia mohon maaf karena gemas melihat diriku yang gundul dan tak menyangka bahwa itu adalah ketua kloternya yang mungkin terlihat beda, dan secara refleks saja tangannya mendarat di pipiku yang membuatku tak bisa berbuat apa-apa selain berkata iya ketika dia meminta maaf.

Sampai kamar saya bercermin, melihat wajah saya ketika gundul, ternyata imut juga ketika gundul, pantas saja ibu-ibu gemes lihat kepala gundul, dikiranya upin-ipin atau apa, namun memang ketika kepala terlihat rapi akan terlihat lebih muda, atau ini akibat dari telah memutuskan ibadah haji ?.

Menjadi ketua kloter bukan hanya dituntut memandu jamaah dibidang perhajian, atau situasi kota Makkah maupun Madinah, namun juga harus memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan jamaah, termasuk mengakibatkan paket data seluler ketika ada jamaah yang meminta bantuan, begitupun dengan ibu paroh baya yang ketemu di lift, beberapa kali meminta bantuan ketika ada masalah dengan handphone nya, karena dia juga butuh komunikasi dengan keluarganya yang berada di Indonesia, sedangkan wifi hotel hanya bisa digunakan untuk kirim kata-kata ataupun suara yang di rekam, padahal dia juga kepingin video call seperti jamaah lainnya, apalagi jika di rumah masih ada anaknya yang masih kecil. Ataukah suami atau istri yang berangkat sendiri, mereka lebih sering video call dengan keluarganya yang berada di tanah air.

Ibu yang menamparku dalam lift sebenarnya bukanlah jamaah haji dari kloter saya, dan tidak satu lantai dengan saya, namun dia merasa nyaman berdiskusi dengan saya, sehingga dan beberapa temannya beberapa kali ke tempat saya untuk diskusi beberapa hal, baik masalah perhajian maupun masalah lainnya, kita dianggap tahu semuanya, seperti seorang suami di depan istrinya yang harus bisa menjadi segalanya, begitupun dengan Ketua Kloter yang dianggap lebih tahu tentang seluk-beluk kota Makkah dibandingkan dengan lainnya, tahu tentang bagaimana membenahi handphone yang tidak dapat nyambung. Bahkan minta rapal doa bagaimana cara segera sembuh dari penyakit, tempat mustajab untuk berdoa agar enteng jodoh dan lain-lain.

Sistem zonasi dengan mengumpulkan jamaah haji sesuai dengan wilayahnya memudahkan jamaah haji untuk saling komunikasi, terlebih jika dalam satu kabupaten menjadi satu hotel seperti saat ini, yang kadangkala juga menimbulkan kecemburuan antar jamaah yang berbeda KBIHU, mereka merasa dengan biaya yang sama, namun yang diberikan pihak pengelola KBIHU berbeda, ada juga yang sedikit cerdas dengan inisiatif sendiri melakukan kegiatan kelompok secara mandiri, katanya mumpung berada di Saudi Arabia, jangan sampai hanya tidur saja, tetapi juga harus tahu dunia luar, baik untuk beribadah maupun berwisata.

Tim Kloter bukan hanya memandu kegiatan yang wajib saja, jika jamaah menghendaki, mereka juga diantar atau setidaknya diberi pemahaman kita ingin umroh, dijelaskan tempat-tempat ziarah bersejarah dan bagaimana cara mencapainya, sehingga banyak jamaah yang secara mandiri menjalankannya, mereka hampir tiap hari keluar hotel secara rombongan.

Ibu paroh baya ini juga bertanya tentang umrah yang dilaksanakan sebelum haji, dia ingin umrah tetapi tidak ada program bersama KBIHU nya, dia juga ragu karena bagaimana dengan dam yang harus dibayar ketika dia umrah berkali-kali sebelum haji, karena pemahamannya kalau haji tamatu, yakni umrah dulu kemudian haji harus membayar dam, kalau umrahnya berkali-kali takutnya harus bayar dan tamatu berkali-kali.

Hmmm saya hanya menjawab singkat saja bahwa yang bayar dam itu hajinya dan bukan umrahnya.

Kalau ditanya masalah perhajian atau bagaimana menukar real maupun mengambil uang di ATM kita nggak terlalu sulit untuk menjawabnya, pernah ketika mengisi kegiatan ke jamaah di lorong hotel, kita ditanya tentang kegiatan sunnah yang biasa dilakukan suami-istri di kamar.


Makkah, Juni 2024


Perkuat Kemitraan Jurnalis dan Lembaga Pendidikan, KJJT Silaturahmi di Ketua MKKS SMP Negeri Banyuwangi


BANYUWANGI – (Warta Blambangan) Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi, M.Sodiq, menyambut baik kedatangan Tim KJJT wilayah Banyuwangi dalam rangka silaturahmi sekaligus sosialisasi program Pelatihan Jurnalistik di Kantor SMPN 1 Banyuwangi, pada Jum'at (26/07/2024). 


Salah satu tujuan dalam pertemuan tersebut, yakni untuk membangun dan memperkuat kemitraan antara jurnalis dan lembaga pendidikan. 


Pertemuan yang berlangsung hampir 1 (satu) jam itu, membahas berbagai topik yang terfokus dalam pengembangan program pelatihan jurnalistik dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang disambut baik oleh Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Banyuwangi.


Dalam pembahasan program yang dipaparkan oleh tim KJJT, M.Sodiq menekankan pentingnya pendidikan jurnalistik bagi anak-anak khususnya dikalangan pelajar setingkat SMP.


“Program ini sangat bagus, karena selama ini belum pernah ada yang mengambil segmen tersebut dari kawan-kawan jurnalis," ujar M.Sodiq.


Edukasi kepada anak-anak akan lebih kuat dan berkembang bila berasal dari sumbernya langsung, yakni teman-teman jurnalis yang kompeten di bidangnya,” sambungnya.


Lebih lanjut M.Sodiq menambahkan, bahwa kebiasaan menulis sangat penting karena menulis adalah cara menyampaikan gagasan. Para pelajar dituntut untuk selalu mengeksplorasi kemampuan diri dengan membiasakan gemar membaca dan menuangkannya dalam tulisan yang layak dipublish ke masyarakat.


Ketua KJJT Wilayah Banyuwangi, Ricky Sulivan, yang didampingi beberapa pengurus, menyatakan harapannya untuk dapat bersinergi dengan lembaga pendidikan dalam mensukseskan program-program pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.


"Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik, dan dapat mendukung program pendidikan bagi pelajar di Banyuwangi," harap Ricky.


"Kerjasama dalam bidang literasi dan edukasi jurnalistik ini, dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa. Serta membangun kebiasaan membaca dan menulis yang bermanfaat bagi masa depan pelajar," imbuhnya.


Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswa di Kabupaten Banyuwangi dapat lebih teredukasi dan terinspirasi untuk mengembangkan kemampuan bakat literasi dan jurnalistik mereka sejak dini.


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

7/25/2024

Jamaah Haji Lantai 12 Bilal Hotel

 Jamaah Haji Lantai 12 Bilal Hotel 


Beberapa tim Kloter kaget ketika saya sampaikan ke group WhatsApp khusus petugas jika sebentar lagi jamaah haji lantai 12 Bilal Hotel sejumlah 151 jamaah akan datang, kedatangan mereka sepuluh hari setelah kita berada di Misfalah, terutama dokter Cici yang merasa pernah melakukan cek kesehatan jamaah haji di lantai 12, sebuah pertanyaan yang lumrah dan logis ketika jamaah belum datang, namun di Kamar sudah ada jamaah yang minta diperiksa kesehatannya. Raut wajah dokter Cici sedikit gugup, saya kira bukan karena melihat wajah saya yang mengakibatkan jatuh cinta, namun memang kaget dengan penuh tanda tanya.

Lantai 12 merupakan lantai paling atas Bilal Hotel, bangunan tidak secara penuh untuk kamar. Bagian depan dan belakang dijadikan Rooftop yang digunakan jamaah menjemur pakaian, seringkali jamaah haji yang menjemur pakaian tidak turun, terutama bagi yang menjemur pakaian pada siang hari, mereka duduk-duduk di lorong karena tidak membutuhkan waktu lama agar pakaian menjadi kering, terlebih mencuci pakaian dengan mesin cuci yang juga menggunakan pembilas, sehingga waktu mencuci dengan menjemur pakaian lebih lama mencuci, wajar saja mereka menunggu di lorong, karena menjemur pakaian siang hari di Roof top tidak sampai satu jam, saya seringkali menjemur pakaian setelah sholat Ashar dan mengambilnya setelah sholat isya, karena di jam tersebut meskipun matahari sudah mulai tenggelam hingga tak nampak, panas udara masih sanggup untuk mengerjakan baju, berbeda dengan di Indonesia, ketika Maghrib pakaian tidak diambil dari jemuran di luar rumah, bisa dipastikan pakaian kembali anyep.

Pemandangan di Roof top lumayan bagus, kita bisa melihat Tower Zamzam dari atas di sela-sela jemuran, dan Alhamdulillah tidak ada jemuran daleman yang sudah tidak layak pakai ikut dijemur di Roof top.

Saya tadinya juga tidak ngerti jika pada pekan pertama kita datang, sebenarnya jamaah yang seharusnya menempati lantai 12 belum datang, sehingga ketika dokter Cici yang masih muda dan belum bersuami tersebut menceritakan tentang pengalamannya di lantai 12 untuk memeriksa jamaah di kamarnya yang juga berantakan sebagaimana kamar jamaah haji lainnya, banyak petugas kloter yang merinding, termasuk juga saya. Dalam hati saya bertanya, kenapa yang di hubungi jamaah lantai 12 adalah dokter Cici yang belum menikah?, lantas sebenarnya jamaah ini siapa dan darimana?, dan mengapa tahu nomor WhatsApp dokter cantik ini. Dan kenapa tidak memilih dokter lainnya.

Saya tidak ingin teman-teman dilanda ketakutan, saya ngarang cerita saja bahwa jamaah tersebut adalah jamaah kita di lantai bawah dan tahu jika jamaah lantai 12 belum datang maka ditempati, dan ketika ada pengumuman jika jamaah asli lantai 12 datang, maka mereka ke kembali ke kamarnya.

Sebenarnya saya tidak yakin dengan kebenaran cerita yang saya karang sendiri, diam-diam saya juga sedikit takut jika yang berada di lantai 12 dan minta di periksa kesehatannya bukanlah jamaah haji asli, tetap saja saya meyakinkan mereka bahwa itu benar jamaah kita.

Biasanya saya juga ketika menjemur pakaian di siang hari menunggu di lorong sambil ngobrol dengan jamaah lainnya, namun sejak ada cerita tersebut saya sebenarnya merinding juga.

Suatu saat saya tukar uang receh Real ke pimpinan KBIHU, di lantai sembilan, Kamarnya berbeda dengan lainnya, tidak ada tempat tidur di kamar tersebut, ngobrol ngalor ngidul sambil nyruput kopi di sela-sela asap rokok, dia bercerita bahwa bersama orang dalam hotel menyewakan kamar lantai 12 ketika jamaah aslinya belum datang, kamar-kamar itu disewakan untuk jamaah suami istri yang butuh privasi dengan tarif seratus real. 

Seandainya saya sebelumnya tahu masalah ini, saya dan teman-teman tim kloter tidak akan merinding ke lsny12, dan bisa jadi juga akan saya tawarkan ke jamaah lainnya yang butuh kamar barokah.


Makkah, Mei 2024

KJJT Kembali Gelar Pelatihan Jurnalistik, Puluhan Pelajar MTsN Negeri 1 Banyuwangi Antusias Ikuti Praktek Liputan


BANYUWANGI - (Warta Blambangan) Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Banyuwangi kembali menggelar pelatihan jurnalistik sekaligus praktek menulis berita. Setelah melakukan edukasi di beberapa SMP Negeri, kali ini giliran pelajar MTsN Negeri 1 Banyuwangi mendapatkan program edukasi Jurnalistik, Kamis (25/07/2024) pagi.


Sebanyak 38 pelajar yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik mengikuti kegiatan tersebut. Bertempat di Aula Ma'had sekolah, kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala MTsN Negeri 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi,.SPd, MPd.I.


Dalam sambutannya, H.Munawar Effendi mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Banyuwangi.


“Kami sangat mendukung kegiatan ini, harapannya para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pelatihan ini adalah kesempatan berharga bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dibidang jurnalistik,” kata Kepala MTsN Negeri 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi.


Narasumber dari KJJT Banyuwangi, Joko Wiyono, menyampaikan pemaparan tentang dasar-dasar jurnalistik, memperkenalkan profesi jurnalis, serta menjelaskan tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis. Selain itu, ia juga membimbing para peserta cara dalam menggali data, seperti teknik wawancara dan mengolahnya menjadi informasi yang layak dipublikasikan.


"Pelatihan ini, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memperdalam keterampilan dasar-dasar jurnalistik kepada para pelajar. Sehingga mereka lebih memahami dunia jurnalistik, tulisan yang bertanggung jawab dan mampu mengembangkan potensi diri mereka di bidang literasi," ujar Joko Wiyono.


Selain pemaparan teori dasar, pelatihan ini juga diisi dengan sesi praktik membuat berita yang diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan didampingi oleh pembina ekskul jurnalistik, Ibu Linda, para peserta diberi tugas untuk membuat berita yang menarik dan edukatif, yang siap untuk dipublikasikan dan dibaca oleh khalayak umum.


"Alhamdulillah, anak-anak lebih memahami dan mengerti tehnik-tehnik praktis dalam membuat berita. Selain tehnik reportase yang telah mereka praktekkan selama ini," ungkap Linda, Guru pembimbing ekskul.


"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap dan terampil dalam menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab," sambungnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KJJT, dalam rangka untuk mendukung pendidikan dan pengembangan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. 


_(Sumber: Humas KJJT Banyuwangi)_

7/24/2024

Minum Air Kencing Unta

 Minum Air Kencing Unta

oleh : Syafaat 



Mungkin banyak yang penasaran, bagaimana rasa urine unta, dan kenapa harganya lebih mahal daripada susu unta, harga urine unta empat kali lipat dibandingkan dengan air susunya, karena unta merupakan salah satu binatang yang jarang pipis, makan dan minum juga bisa jadi hanya cukup seminggu sekali, bahkan unta liar bisa hidup tanpa minum hingga enam bulan lamanya. Mereka dikenal memiliki fisik yang tangguh karena bisa hidup di tempat yang jumlah airnya sedikit.

Suhu sangat panas di gurun dapat menguapkan banyak air dari tubuh makhluk hidup, Jika manusia harus banyak minum dan berkeringat ketika suhu panas, maka unta tidak melakukannya.

Banyak orang berpikir unta menyimpan air di punuknya. Padahal, punuk unta terbuat dari lemak, bukan air.unta bisa bertahan hidup tanpa minum air di wilayah gurun itu bukan karena punuk di tubuhnya.

Salah satu rahasianya adalah karena unta memiliki sel darah berbentuk oval, berbeda dari manusia. Bentuk oval membuat sel darah lebih mudah mengalir bahkan ketika asupan air ke dalam tubuh sedikit.

Ini artinya, sel darah merah tetap dapat mengalir meskipun unta tidak minum dalam waktu lama. Ternyata unta bisa minum sekitar 113 liter air hanya dalam waktu 13 menit.

Bisa kita bayangkan urine unta yang sedikit tersebut, pastinya ada zat-zat khusus yang dapat menyembuhkan penyakit, jika memang itu satu-satunya obat, sebagaimana Hadits Nabi

“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya bisa untuk mengobati sakit perut 

mereka (yang rusak pencernaannya).” (HR.Ahmad, Thabrani, dan Thohawi).

Saya tidak memikirkan apapun tentang urine unta, ketika kita tes kesehatan, kita juga diminta tes urine, yang jelas dari urine itu diketahui kesehatan kita, begitupun dengan unta, yang jelas pikiran kita nggak sempat traveling bagaimana bentuk organ unta yang mengeluarkan urine, orang dewasa juga faham kenapa unta jantan keluarnya urine berada di saluran yang ada di perut, sedangkan unta betina berada di saluran belakang.

Ketika saluran urine kita sedikit gatal, bisa jadi kita hanya butuh salep untuk mengobatinya, tidak perlu kita foto dan dikirim ke dokter  untuk mendapatkan obat, karena fungsi saluran urine kita juga untuk saluran lainnya yang itu sangatlah privasi.

Bukan saja urine unta yang dikonsumsi manusia. Meskipun saya juga tidak terlalu faham dengan kehalalan hukumnya, telur juga keluar dari lubang yang sama dengan lubang kotoran, begitupun dengan kopi luwak, air liur pada burung walet maupun madu yang keluar dari perut tawon.

Saya belum pernah merasakan bagaimana rasa urine unta, kalau susu unta beberapa kali saya menikmatinya, rasanya sedikit masam, kalau tidak faham, dianggapnya susu kadaluwarsa, saya yakin susu tersebut banyak khasiatnya, sehingga ketika diberi susu unta, saya meminumnya walaupun rasanya tak senikmat susu etawa.

Siang itu saya di kantor Masyarik di Makkah untuk sebuah urusan, kebetulan saya diajak ngopi-ngopi oleh pihak maktab, dengan kopi khas Arab.

Saya penasaran dengan kopi yang disuguhkan, karena berwarna kekuningan mirip warnanya dengan urine kita di pagi hari, saya tuang satu sloki meskipun saya sedikit ragu, apakah ini kopi ataukah urine unta. 

Pikiran jadi traveling tentang urine, saya teringat tentang sebuah video singa ketika musim kawin, pejantan selalu minum urine sang betina untuk memastikan sang betina sedang masa subur, meskipun saya tidak yakin bahwa yang dihidangkan adalah urine unta, saya tetap menciumnya, sepertinya memang bukan urine, tetapi bau kopi juga tak begitu terasa, karena ada bau rempah yang sedikit berbeda, saya mencicipi kopi yang katanya khas Arab, dan sepertinya ini jenis robusta.

Meskipun rasanya aneh, tetapi saya berusaha menikmatinya, karena itu merupakan salah satu komunikasi yang dapat kita bangun, karena bagaimanapun orang Maktab yang mengurusi kita selama di Makkah.


Makkah, 23/06/2024







7/23/2024

Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Sampaikan Materi Anti Bullying di MI Darunnajah II Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) Diawali dengan lomba membuat poster anti bullying, Selasa (23/07/2024) kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2024 dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia maju” di MI Darinajah II Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi,  lalu siswi memajang poster yang telah mereka buat hingga memenuhi dinding kantin madrasah. Hal ini dilakukan agar pesan pada poster tersebut menjadi pengingat yang dapat dilihat dan dibaca setiap saat oleh siswi,  Hal ini disampaikan oleh Majidatul Himmah saat membuka acara.

Kepala MI Darunnajah II Majidatul Himmah menyampaikan bahwa  anak-anak adalah bunga-bunga masa depan yang perlu kita rawat dengan cinta. MI Darun Najah II mengisi Hari Anak Nasional dengan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying Kegiatan ini diikuti 250 siswi di halaman madrasah

Hadir sebagai narasumber tiga orang  perwakilaht dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kabupaten Banyuwangi, Dimas Fahmi dari Tim Puspaga( Pusat Pembelajaran Keluarga) Alizha Amalia Rohmana dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) dan Syafaat (Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi)  menyampaikan materi anti bullying kepada anak-anak.

Penyampaian materi dengan diselingi permainan dan bernyanyi bersama tersebut membuat anak-anak betah mendengarkan paparan yang diberikan, nyanyian yang diberikan merupakan nyanyian yang sarat dengan makna anti bullying dan mencegahan terhadap pelecehan.

“anak-anak kita edukasi tentang pencegahan kekerasan, baik fisik, psikis maupun seksual dengan cara menjaga diri sendiri” kata Syafaat.


Sementara itu Dimas menyampaikan bahwa anak-anak harus menyayangi sesama teman dan meghormati kepada yang lebih tua, begitupun dengan dampak yang terjadi jika terjadi bullying, baik kepada pelaku maupun korban. Anak-anak diajak untuk mengingat kembali apa yang sudah ditulis dan di tempelkan di dinding sebelum acara di mulai, karena dengan mereka menulis sendiri dan membacanya, akan mengingatnya.

Sesi Tanya-jawab menjadi hal yang menarik diikuti, anak-anak ini ditanya tentang perilaku yang terjadi di madrasah yang semua siswinya perempuan tersebut, dan selama ini belum pernah terjadi bullying dan dengan adanya kegiatan dalam rangpa peringatan Hari Anak nasional ini diharapkan anak-anak semakin kompak dan pedli terhadap sesama.

Alizha Amalia Rohmana atau biasa dipanggil Mbak Ica mengajak anak-anak untuk melakukan tepuk hak anak agar anak-anak lebih mengingat tentang hak-hak yang dilindungi oleh anak, yakni mereka yang usianya kurang dari 18 tahun.

Kegiatan ini ditutup dengan pelepasan balon udara diiringi doa dan sholawat dengan membawa harapan anak-anak akan menjadi masa depan bangsa yang lebih cerah dan bahagia. (Eni)

7/21/2024

King Abdullah Medical City

 King Abdullah Medical City



Hari beranjak senja, hembusan angin masih sedikit menyengat, kita sudah memakai masker, namun tetap saja panas terasa. Pukul 6 sore cuaca masih 42 derajat, terasa panas bagi kita di Indonesia yang biasa dengan semilir angin yang berhembus dari selangkangan pohon dan dedaunan.


Kami menunggu taksi di depan hotel, beberapa orang yang sepertinya dari Afrika sedang berjalan beriringan menuju masjid, tinggi badannya tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia, namun mereka dapat berjalan kaki setiap hari ke Masjidil Haram, sedangkan kita tidak dapat seperti itu, fisik kita berbeda, alam telah memanjakan kita, dan itu yang harus kita syukuri, pada senja seperti ini di Indonesia kita menikmati segarnya hembusan angin, tidak perlu berjalan jauh menuju masjid, bahkan kita memilih masjid-masjid di sekitar kita yang setiap waktu sholat mengumandangkan adzan.

Ada jamaah yang sedang dirawat di RS King Abdullah Medical City akibat sakit jantung, tadinya jamaah ini tidak mau di rujuk ke RS dengan berbagai alasan, bahkan minta bantuan ketua rombongan maupun pimpinan KBIHU agar dia nggak di operasi, anaknya juga aktif komunikasi.

Tim Kloter tidak mau mengambil resiko, jamaah tetap di rujuk di RS dan dengan berbagai cara hingga jamaah setuju untuk dilakukan tindakan medis.

Saya masih ingat, ketika sedang rapat dengan beberapa kloter di sektor sembilan, pihak RS telpon untuk meminta persetujuan tindakan operasi pasang ring pada jantung agar yang bersangkutan dapat mengikuti wukuf di Arafah, dan saya iya kan saja karena itu merupakan tindakan yang realistis untuk kesembuhan jamaah.

Rasa jenuh dan merasa hidup sendirian pasti ada pada jamaah ini. Terlebih tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama dengan tim kesehatan rumah sakit, dua hanya pasrah saja karena hanya itu yang dapat dilaksanakan.

Mencari kendaraan menuju rumah sakit bukan suatu yang mudah, apalagi banyak sopir taksi yang belum paham benar peta lokasi kota, karenanya harus dengan kesabaran ekstra dan harus pintar menawar sebelum pada keputusan menggunakan taksi.

Sebenarnya jarak hotel dengan King Abdullah Medical City tidaklah terlalu jauh, lebih jauh jarak dua hati yang tidak saling mencintai meskipun selalu berjalan bersama. 

Sopir taksi yang tidak tahu arah mengakibatkan perjalanan yang seharusnya sebentar menjadi sedikit agak lama, meskipun hari menjelang senja, namun udara masih terasa panas yang jika kita menjemur pakaian bisa kering meskipun tanpa sinar matahari. Berenam menuju RS sambil cerita ngalor ngidul tak terasa sampai tujuan, halaman RS yang luas dengan pemandangan pohon kurma yang sedang berbuah menguning menambah keasrian RS dari kesan gersang.

Memberikan motivasi kepada jamaah haji yang akan menjalani operasi pasang ring pada jantung merupakan tujuan utama, dengan kedatangan kami menambah support jamaah yang tadinya takut dengan jarum suntik, dan semangat untuk dapat melaksanakan ibadah haji menjadi pendorong dirinya mengikuti program penyembuhan jantungnya yang bermasalah.


Makkah, Juni 2024


Ning Wida, Dokter Kloter SUB-58 yang Inspiratif


Banyuwangi (Warta Blambangan) dr. Hj. Zuwwidatul Husna begitu dikenal di kalangan jamaah haji Kabupaten Banyuwangi tahun 2024, meskipun tugasnya dalam kloter di SUB-58, namun dokter cantik yang juga pengasuh Asrama Al Munawir Pondok Pesantren Darussalam Blokagung mengisi manasik haji beberapa Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Reporter kami berkesempatan wawancara dengan beliau, Ahad (21/06/2024), penampilan menarik ditambah cara penyampaian yang luwes mengakibatkan banyak jamaah yang tertarik mendengarkan penyampaiannya ketika mengisi acara.

Begitupun ketika bertugas sebagai tim kesehatan Kloter SUB-58, setiap hari bersama kedua rekannya melakukan visitasi ke jamaah, terutama jamaah dengan resiko tinggi, ada yang menarik dengan yang dilakukan Tim kesehatan Kloter SUB-58, untuk memudahkan kamar yang ada jamaah resiko tinggi, diberi stiker khusus berbentuk hati disetiap pintu kamar jamaah resiko tinggi bertuliskan "haji sehat haji mabrur".

Jamaah bukan hanya puas dengan layanan kesehatan saja, tetapi sang dokter juga membimbing ibadah para jamaah perempuan, dan keluwesan penyampaian sang dokter menjadikan para jamaah perempuan lebih memilih melakukan ibadah di Masjidil Haram bersama dokter Kloter.

Terlebih ketua kloter SUB-58 juga memberikan kekuasaan kepada semua tim kloter, menjadikan sebuah supertim yang saling mengisi untuk layanan jamaah.

Ditanya media ini. Dokter lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini menyampaikan bahwa dulu dia pernah menjadi jamaah haji, dan merasakan bahwa jamaah haji perempuan kurang mendapat perhatian karena pembimbingnya laki-laki, karenanya dalam tugasnya sebagai tim kesehatan juga ingin ikut membimbing Ibadah jamaah haji perempuan, apalagi mendapatkan lampu hijau dari ketua kloter, dan ketika ada yang belum di fahaminya, sang dokter yang sudah dikaruniai tiga orang anak ini tidak sungkan tanya kepada ketua kloter.

Menjadi petugas haji merupakan kenikmatan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan ketika menjadi jamaah haji biasa, karena menjadi petugas haji bukan hanya dapat menjalankan ibadah haji, tetapi juga dapat membantu sesama.

Salah satu jamaah asal Kecamatan Banyuwangi Rahayuningsih menyampaikan bahwa ketika ditenda Mina, Ning Wida (panggilan akrabnya) tidur bersama saya yang sedang sakit, "Alhamdulillah saya sembuh walaupun tanpa obat, kehadirannya membuat orang menjadi tenang dan ayem" katanya.

Ketua kloter SUB-58 Syafaat dihubungi terpisah menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur diberikan dokter kloter sudah pernah haji dan orang pesantren, karena memudahkan layanan kepada jamaah haji, yang bukan hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga sharing ibadah.

Cerita Tentang Jamaah Haji Naik Gerobak Material di Arafah

 Cerita Tentang Jamaah Haji Naik Gerobak Material di Arafah 


Saya kira jamaah tersebut tetap berada di Rumah Sakit Arafah setelah dipasang 3 ring di jantungnya, ternyata dikembalikan ke kloter beberapa menit sebelum keberangkatan ke Arofah, saya tidak sempat menyiapkan pakaian untuk jamaah ini, karena kita sudah berada di lobby hotel dan siap memasuki bus yang dijaga petugas, agar tidak ada jamaah tanpa identitas haji yang masuk bus, saya di telepon petugas yang berada Rumah Sakit Arafah yang akan mengantarkan Jamaah tersebut, dan daripada kita tidak ketemu yang khawatirnya jamaah diantar ke hotel ketika kita sudah berangkat, maka saya minta jamaah tersebut langsung diantar ke tenda Arafah dan menunggu disana. 


Menjadi petugas haji harus mempunyai banyak cara yang mungkin tidak biasa untuk melayani jamaah, hal ini juga yang saya lakukan  ketika membawa jamaah haji yang baru saja operasi jantung dan oleh pihak RSAS dibawa ke tenda Arafah, pada awalnya tidak ada masalah ketika datang ke Arafah, dari ambulans menuju tenda ada petugas khusus lansia yang membantu menggunakan kursi roda. Jamaah haji inipun sempat mendapatkan perawatan intensif hingga diinfus selama di Arafah, kain Ihram juga diberikan oleh pihak RS dengan mengingat kain Ihram yang bersangkutan berada di hotel.

Yang bersangkutan bisa mengikuti wukuf, mendengarkan khutbah dan sholat berjamaah, meskipun harus di infus, kesehatan juga mulai membaik dan selalu didampingi oleh tim kesehatan hingga wukuf selesai.

Persoalan mulai muncul ketika yang bersangkutan harus naik bus menuju Mina mengikuti murur dan berhenti sementara di Muzdalifah, karena yang bersangkutan tidak membawa kursi roda dan tidak ada kursi roda yang dapat digunakan, dan yang bersangkutan belum kuat jika harus berjalan terlalu jauh. Otak para petugaspun berfikir keras untuk menentukan cara bagaimana agar jamaah haji ini dapat mencapai bus tanpa harus berjalan kaki, ada ide untuk digendong menuju bus, tapi dengan jarak lebih dari seratus meter mengakibatkan petugas berfikir ulang, karena orang yang baru pasang ring pada jantungnya harus benar-benar dijaga, ditambah sudah tidak adanya petugas PPIH Arab Saudi yang berada di Arafah saat pemberangkatan, mereka juga sibuk mengurusi Jamaah Haji lain yang juga butuh pertolongan, kursi roda juga tidak tersedia.

Ide muncul ketika pekerja maktab menggunakan gerobak untuk mengusung sisa bahan makanan dari dapur, akhirnya saya meminjam gerobak tersebut dengan dilandasi kardus bekas agar tidak kotor, kemudian jamaah dinaikkan gerobak menuju bus.

Ternyata membawa jamaah haji dengan menggunakan gerobak lebih mudah dan ringan daripada pakai kursi roda yang rodanya kecil, namun hal ini dapat mengakibatkan salah pengertian dengan mengingat gerobak tersebut tidak biasa digunakan untuk mengangkut orang, kecuali untuk anak-anak bermain, karenanya sebelum saya mendorong gerobak tersebut saya sampaikan ke jamaah bahwa anggap saja kita mengenang masa kanak-kanak.


Arafah. 15/06/2024


Merpati Megan di Haramain

 Merpati Megan di Haramain 


Sebentar lagi layanan Bus Shalawat berhenti, hanya menghitung hari saja puncak haji dilakukan, Kota Makkah akan ditutup dan tidak menerima kendaraan dari luar, pada puncak haji nantinya semua akan dilakukan dengan berjalan kaki, kecuali ambulans dan beberapa armada bus yang sangat terbatas jumlahnya. 


Saya ingin menikmati layanan terakhir Bus Shalawat yang nantinya akan beroperasi kembali pada 14 Dzulhijjah, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan hari ini di Masjidil Haram, selain juga mendampingi jamaah haji yang masih berada di haram, setidaknya hari ini lewat kembali ke Tower Zamzam, bangunan tertinggi di Kota Makkah yang memudahkan masyarakat mencari arah dimana Al Haram. Beberapa kali saya masuk ke bangunan tersebut yang dilengkapi dengan rumah sakit, hotel dan tempat perbelanjaan. Saya pernah diajak ngopy di Starbucks yang juga ada di bangunan tersebut, kuliner Nusantara juga banyak dijajakan, apalagi ada orang Banyuwangi buka lapak dalam Tower Zamzam.

Perempuan sering tersesat di bangunan tersebut, itu bukan karena hanya bangunan banyak liku seperti di dalam Masjidil Haram, tetapi mata perempuan mudah tergoda dengan berbagai barang yang dijajakan.

Yang menarik adalah adanya burung-burung merpati yang tidak takut dengan kedatangan manusia, mereka sadar bahwa manusia tidak akan menyakitinya, apalagi menjadikan mereka santapan makan malam.

Merpati di Masjidil Haram memiliki banyak julukan, seperti merpati tempat suci, Merpati Megan, merpati demam, dan merpati sunyi. Merpati dengan bentuk indah, warna unik, dan leher panjang. Merpati tersebut telah menjadi salah satu landmark terkenal di Makkah. Ketika tidak sedang terbang di atas para pengunjung, mereka bertengger di antara sisi-sisi bangunan, mencari orang baik yang akan memberi mereka makanan, hubungan kasih sayang di antara merpati dan jamaah Masjidil Haram telah ada sejak ratusan tahun yang lalu,  sejumlah orang menelusuri dan menyimpulkan merpati di Masjidil Haram adalah keturunan merpati di Gua Tsur pada masa hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Merpati tempat suci memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Jemaah haji, umrah maupun pengunjung tidak diperbolehkan untuk membunuh, mengusir, memecahkan telur-telur, ataupun menyingkirkan mereka dari sarang.

Merpati di Haramain Memiliki warna sangat biru mulai dari kepala hingga leher, hitam pada ujung sayap dan ekornya, biru putih pada sisa tubuhnya, dan dua garis hitam pada ekornya, mereka buang air besar di seluruh Ka'bah ataupun sekitarnya dan oleh Kerajaan Saudi Arabia dibangunkan enam menara oleh Arab Saudi di atas kanopi Jalan Masjidil Haram sebelah jembatan.

Dipagi dan sore hari merpati ini banyak turun dijalan untuk mendapatkan makanan dari para jamaah, ada beberapa mitos bahwa merpati ini dulunya diperihara Siti Aisyah RA yang berkembang biak hingga sekarang, konon jika ada pasangan suami istri yang lama tidak mempunyai keturunan, mereka bisa memberikan jagung kepada merpati-merpati ini dan sebagian makanan burung yang biasanya jagung ini dibawa pulang.

Berjalan kaki disepanjang jalan sambil menikmati indahnya merpati sangat mengasikkan, beberapa jamaah mengabadikan momen bersama merpati-merpati ini, mungkin hanya disini merpati bisa diajak selfi, tidak takut dengan kamera dan merasa aman dan nyaman saja. Makanan dari para jamaah sudah cukup bagi mereka, sehingga tidak perlu lagi mencari di tempat lain.


Makkah, Juni 2024






 

Tukang Bakso Cantik Bermata Biru

 *Tukang Bakso Cantik Bermata Biru*



Matahari belum menampakkan diri, orang orang pulang dari masjid, langkahnya cepat seperti tak pernah lelah. Depan hotel banyak orang jualan, tak ubahnya jalanan menuju pasar tradisional. Mereka datang sesaat setelah sholat subuh berlalu, mengendarai mobil yang di tempatku tergolong kendaraan mahal, tapi disini untuk ngangkut dagangan bakso, onde-onde dan makanan khas Indonesia lainnya yang mungkin saja penjual dengan wajah khas Timur Tengah itu tidak tahu dari desa mana dulu makanan itu berasal.

Setiap pagi depan hotel selalu ramai oleh para pedagang musiman, mereka bukan hanya bertransaksi dengan menggunakan real tetapi juga rupiah, bukan hanya orang dewasa yang berjualan, tetapi juga wajah imut timur tengah menjajakan dagangan dengan bahasa Indonesia meskipun terdengar kaku, mereka tidak menyebut kata rupiah, tetapi menyebut Jokowi, dan hanya menerima uang lima ratus ribu dan seratus ribu.

"ayo Jokowi seratus ribu" itu artinya dagangan mereka seharga seratus ribu rupiah. Entah gimana tahun depan jika presidennya ganti, bagaimana mereka menyebut mata uang rupiah.

Makanan yang dijual relatif mahal dibandingkan dengan kita membeli di Indonesia, apalagi sayuran, untuk sayur bakso saja dikasih bihun dan kubis, jangan bermimpi ada sayur hijau disana, cah kangkung yang di restoran lima belas ribu sekali santap habis, disana bisa dua kali lipatnya, namun karena sudah lebih satu bulan tidak merasakan masakan Indonesia, berapapun harganya ya sikat saja.

Biasanya beberapa jamaah haji membeli bakso untuk disantap bersama makanan yang paket yang diberikan kepada jamaah.

Sebenarnya makanan yang diberikan setiap harinya sudah enak, sehari tiga kali dengan menu berbeda yang kita sudah diberikan menu sepekan, namun kadang juga jenuh juga, apalagi seperti saya yang biasanya makan dengan kuah.

Saya sangat bersyukur hidup di Indonesia yang mempunyai Alam subur, bisa makan sayur dengan murah, bahkan jika ingin sayur kelor bisa gratis ngambil kelornya, tidak seperti di Saudi Arabia yang tidak semua tempat dapat di tanami, berbagai rempah Indonesia juga mudah di dapatkan, tak heran banyak jamaah haji yang membawa mie siap saji sebagai kombinasi makan setiap hari.

Saya tidak tahu daging apa yang dibuat bakso para pedagang, apakah daging kambing, sapi ataukah onta. Saya bukan pecinta bakso, sehingga tidak dapat membedakan daging yang digunakan, saya hanya merasakan nikmatnya apapun dagingnya, tetap terasa nikmat, terlebih seringkali jamaah yang membelikannya.

Saya juga tidak bertanya kepada para pedagang perempuan berkulit putih dengan hidup mancung khas Timur Tengah, bagaimana mereka membuatnya, resep masakan dari China ataukah Indonesia.


Makkah, Juni 2024

7/20/2024

Kain Ihram Warna Ungu

 Kain Ihram Warna Ungu



 Sewajarnya kain ihram berwarna putih. Kadang juga diberi kombinasi tulisan negara dengan warna berbeda. Tetapi nggak dominan, saya belum menemukan laki-laki mengenakan pakaian ihram selain warna putih, hal ini berbeda dengan jamaah haji perempuan yang bisa menggunakan warna selain putih, apalagi jamaah haji Indonesia yang khas, dengan menggunakan mukena ketika sholat. Lantas bagaimana jika menggunakan Ihrom selain putih?.

Bagi jamaah umrah atau haji laki-laki pertanyaan itu bukanlah hal yang janggal, karena pakaian umrah atau pakaian ihram laki – laki hanya dua helai kain, bagian bawah disebut izar dan bagian atasnya disebut rida’. Disunnahkan mengenakan pakaian berwarna putih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Hendaknya dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian).” (HR. Bukhari no. 1542).

Sepertinya cerita ini agak konyol, ketika ketua kloter jamaah haji menggunakan rida' atau kain ihram bagian atas tidak berwarna putih, namun sesuatu yang harus terjadi memang harus terjadi yang tidak dapat dipungkiri.

Sesampainya diatas Yalamlam, kru pesawat menyampaikan bahwa pesawat telah berada diatas Yalamlam, sehingga jamaah haji dipersilahkan untuk melakukan niat umroh, meskipun sudah diumumkan melalui pengeras suara pesawat bahwa jika masih ada yang pakai daleman atau lainnya bagi laki-laki harus dilepas, namun pikiranku ditelikung pertanyaan dalam hati, jangan-jangan ada jamaah yang belum berihram sesuai ketentuan, sayapun berjalan ke barisan jamaah, memastikan semua baik-baik saja, hingga saya menemukan seorang jamaah laki-laki yang masih memakai songkok nasional, saya dekati dia yang ternyata masih memakai batik haji Indonesia, dia beralasan harus merawat istrinya yang mengalami sakit stroke dan tidak dapat bergerak tanpa bantuannya, sedangkan kain Ihram berada di tas kabin yang oleh kru pesawat dimasukkan ke bagasi. Dia ingin merawat istrinya, dan merasa kesulitan jika harus memakai kain Ihram sejak awal. Saya juga heran, kenapa ketika di Embarkasi orang ini luput dari pantauan, belum memakai ihram, atau mungkin saya luput mengawasinya ketika saya harus ke kamar jamaah Lansia lainnya yang istrinya harus di rujuk di RSHI. Mencari siapa yang salah bukanlah sebuah solusi, karena yang terpenting bukan kenapa ini bisa terjadi, namun bagaimana cara mengatasi. Meskipun ada beberapa jamaah haji yang membawa kain Ihram lebih dari satu pasang, namun rata-rata ditaruh di koper besar, sehingga mustahil kita pinjam jamaah lainnya, dan sebuah kesalahan bagi seorang pimpinan jika membiarkan jamaah ini tidak memakai kain ihram, sehingga sebagai pimpinan mereka di kloter ini, saya merelakan kain ihram atas saya atau rida' dipakai oleh laki-laki tersebut, dan bisa dibayangkan bagaimana dinginnya didalam pesawat tanpa pakaian, saya teringat ada KBIHU yang menggunakan sorban sebagai identitasnya, karenanya saya ke pesawat bagian belakang, mencari Ketua Rombongan yang menggunakan sorban warna ungu untuk saya pinjam menutupi bagian atas, saya gunakan sebagai rida' agar tidak terlalu dingin, karena perjalanan masih membutuhkan waktu beberapa jam lagi.

PPIH Bandara ternyata telah menyiapkan kain Ihram, sehingga saya yang saat itu berpenampilan beda dari yang lain diberikan kain Ihram, sehingga saya tidak terlihat lagi berpakaian ihram warna ungu, tetapi sudah sama dengan Jamaah Haji lainnya.


Jeddah, 28/05/2024


7/16/2024

Peningkatan Kompetensi Guru MI Darun Najah II Banyuwangi


Banyuwangi (Warta Blambangan) MI Darun Najah II, Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi, yang tergabung dalam Yayasan Pendidikan dan Sosial Darun Najah, menyelenggarakan workshop di Ballroom Ketapang Indah Hotel pada Ahad (14/7/2024). Acara ini diikuti oleh 60 civitas akademika yayasan tersebut.


Workshop bertajuk “Menjadi Guru Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif” ini menghadirkan beberapa narasumber terkemuka, termasuk Riza Wahyuni, seorang psikolog klinis dan forensik dari LPP Geofira Surabaya. Riza menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa, terutama di era Gen Alpha, di mana kedewasaan mental baru terbentuk pada usia 20-21 tahun. “Sekolah sebagai pembentuk karakter harus menjadi teladan dalam segala hal,” tegasnya.

Faridatul Hasanah, narasumber lainnya, menekankan bahwa guru harus menjadi agen perubahan untuk menciptakan madrasah berkualitas. “Kualitas pembelajaran bisa ditingkatkan melalui pengorganisasian pembelajaran, pembelajaran berdiferensiasi, asesmen, strategi pembelajaran yang sesuai, serta pemilihan model dan metode yang tepat,” jelasnya.


Azza Musyarofah, Kepala Laboratorium Bahasa Amanatul Ummah Pacet, turut berbagi strategi membranding madrasah dengan menghasilkan output berkualitas dan memperkuat hubungan dengan wali murid melalui Komite Madrasah sebagai pemangku kepentingan yang menyebarkan informasi positif.


Majidatul Himmah, Kepala MI Darun Najah II, melalui perwakilan Yayasan Pendidikan Darun Najah, Ma’mulah Harun, menyatakan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di yayasan, terutama dalam menghadapi tahun pelajaran 2024/2025. “Diharapkan seluruh tenaga pendidik sudah siap dengan bahan ajar dan mampu memberikan pembelajaran secara profesional,” pungkasnya. (Eny)


7/12/2024

Musium Arsitektur Masjid Nabawi

 Musium Arsitektur Masjid Nabawi 


Siang setelah sholat Dzuhur, saya diajak ke Museum Masjid Nabawi, tepatnya di arah selatan Masjid, keluar melalui pintu 305, saya memakai payung pemberian Bagian Kesehatan Kerajaan Saudi Arabia yang membuka pos kesehatan di pintu masuk 318, tempat hotel kami berada. Panas tetap sangat terasa meskipun memakai payung, karena asal panas bukan hanya dari sengatan matahari yang dapat ditangkis dengan payung, namun dari udara sekitar, sehingga saya menggunakan sorban gajah oling yang aslinya udeng segi empat saya gunakan untuk menutupi sebagian wajah, sedangkan yang mengajak saya seorang perempuan yang pandai berbahasa arab, dia menutup wajahnya dengan masker. 


Ada dua Musium berdampingan ditempat tersebut, yakni Musium perjalanan Nabi Muhammad Saw dan Musium Arsitektur Masjid Nabawi, keduanya masuk dengan menggunakan tiket, untuk Musium Arsitektur Masjid Nabawi tiket satu orang SAR 15.

Ini merupakan salah satu destinasi terpenting bagi pengunjung Masjid Nabawi karena menampilkan gambaran ilmiah kepada para pengunjung tentang berbagai tahapan perluasan dan pembangunan Masjid Nabawi sepanjang sejarah melalui sajian visual, teks dan audio, dari pertama didirikan oleh Nabi Muhammad Saw hingga perkembangan terakhir.

Museum ini merupakan bagian dari layanan yang disediakan oleh Lembaga Urusan Masjid Nabawi, terletak di halaman belakang Masjid Nabawi atau di depan Roudhoh menuju arah kiblat, yang berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. Pengunjung akan disambut oleh sejumlah pemandu khusus dalam bahasa Arab, Urdu dan Inggris. Sementara itu, presentasi audio visual tersaji dalam 12 bahasa, dilengkapi terjemahan audio berteknologi canggih.

Kami berdua masuk dan langsung ditanyakan asal negara, kemudian diberi alat yang tersambung dengan headset, kemudian kami berjalan sesuai arah yang ditentukan.

Museum Arsitektur Masjid Nabawi menghimpun warisan sejarah dan kekayaan ilmu pengetahuan dan budaya bagi pengunjung museum. Mereka dapat mempelajari sejarah Masjid Nabawi, yang terbentang selama lebih dari 1400 tahun, sejak masjid ini didirikan pada masa kenabian, era Khilafah Rasyidah, periode-periode sesudahnya hingga masa pemerintahan Arab Saudi.


Di dalamnya, pengunjung dapat belajar tentang seluk-beluk Masjid Nabawi, kedudukannya dan keunggulan arsitekturnya, serta meningkatkan kesadaran budaya tentang peradaban Islam.l, bukan hanya audio visual yang ditampilkan dan dapat kita dengar penjelasannya melalui headset yang tersambung otomatis dengan wifi, tetapi juga terdapat beberapa artefak kuno berupa tempat lilin dan lain-lain.


Pengunjung juga bisa mengenali keistimewaan Masjid Nabawi, seperti mimbar dan mihrabnya, kubah, payung, pintu, tempat adzan, menara, halamannya, dan sejumlah fasilitas lain yang disediakan untuk para pengunjung Masjid Nabawi.


Perkembangan pembangunan masjid disajikan secara untuk melalui video dan audio yang dapat kita dengarkan melalui alat khusus yang tersambung dengan wifi dengan lambang khusus dibawah video. Begitupun dengan pemugaran rumah sayyidina Aisyah Ra dan Makam Rasulullah beserta kedua orang sahabatnya, pengunjung dapat mengetahui posisi yang tepat dimana beliau di makamkan.


Museum ini menjadi salah satu destinasi bagi pengunjung Masjid Nabawi. Museum ini telah dilengkapi berbagai hal yang memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan pengetahuan, melalui audio, visual, maupun teks, dalam durasi kurang lebih 40 menit. Museum ini menyambut 30 orang pengunjung dalam setiap gelombang.

Museum ini menerima pengunjung selama hari kerja: Sabtu hingga Kamis, dan beroperasi dalam dua shift per hari. Shift pertama dimulai dari jam 7 pagi hingga 12 siang. Shift kedua mulai dari jam 4 sore hingga 10 malam.

Bila pengunjung masuk melalui pintu depan, maka ketika selesai, sebelum masuk ke ruang yang menyajikan cinderamata museum, pengunjung terlebih dahulu menyerahkan alat audiovisual yang dipergunakan selama dalam Musium, dan keluar lewat pintu keluar tepat di depan masjid Ghamamah.



Madinah, Juni 2024




7/11/2024

Napak Tilas ke Masjid Quba

 Napak Tilas ke Masjid Quba 



Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi muslim yang telah mampu, selain menunaikan ibadah haji di Kota Makkah, jamaah juga ke Kota Madinah untuk Shalat berjalan di Masjid Nabawi serta berziarah ke tempat-tempat bersejarah disekitar kota Madinah, salah satunya adalah Masjid Quba yang mempunyai beberapa keistimewaan.

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun 1 Hijriyah di Quba, ketika beliau pertama menginjakkan kaki hijrah di Madinah. masjid ini memiliki pesona keindahan dan nilai sejarah yang penting dalam sejarah perkembangan Islam sehingga menjadi tempat yang menarik dan bernilai ibadah untuk dikunjungi, meskipun beberapa kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan ciri khas Masjid Peninggalan nabi yakni bagian tengah Masjid tanpa atap, dan untuk menghindari dari panas matahari, dipasang para-para.


Masjid tersebut menjadi titik awal sejarah kemasjidan dalam Islam. Ia berada di tepi Kota Madinah di kawasan perkampungan yang dinamai Quba, lebih kurang 4 Km di arah selatan Masjid Nabawi.

Untuk menuju ke Masjid tersebut saat ini selain jalan kaki atau mengendarai kendaraan umum, dapat menggunakan Golf Cart yang berada di belakang Masjid Ghamamah dengan tarif SAR 20 untuk pulang pergi. 


Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasullullah Saw kepada Allah SWT.


”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).


Di kampung Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah dengan lantunan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya.


Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad Saw selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan salat dua rakaat, yang biasanya dilakukan pada hari sabtu.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata. "Dahulu Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan salat dua rakaat.”

Jamaah haji Indonesia ada program city tour yang salah satunya di Masjid Quba. Jamaah biasanya sudah berwudlu sebelum memasuki bus, hal ini dilakukan untuk mengikuti yang pernah dilakukan nabi, dan agar tidak  terlalu lama di Quba untuk mengambil wudlu, mereka bisa langsung shalat dua rakaat dan menikmati keindahan bangunan yang penuh sejarah itu, ada pigura foto yang dapat digunakan jamaah untuk mengabadikan kenangan dengan latar belakang Masjid Quba.

Hal ini dikarenakan masjid ini memiliki keutamaan bagi orang yang salat di dalamnya. Di antaranya salat di dalamnya bernilai seperti pahala umrah, sesuai sesuai dengan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah,” (Ibnu Majah).

Masjid Quba dikelilingi oleh kebun kurma, sehingga jamaah dapat menikmati keindahan kebun kurma ketika sedang berbuah, beberapa tempat yang dapat digunakan sebagai swafoto selain pigura bertuliskan Ana (lambang cinta) Quba, juga gapura bertuliskan Masjid Quba.


Syafaat, Madinah Juli 2024


Doa Orang-orang Tersesat

 Doa Orang-orang Tersesat


J


umat pertama di Kota Makkah, saya ingin mengikuti Sholat Jumat di Masjidil Haram, meskipun di Mushola Hotel juga dilaksanakan sholat Jumat, dengan beberapa pertimbangan bahwa banyaknya jamaah lansia yang tidak dapat ke Haram, beberapa jamaah haji ada yang memilih shalat Jumat di Masjid sekitar hotel, dengan menggunakan google maps mereka dapat menemukan masjid tersebut.

Ada himbauan agar jamaah berangkat pagi, karena bus Shalawat berhenti beroperasi pukul 09:00 WAS, sehingga pagi itu jam setengah sembilan hotel sudah nampak lengang, beberapa masih bergegas ke Masjid dengan bus Shalawat terakhir.

Saya ke haram ketika bus Shalawat berhenti beroperasi, perjalanan 4 kilometer yang biasanya ditempuh menuju haram sudah tak nampak lagi, karena meskipun haram terlihat dekat yang ditandai dengan terlihat jelas jam besar diatas zamzam tower, namun bus memilih jalan memutar dan berhenti di terminal jiyat. Sedangkan jika berjalan kaki dengan jalan lurus dari hotel hanyalah 2 kilometer saja.

Berangkat berjalan kaki menuju haram dengan seragam kebanggaan petugas haji bersama orang-orang berbagai negeri, sepertinya ada kekuatan berbeda hingga perjalanan menjadi tak terasa, karena panggilan nurani untuk bersama jamaah yang telah lama mendahului menjadi penyemangat untuk berjalan kaki ke Haram.

Pukul 10:00 WAS di hari Jumat terminal di Haram di tutup, masjid seperti hampir penuh, saya baru saja masuk halaman Haram, ketika memasuki masjid terbesar di dunia itu kita diarahkan ke lantai entah berapa melalui eskalator.

Usai sholat Jumat, orang-orang keluar dari masjid,  berhamburan seperti laron di musim hujan, entah keluar dari pintu mana mereka lupa, pokoknya keluar begitu saja, sehingga di pelataran masjid jamaah seperti aliran air tumpah dari baskom, mereka banyak yang berjalan Sarah arah lupa tujuan.

Saya berjalan yang sesekali harus berhenti melayani jamaah yang tidak tahu arah mana mereka pulang, sebagian besar dari mereka yang salah arah adalah ketika mereka keluar dari pintu yang berbeda dari mereka masuk, karena memang ketika selesai sholat semua pintu keluar dibuka, berbeda ketika akan dilakukan Sholat, beberapa pintu ditutup karena diarahkan ke tempat lain yang lebih longgar.

Saya berjalan diantara pertokoan, dengan pasti menuju arah pulang berjalan kaki sendirian. Nampak beberapa orang tua menghentikan langkahku, karena seragam kebanggaan petugas yang selalu dipakai ketika keluar memudahkan mereka yang sedang kebingungan. sekelompok orang tua ini nampak bahagia, mungkin bertemu dengan petugas bagi mereka merupakan harapan besar untuk segera pulang.

Saya mengajak mereka menepi dari sengatan matahari di tengah jalan, terlebih arus jamaah yang sedang keluar masjid sangat banyak, sehingga jika harus kembali ke Masjidil Haram, mereka kesempatan. Ngobrol bersama mereka dan mencoba menjawab pertanyaan yang mereka ajukan dengan hati-hati, saya tahu mereka sudah tersesat beberapa kilometer, dan saya tidak ingin mereka orang-orang yang tidak muda lagi ini patah semangat menuju jalan pulang.

Mereka berangkat dan berhenti di terminal Syib Amir, sekitar 3 kilometer dari arah sekarang mereka berada, saya tidak menyampaikan bahwa mereka tersesat terlalu jauh, saya hanya menyampaikan harapan mereka dengan menunjukkan jalan pulang. Karena sejauh apapun kita melangkah, akan terasa menyenangkan dan indah ketika ada kepastian.

Saya begitu terharu karena menjadi jawaban bagi mereka yang tersesat dan menunjukkan jalan pulang, karena tidak ada orang yang tidak akan renta, dalam doaku ketika kita renta, tidak dikurangi nikmat pengingat, begitupun juga tubuh yang suatu saat juga akan rapuh, janganlah dikurangi kekuatan keimanan pada masa akhir kita menikmati kenikmatan iman. 

Jamaah haji dari Embarkasi SOC ini dipandu oleh satu orang yang masih muda. Saya mengarahkan mereka untuk kembali ke Haram, setelah melewati WC 6 mengambil arah kanan, dan lebih aman melewati jalan yang bergandengan dengan Masjid.

Memang WC merupakan tempat paling mudah untuk penanda, karena bangunan di pelataran masjid ini relatif lebih mudah terlihat dan mudah diingat dibandingkan dengan harus mengingat nama toko, hotel maupun bangunan lainnya.

Saya kembali berjalan kaki pelan menuju hotel yang jaraknya tinggal sekitar satu kilometer lagi, sambil sesekali mata terperangkap dengan pertokoan yang menjajakan berbagai jualan, saya memilih berjalan melalui trotoar agar sedikit terhindar dari sengatan matahari yang panasnya sekitar 47 derajat, beberapa orang berkulit hitam juga berjalan pulang dengan langkah cepat, rasanya sulit bagi saya dan Jamaah Haji Indonesia lainnya mengikuti kecepatan langkah mereka yang sepertinya tidak kepanasan berjalan ditengah jalan aspal.

Langkah terhenti ketika melihat orang tua dengan baju batik khas Banyuwangi berjalan dengan arah berlawanan, saya bergegas mendekati, kupegang tangannya dan saya tanyakan kemana tujuannya.

Orang tua ini nampaknya tertinggal dari rombongan, dia sendirian ingin mencari Terminal Jiyat, tempat bus shalawat menuju hotel, dia hanya tahu bahwa ketika datang dan pulang dari haram melalui terminal itu. Karenanya ketika dia merasa salah jalan, akan tetap mencari Terminal yang sama menuju pulang.

Saya ajak orang tua tersebut pulang berjalan kaki menuju hotel, karena hanya beberapa ratus meter lagi sudah sampai hotel, sedangkan jika harus ke Terminal Jiyat harus berjalan lebih dari satu kilometer. Bersyukurlah bahwa orang tua ini tersesat dijalan yang benar, dan memakai baju khas yang mudah dikenali serta dapat saya temukan. Bisa dibayangkan jika orang ini tetap kembali ke arah masjid mencari terminal, sudah berjalan jauh dan belum tentu segera ketemu.

Orang baik akan selalu diberikan kemudahan, terlebih keikhlasan mereka dalam menjalani perintah agama. Tuhan akan menolong mereka dengan mengirimkan orang yang tepat untuk menolongnya.


Makkah, Mei 2024 

7/10/2024

Masjid Imam Bukhori di Madinah

 Masjid Imam Bukhori 



Tidak banyak yang tahu keberadaan Masjid Imam Bukhori di Madinah, meskipun letaknya tidak terlalu jauh dengan pintu utama Masjid Nabawi dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki, Masjid ini berada di sisi kiri pintu utama masuk Masjid Nabawi, kalau dari dalam Masjid Nabawi, kita bisa keluar melalui pintu 338 atau 340, beberapa bus yang ziarah keluar kota Madinah biasanya juga melewati masjid tersebut.

Saya ke Masjid Bukhori melalui pintu 333 atau keluar dari masjid Nabawi melalui pintu utama kemudian belok ke Kanan, beberapa warung makanan Nusantara tersedia di wilayah tersebut, sehingga disamping ziarah, kita bisa menikmati kuliner Nusantara.

Masjid berukuran 20x30 meter dan berwarna putih di ujung jalan tersebut diberinama Imam Bukhari sebagai lantaran di tempat ini dulunya Imam Bukhari menulis kitab yang menjadi rujukan umat Muslim di seluruh dunia, Kitab Hadist Shahih Bukhari yang berisi sabda-sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. 

Seperti Masjid monumen disekitar Masjid Nabawi, Di pintu masuk masjid terlihat ukiran kaligrafi "Masjid Imam Al-Bukhari".

Saat akan masuk ke bagian dalam masjid, kita akan melewati tangga-tangga kecil di depan masjid tersebut.

Di ruangan tempat salat akan tergelar karpet dengan warna merah. Di samping-samping temboknya banyak terlihat rak-rak buku yang berisi Al-Quran dan kitab haits Sahih Bukhari.

Masjid ini dinamai sesuai dengan nama seorang ulama besar dalam Islam, Imam Bukhori, yang dikenal luas melalui karya monumentalnya, "Sahih Bukhori", sebuah kumpulan hadis yang diakui otoritasnya oleh umat Islam di seluruh dunia.

Imam Bukhori, yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, lahir pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) di kota Bukhara, yang saat ini terletak di Uzbekistan.


Ia dikenal karena dedikasinya yang luar biasa dalam mengumpulkan, menyaring, dan menyusun hadis Nabi Muhammad SAW. "Sahih Bukhori" adalah karya terbesarnya yang menjadi salah satu kitab hadis paling otoritatif dalam Islam Sunni.

Masjid Imam Bukhori adalah salah satu tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah dan religius yang tinggi, terletak di kota Madinah, Arab Saudi.


Masjid ini dinamai sesuai dengan nama seorang ulama besar dalam Islam, Imam Bukhori, yang dikenal luas melalui karya monumentalnya, "Sahih Bukhori", sebuah kumpulan hadis yang diakui otoritasnya oleh umat Islam di seluruh dunia.

Imam Bukhori, yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, lahir pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) di kota Bukhara, yang saat ini terletak di Uzbekistan.

Ia dikenal karena dedikasinya yang luar biasa dalam mengumpulkan, menyaring, dan menyusun hadis Nabi Muhammad SAW. "Sahih Bukhori" adalah karya terbesarnya yang menjadi salah satu kitab hadis paling otoritatif dalam Islam Sunni.

Pendirian Masjid Imam Bukhori di Madinah tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap warisan intelektual dan spiritual Imam Bukhori.


Meskipun Imam Bukhori tidak tinggal di Madinah secara permanen, ia sering mengunjungi kota ini untuk belajar dan mengajar, karena Madinah adalah salah satu pusat utama ilmu keislaman pada masanya.


Masjid ini dibangun untuk menghormati dedikasi dan kontribusi Imam Bukhori dalam ilmu hadis. Pendirian masjid ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah Arab Saudi dan donatur swasta yang ingin melestarikan warisan keilmuan Islam. Masjid ini juga menjadi tempat bagi umat Islam dari seluruh dunia yang ingin mengenang jasa besar Imam Bukhori.

Masjid Imam Bukhori dirancang dengan arsitektur modern yang menggabungkan elemen tradisional Islam. Hal ini terlihat dari kubah, menara, dan kaligrafi yang menghiasi interior serta eksterior masjid.


Selain sebagai tempat shalat, masjid ini dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, termasuk perpustakaan yang menyimpan berbagai buku dan manuskrip tentang hadis dan ilmu keislaman lainnya.

Masjid Imam Bukhori tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pengkajian Islam. Di sini, sering diadakan kuliah, ceramah, dan diskusi yang mendalami ajaran-ajaran Islam, khususnya yang berhubungan dengan hadis dan sunah Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, masjid ini berperan penting dalam melestarikan dan menyebarkan ilmu pengetahuan Islam.


Bagi jamaah haji Indonesia maupun jamaah umrah, ziarah ke Masjid Bukhori dapat dilakukan sambil menikmati wisata kuliner disekitar masjid atau di pintu utama Masjid Nabawi yang dibuka lapak-lapak kuliner dari berbagai negara.

Madinah, 06/07)2024.



7/06/2024

Kebun Saqifah Bani Saidah

 Kebun Saqifah Bani Saidah



Terlihat biasa saja, seperti tak ada istimewanya, namun jika di perhatikan, tempat yang sekarang ditutup tersebut ada yang istimewa, sebatang pohon kering dibiarkan sendirian, padahal bisa saja buldozer disampingnya dengan mudah menumbangkannya. Letaknya tidak jauh dari Masjid Nabawi, jamaah haji Indonesia tahun 2024 dengan mudah menemukan di pintu 324, ada pagar mengelilingi yang nampaknya akan ada pembangunan baru di tempat tersebut.

Dipetilasan yang sekarang berada di lapangan luas yang dulu gedung-gedung tinggi menjulang, 1433 tahun silam, para sahabat Anshar berkumpul di sebuah kebun, sedianya mereka hanya ingin memilih pemimpin Kota Madinah setelah mangkatnya Nabi Muhammad.


Namun, kehadiran beberapa sahabat Muhajirin dalam forum di Saqifah, obrolan berubah ke arah siapa yang akan memimpin ummat Islam secara umum, bukan sekedar hanya pemimpin di kota Yatsrib saja. Maka setelah itu, dipilihlah Abu Bakar menjadi Khalifah secara mayoritas yang hadir.


Saqifah Bani Saidah atau As-Saqifah pada tahun 11 Hijriah silam merupakan bangunan beratap yang digunakan oleh kabilah Bani Saidah, suku Khazraj, salah satu kabilah yang berasal dari Madinah, Hijaz, barat daya Jazirah Arab.


Dulunya, Saqifah Bani Saidah yang letaknya berada di barat daya kediaman Nabi Muhammad Saw ini merupakan pemukiman dan perkebunan milik kabilah Bani Saidah. Pada awalnya bentuk saqifah sangat besar, dikarenakan saqifah berfungsi sebagai tempat berkumpulnya kaum Anshar.

Karena belum banyak gedung seperti sekarang, menurut beberapa sumber, saat itu di depan Saqifah terdapat halaman yang luas dan lebar dan di dekatnya terdapat sumur milik Bani Saidah. Saat ini, Saqifah menjadi sebuah taman berpagar yang didalamnya sedang ada aktivitas pembangunan sebagai salah satu rencana besar Kerajaan Saudi Arabia untuk pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, masyarakat tidak bisa leluasa bermain atau kongkow karena pagar proyek, terlebih hanya tersisa satu pohon kering saja di tempat tersebut.


Saqifah Bani Saidah kerap kali disebut dalam buku-buku sejarah Islam, terutama ketika menceritakan peristiwa pemilihan pemimpin pasca wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 Hijriyah bertepatan dengan tahun 632 M.

Dari berbagai sumber, disampaikan bahwa pemilihan khilafah Islamiyah sejatinya sahabat Ansor saat itu sudah mempunyai dan sudah siap akan membaiat kandidat yang mereka usung, yaitu Saat bin Ubadah.


Namun, akhirnya, setelah terjadi berbagai diskusi, pertimbangan serta suara mayoritas forum yang hadir, terutama usulan dari Sahabat Muhajirin yang di antaranya Sahabat Umar, mengusulkan Abu Bakar. Kaum Anshor rela menyerahkan posisi khalifah kepada Sayidana Abu Bakar Shiddiq atas usulan Sayidina Umar, bahwa saat itu sempat terjadi perdebatan. Bahkan kelompok Ansor sempat berujar minna amirun wa minkum amirun yang artinya, dari kelompok kita memilih pemimpin sendiri dan dari kelompok lain memilih ketuanya sendiri juga.

pada akhirnya Sayidana Umar berhasil meyakinkan kaum Ansor sehingga mereka membaiat Sahabat Abu Bakar. Padahal, sebetulnya sahabat Abu Bakar cenderung memilih satu di antara dua orang, yaitu Abu Ubaidillah bin al Jarrah dan Umar bin Khottab, untuk menjadi khalifah.


Akan tetapi, Sayyidana Umar menolak dan berujar, "Bagaimana mungkin aku menjadi pemimpin umat yang di dalamnya terdapat Abu bakar". Dan Umar pun mengulurkan tangannya membaiat Sahabat Abu Bakar begitu juga dengan sahabat yang lainnya.


Melihat Taman Saqifah Bani Saidah, Saksi Bisu Pemilihan Abu Bakar Menjadi Khalifah


Taman berpagar setinggi dua anak-anak ini berisi berbagai tanaman. Namun, pohon kurma yang menjulang tinggi lebih mendominasi taman yang dulunya menjadi peristiwa penting setelah wafatnya Rosulullah.


Dipetilasan yang sekarang terhimpit oleh berbagai gedung ini, 1432 tahun silam, para sahabat Anshar berkumpul. Sedianya mereka hanya ingin memilih pemimpin Kota Madinah setelah mangkatnya Nabi Muhammad.


Namun, kehadiran beberapa sahabat Muhajirin dalam forum di Saqifah, obrolan berubah ke arah siapa yang akan memimpin ummat Islam secara umum. Bukan sekedar hanya pemimpin di kota Yatsrib saja. Maka setelah itu, dipilhlah Abu Bakar menjadi Khalifah secara mayoritas yang hadir.

Saqifah Bani Saidah kerap kali disebut dalam buku-buku sejarah Islam, terutama ketika menceritakan peristiwa pemilihan pemimpin pasca wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 Hijriyah bertepatan dengan tahun 632.


Pakar Sejarah Islam Nasrullah Jasam mengungkapkan, bahwa pada peristiwa pemilihan khilafah Islamiyah sejatinya sahabat Ansor saat itu sudah mempunyai dan sudah siap akan membaiat kandidat yang mereka usung, yaitu Saat bin Ubadah.


Namun, akhirnya, setelah terjadi berbagai diskusi, pertimbangan serta suara mayoritas forum yang hadir, terutama usulan dari Sahabat Muhajirin yang di antaranya Sahabat Umar, mengusulkan Abu Bakar


"Perbedaan pandangan dalam memilih pemimpin adalah hal yang lumrah, dan ini terjadi antara sahabat dari kalangan Anshor dan Muhajirin. Bahkan kalangan bani Hasyim memiliki pandangan lain yang karena beberapa alasan cenderung memilih Sahabat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah," 

Sehingga, hal-hal yang sudah diputuskan akan menjadi keputusan bersama dan harus ditaati. "Demi kesejahteraan dan kedamaian ummat. 

Dalam hal ini, sikap Sayyidina Umar patut dijadikan contoh. Ketika Abu Bakar memintanya untuk menjadi seorang Kholifah maka dia tidak bersedia ketika masih ada orang yang kemampuannya diatasnya.

Semoga peristiwa Saqifah Bani Sa'idah bisa menjadi renungan bagi para pemimpin bangsa.

Saqifah Bani Saidah layak dikunjungi sebagai refleksi diri bahwa Hendaknya setiap orang menyadari dan mengukur diri akan kemampuannya,.


Madinah, 05/07/2024

7/05/2024

Misteri Jabal Magnet

 Jabal Magnet Bukan Tujuan Haji

Oleh : Syafaat 



Fenomena Jabal Magnet. sesuai dengan namanya,  memiliki kandungan magnet yang sangat tinggi, akibatnya mobil-mobil di daerah tersebut bergerak sendiri, termasuk jarum kompas tidak dapat berfungsi akibat medan magnet yang sangat kuat. Saya tadinya juga penasaran dengan fenomena alam ini, tetapi setelah bersama jamaah haji Kabupaten Banyuwangi kloter SUB-58 berkesempatan ke tempat tersebut, dan bus yang kami tumpangi mencoba berjalan di medan magnet, bus tersebut bergerak sendiri ketika posisi persneling dalam posisi nol atau netral, pada jalur datar, bus ini berjalan seperti berjalan pada turunan yang semakin lama semakin cepat hingga mencapai kecepatan 100 km/jam, kemudian melambat ketika jalan mulai menanjak.

Jabal Magnet atau bukit magnet bernama asli Manthiqa Baidha atau perkampungan putih. Lembah ini juga disebut Lembah Jin, karena fenomena menarik yang tidak di dapatkan di daerah lain, sehingga mungkin dianggap semua itu dulunya dianggap ulah para jin.

Jabal Magnet berada di bukit tandus, sekitar 30 menit atau 60 kilometer dari pusat Kota Madinah, perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dipenuhi sejumlah perkebunan kurma dan hamparan bukit bebatuan, pada musim haji 2024 bersamaan dengan musim kurma, sehingga jamaah sepanjang perjalanan dapat menikmati pohon kurma yang sedang berbuah menguning, pemandangan ini sangat langka karena sulit dan hampir tidak di temukan kebun kurma berbuah lebat di Indonesia.

10 kilometer menjelang Jabal Magnet, ada sebuah danau buatan yang besar. Kemudian disambut oleh warna hitam dan merah layaknya batu bata yang mendominasi Jabal Magnet. Terlepas dari itu, keajaiban alam tersebut hanya berlangsung sekitar 1-4 kilometer dari arah kepulangan Jabal Magnet, ketika jamaah haji berhenti di kawasan wisata Jabal Magnet, jamaah memanfaatkan fasilitas naik onta dengan tarif SAR 10 setiap orang, dan satu onta dapat di naiki oleh dua orang.

Bagi jamaah haji Indonesia, meskipun tidak ada kaitan langsung antara ritual haji dengan mengunjungi Jabal Magnet, namun rasanya sayang jika dilewatkan kesempatan ke Jabal Magnet ketika jamaah berada di Saudi Arabia.

Guide bus menyampaikan bahwa Jabal Magnet pertama kali ditemukan oleh orang suku Baduy. Penemuan ini berawal dari kebetulan seorang anggota suku Arab Badui yang  menghentikan mobilnya karena keinginan untuk buang air kecil. Karena terburu-buru ia mematikan mesin mobil, namun lupa memasang rem tangan. Setelah ia selesai, dengan rasa kaget, Arab Badui tersebut melihat mobilnya jalan sendiri dan semakin melaju dengan cepat. Akhirnya, mobil itu berhenti setelah terperosok ke dalam tumpukan pasir di daerah tersebut.

Keanehan di Jabal Magnet disebabkan lokasinya berdiri di atas Arabian Shield tua yang berumur 700 juta tahun. Kawasan itu berupa endapan lava "alkali basaltik" (theolitic basalt) seluas 180.000 kilometer persegi. Lava tersebut kemudian muncul ke permukaan bumi dari kedalaman empat puluhan kilometer melalui zona rekahan sepanjang 600 kilometer yang dikenal sebagai "Makkah-Madinah-Nufud volcanic line".

Jabal Magnet memang bukan termasuk situs sejarah, namun banyak jamaah yang merasa rugi jika ketika sudah berada di Madinah tidak ke Jabal Magnet, meskipun bagi jamaah haji reguler harus membayar biaya transportasi sendiri.


Madinah, 04/07/2024.

7/04/2024

KBIHU Al Mabrur Lakukan City Tour

Madinah (Warta Blambangan) Jamaah haji KBIHU Al Mabrur Banyuwangi, Kamis (04/07/2025) berkunjung ke kebun kurma Abu Faisal, jamaah dapat membeli kurma dengan sebelumnya bebas mencicipi semua bentuk kurma yang di jajakan. Ketua rombongan 2 Mustain menyampaikan bahwa hal ini di maksudkan agar menambah wawasan jamaah tentang perkebunan kurma. 


"bagi jamaah haji Indonesia dapat menikmati kurma fres merupakan hal yang langka" kata Nanang Mustain.

Para jamaah merasa puas dengan kunjungan ke kebun kurma ini, karena mereka dapat mencicipi segala jenis kurma dengan gratis sebelum mereka memutuskan untuk membelinya.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KBIHU Al Mabrur untuk melengkapi city tour yang dilakukan pihak kloter.

Selain ke kebun kurma, jamaah haji diajak keliling kota Madinah dan mendapatkan penjelasan dari guide tentang beberapa tempat bersejarah di Kota Madinah terutama beberapa masjid yang dilewati.